Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Tak ada paksaan,,


__ADS_3

"Kok kamu malah mau keluar? apa kamu nggak merindukan aku? aku sudah kembali dan mengingat semuanya kenapa kamu terkesan seperti ingin menghindar dari aku? sebenarnya ada apa? apa yang terjadi selama aku tidak ada di dekat kamu?" tanya Diki yang semakin jelas melihat perubahan sikap Angel.


"Maafkan aku Diki,, sebentar kamu akan tau semuanya,, aku harap kamu bisa menerima semuanya," ucap Angel lalu dengan segera keluar dari dalam ruangan Diki untuk memanggil yang lain agar segera masuk di ruangan Diki,, Angel memilih banyak orang daripada dirinya hanya berdua saja dengan Diki,, sungguh Angel benar-benar tidak sanggup melihat kesedihan Diki nantinya bahkan sejujurnya banyak orang pun Angel tetap saja tak sanggup melihat Diki yang akan patah hati nantinya.


Sementara Diki semakin dibuat bingung oleh Angel.


"Istriku,, kok kamu sedih begini? ada apa?" tanya Devan begitu melihat Angel yang keluar dari dalam ruangan Diki terlihat sangat sedih.


"Iya nak,, ada apa? Diki nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Mama Diki khawatir.


"Aku nggak kenapa-kenapa,, Diki sudah mengingat semuanya,, ayo kita masuk,, dan suamiku tolong kamu saja yang jelaskan pada Diki,, aku benar-benar nggak sanggup jika harus memberitahukan semuanya pada Diki," ucap Angel sambil melihat Devan.

__ADS_1


Devan pun menganggukkan kepalanya sambil melihat Angel. Sementara Ayu terlihat sangat bahagia begitu mendengar ucapan Angel namun juga merasa bingung dengan maksud Angel.


"Ayo kita masuk," ucap Mama Diki yang sangat bahagia lalu dengan segera masuk ke dalam ruangan Diki.


Diki tersenyum begitu melihat mamanya.


Mama Diki langsung memeluk erat anaknya itu.


"Anakku,, ini adalah hari paling bahagia di hidup mama bisa melihat kamu masih hidup dan juga sekarang sudah baik-baik saja," ucap Mama Diki sambil memeluk Diki.


Sedangkan yang lain ikut tersenyum bahagia begitu melihat Diki yang tampak sudah sehat.

__ADS_1


Senyum di wajah Diki mendadak hilang begitu melihat Angel bersama Devan. Angel tampak jelas berdiri di samping Devan dengan Devan yang merangkul pinggang Angel posesif.


Tampak terlihat jelas eksepsi Devan yang seakan-akan memperlihatkan pada orang bahwa Angel adalah miliknya.


Sedangkan Ayu dan Nadia tersenyum bahagia melihat Diki yang sudah baik-baik saja dan mengingat semuanya.


"Ayah juga sangat senang nak,, kamu masih hidup,, anakku satu-satunya,," ucap Ayah Diki yang sangat terharu melihat anaknya di depan matanya saat ini.


Diki tak berucap lagi,, dia terus melihat ke arah Angel,, melihat Angel dirangkul seperti itu oleh pria lain dan Angel terlihat tak menolak sedikit pun membuat hati Diki benar-benar sakit.


Sementara Ayu terus penasaran akan hubungan seperti apa yang dijalani Diki dan Angel dulu,, mengapa Angel sangat berpengaruh buat Diki.

__ADS_1


"Ada apa ini? kamu kok sama-sama dia? bukannya dia mau menyakiti kamu dulu? kenapa kamu bersama dia? apa kamu dipaksa saat ini? kamu jangan takut ada aku disini,, aku akan selalu menjaga kamu," ucap Diki sambil melihat Angel.


"Dia saat ini tak akan takut padaku,, tak ada paksaan,, karena aku adalah suaminya dan dia istriku satu-satunya yang aku sangat cintai,, dia juga sedang mengandung anak ku saat ini," ucap Devan sambil semakin merangkul pinggang Angel posesif seakan menegaskan Angel adalah miliknya.


__ADS_2