
Clarisa tampak sangat pucat dan seketika itu dia benar-benar menyesali perbuatannya yang ingin melenyapkan bayi Angel..
"Kamu mau membuat istriku dan calon anakku kenapa-kenapa?" ucap Devan sambil melihat Clarisa yang sudah sangat pucat dan gemetar.
Sedangkan Devan benar-benar sangat marah begitu mengetahui rencana jahat Clarissa pada Angel.
Jika Devan tidak berpikir bahwa Clarisa adalah seorang wanita sudah sejak tadi dia memberikan pukulan kepada orang yang ingin melakukan hal buruk kepada istrinya dan juga anak yang sangat dia nantikan.
"Ma,,ma,, maaf,, aku benar-benar menyesal melakukan ini," ucap Clarissa terbata-bata sambil melihat Devan dengan tatapan penuh kasihan dan penyesalan..
"Hah menyesal? apa katamu menyesal? disaat kamu sudah ketahuan baru kamu katakan menyesal,, kamu pikir aku akan memaafkan perbuatan kamu ini,, oh jangan harap, bisa-bisanya kamu ingin berbuat jahat pada istriku yang sudah sangat baik sama kamu,, dasar tidak tau diri," ucap Devan yang masih mencoba mengontrol emosinya.
Kata-kata Devan benar-benar membuat Clarisa menjadi semakin takut,, karena dia sangat tau bagaimana Devan bisa melakukan apapun diluar dugaan Clarisa sebelumnya.
Devan memang langsung memutuskan untuk menyusul Angel ketika anak buahnya tidak mengangkat panggilan telfon dari dirinya,, Devan sangat khawatir pada Angel.
__ADS_1
Devan juga tau bahwa Angel sedang mengikuti mobil Ayu yang sedang bersama dengan Diki,, dan itu cukup membuat Devan takut sekaligus merasa hatinya sakit,, karena mengetahui Angel masih sangat mengingat Diki.
Devan semakin takut kehilangan Angel,, wanita yang sangat dia cintai..
Namun Devan berusaha terlihat biasa saja,, walaupun hatinya merasakan hal yang sulit dia jelaskan,, bayang-bayang Angel akan kembali bersama Diki juga terus menghantui pikiran Devan. Karena Devan sangat tau,, bagaimana Angel sangat mencintai pria bernama Diki.
Dan akhirnya Devan pun memutuskan untuk mengintai langsung Clarissa ditengah-tengah pikiran-pikiran nya yang sangat takut kehilangan Angel,, karena Devan memang sangat menaruh curiga pada Clarisa yang tiba-tiba berubah disaat Clara masuk penjara,, Devan tentu sangat tau bahwa Clarisa sangat menyayangi Clara. Dan Clarisa bisa melakukan apa saja kepada orang yang dia tidak suka.
"Aku mohon maafkan aku,, aku benar-benar menyesal,, aku memang nggak tau diri,, tapi aku nggak akan melakukan hal ini lagi,, aku mohon maafkan aku kak Devan," mohon Clarisa yang sudah sangat pucat.
Mereka menjadi bahan tontonan,, yang melihat kejadian itu benar-benar takut melihat kemarahan Devan.
Mereka sudah tentu sangat mengenal Devan dan juga kekuasaan Devan.
"Bisa-bisanya wanita itu ingin mencelakai istri dari tuan Devan,, apa dia sudah gila?" bisik salah satu pelayan kepada temannya.
__ADS_1
"Iya dia mungkin sudah gila dan bodoh,, entah gimana nasib dia nantinya,, aku benar-benar nggak bisa membayangkan itu semua," bisik temannya lagi sambil bergidik ngeri.
Angel dan Nadia merasa aneh begitu melihat ada kerumunan dan juga para pelayan yang tampak sedang panik..
Mereka berdua pun memutuskan untuk lihat ke tempat dimana perkumpulan itu terjadi.
"Ada apa sih?" ucap Nadia sambil melihat Angel.
"Hmm aku juga nggak tau,, tapi aku kepo," ucap Angel sambil nyengir melihat Nadia.
"Sama dong,," ucap Nadia juga.
Angel semakin mempercepat langkahnya begitu mendengar salah satu pelayan menyebut nama Devan,, Angel langsung merasa bahwa Devan yang dimaksud adalah suaminya.
Clarisa langsung berlari mendekat kepada Angel begitu dia melihat Angel.
__ADS_1