
Angel terus memperhatikan ekspresi wajah Devan,, Angel tau Devan sedang memikirkan sesuatu.
"Kok kamu malah diam?" tanya Angel.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Angel.
"Kamu nggak mau yah? kamu mau kembali seperti dulu lagi yang melarang aku bertemu dengan keluargaku?" tanya Angel lagi yang sudah sangat takut jika hal itu terjadi lagi pada dirinya.
Devan dengan segera menggelengkan kepalanya.
"Tidak begitu sayang,, aku nggak mungkin kembali seperti dulu,, aku nggak mungkin melarang istriku untuk bertemu dengan keluarganya sendiri apalagi aku tau kamu sangat menyayangi mereka," ucap Devan sambil membawa Angel ke dalam pelukannya.
"Terus kenapa kamu malah diam saja?" tanya Angel yang langsung memeluk Devan. Angel pun pusing dengan dirinya sendiri yang sangat manja sekali pada Devan padahal sebenarnya dia juga terkadang malu untuk bermanja-manja pada Devan.
"Aku diam karena lagi memikirkan perjalanan kita ke sana sayang,, aku nggak mau kandungan kamu sampai kenapa-kenapa,, aku nggak mau kamu kelelahan,, aku hanya ingin kamu baik-baik saja istriku sayang,," ucap Devan sambil mengecup lembut rambut Angel yang sedang memeluk dirinya seakan Devan ingin kabur saja.
__ADS_1
"Aku nggak akan kenapa-kenapa kok,, kan mau ketemu dengan keluarga aku,, pasti aku akan sangat bahagia jika bertemu dengan mereka,, mau yah sayang,, kita ke rumah orang tuaku? kan bisa menyuruh sopir untuk pelan-pelan saja bawa mobilnya nggak perlu ngebut,," rengek Angel lagi pada Devan.
Mana bisa nggak menuruti permintaan dia kalau sudah seperti ini dia merayu,, batin Devan.
"Iya istriku sayang kita ke rumah mertuaku,, udah lama juga nggak ketemu dengan adik-adik ipar ku,, Miko akan bersama aku nanti kalau dia mau," ucap Devan lagi sambil mengingat Miko yang sangat berpotensi itu.
"Iya kalau itu aku serahkan pada Miko keputusannya," ucap Angel.
"Iya istriku,," ucap Devan lalu dengan segera mencium bibir Angel membuat Angel sedikit terkejut namun pada akhirnya menikmati ciuman dari Devan.
Dunia terasa milik berdua,, kita cuma numpang aja,, kapanlah aku bisa begitu juga dengan pasangan hidup sedangkan aku jomblo terus,, batin salah satu pelayan yang melihat Devan dan Angel berciuman.
"Ya ampun kok kita ciuman disini,," ucap Angel panik begitu sudah selesai berciuman dengan Devan,, sambil matanya melihat kesekelilingnya.
Huuff aman nggak ada orang,, tapi tumben sepi biasanya disini banyak pelayan,, batin Angel sekaligus merasa lega tidak ada yang melihat kelakuan mereka menurut Angel.
__ADS_1
"Yah abis bibir kamu itu semakin menggoda saja sayang tiap hari jadi susah kalau harus memilih-milih tempat untuk mencium mu," ucap Devan lagi sambil mencubit gemas pipi Angel.
Devan benar-benar semakin gemas pada Angel apalagi sekarang Angel semakin berisi di tempat-tempat yang Devan sangat sukai.
"Ishh kamu kok gitu,, tambah,," rengek manja Angel yang membuat Devan benar-benar melongo.
"Hah,, tambah apa sayang?" tanya Devan sambil tersenyum.
"Cium," ucap Angel.
"Baiklah dengan senang hati,," ucap Devan dan mengabulkan keinginan Angel.
Anakku masih di dalam kandungan saja sudah sangat pintar,, sepertinya kamu pendukung papa yah,, kalau nggak hamil mana mungkin istriku akan begini,, batin Devan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.
#############
__ADS_1
Sore harinya Devan pun membawa Angel ke rumah orang tua Angel.