Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Aku Sangat Mencintai Kamu


__ADS_3

"Ternyata bukan hanya penampilanya saja yang berubah. Sikap dan kepribadianya juga berubah sekarang. Hebat kamu Ayu. Ternyata benar yang aku fikirkan, wajahmu yang lugu itu hanya kedok. Sebenarnya kamu tidak selugu itu. Lihat saja, aku akan membalas kamu." Gumam Ambar. Dia lalu memikirkan cara untuk membalas Ayu. Senyum jahatnya menyeringai, saat dia merasa telah menemukan cara untuk membalas Ayu.


*Kembali ke sekolah Gara.


Ibu-ibu yang ada disekolah mulai heboh, setelah tahu kalau Ayu adalah wanita yang pernah dituduh berselingkuh dengan suami seorang desainer terkenal.


"Saya gak nyangka lho, kalau mamanya Gara ini adalah wanita yang diberitakan di infotaiment itu."


"Iya, saya juga. Lagian ya bu, kok bisa-bisanya ya wanita tadi meminta suaminya menikahi wanita lain, apalagi wanita secantik mamanya Gara. Lah ya jelas dia gak akan nolak lah. Laki-laki mana sih yang gak mau sama mamanya Gara. Udah cantik, baik, pinter masak, pinter bikin kue, pinter cari duit sendiri lagi."


"Iya bener itu. Laki-laki mana coba yang akan nolak bu Ayu. Saya aja perempuan suka banget lihatnya, apalagi laki-laki."


"Sudah ibu-ibu jangan berlebihan. Saya tidak seperti yang kalian fikirkan. Tapi yang jelas saya tidak pernah menggoda atau merebut suami orang."Jelas Ayu.


Tak lama kemudian Gara dan teman-temanya keluar dari gerbang sekolah, menghampiri ibunya masing-masing. Sebagian dari mereka lalu pulang, tapi Ayu masih menunggu sikembar, karena jam pulang mereka masih satu jam lagi. Ayu dan anak-anak mereka lalu pulang satu jam kemudian.


Sebelum pulang Ayu lebih dulu mampir ke supermarket, untuk membeli beberapa bahan makanan yang akan dia masak untuk makan malam. Ayu ingin memasak masakan kesukaan Damar. Setelah mendapatkan semua bahan yang diperlukan dia pun pulang.


...


Ayu mulai sibuk memasak di dapur. Semua menu masakan untuk malam ini dia sendiri yang akan memasaknya. Tina dan art nya hanya membantu mengupas, dan mengiris bahan-bahan itu. Karena ini adalah masakan spesial untuk suami tercinta.

__ADS_1


Acara masak sudah selesai. Dia lalu pergi mandi, dan berdandan secantik mungkin untuk menyambut kedatangan suaminya. Jam menunjukan pukul empat sore saat dia selesai berdandan. Ayu keluar dari kamarnya, dan dia terkejut karena ternyata Damar sudah berdiri di depan pintu kamar mereka. Sepertinya dia baru saja akan membuka pintu.


"Mas!! Kamu udah pulang?." Tanya Ayu sambil tersenyum. Damar tidak menjawab. Dia menatap Ayu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Wajahnya tampak merah, seperti orang yang sedang menahan amarah, membuat senyum diwajah Ayu memudar seketika.


"Mas Damar kamu baik-baik saja kan?." Tanya Ayu. Damar masih tidak menjawab. Dia menarik tangan Ayu dan membawanya masuk ke kamar. Damar membanting pintu cukup keras, membuat Ayu tersentak, perasaanya langsung tidak enak.


"Kamu kenapa mas?. Ada apa?." Tanya Ayu takut-takut


"Katakan padaku, apa benar kamu menemui Tristan?." Tanya Damar membuat Ayu tersentak.


"Kenapa diam?. Jawab aku. Benar kamu menemui dia tanpa seijinku?."Tanya Damar dengan nada tinggi. Wajahnya semakin merah." Apa benar kamu juga meminta David berbohong padaku tentang uang itu?" Tanya Damar lagi. Ayu tahu Damar pasti sangat marah. Dia tidak menyangka akan secepat ini Damar mengetahui semuanya. Air matanya lolos begitu saja, melihat wajah Damar yang merah karena emosi, dan menatapnya tajam seperti ini.


"Jadi semuanya benar?. Kamu menemui dia dan kamu...." Damar tidak melanjutkan ucapanya karena dia tak sanggup mengatakannya. Hatinya sakit membayangkan Tristan menyentuh istrinya.


"Aku sudah tahu semuanya."Hardik Damar


"Apa Tristan yang mengatakannya?." Tanya Ayu memberanikan diri. Damar lalu menatap dan memegang kedua lengan Ayu."Kenapa kamu tega padaku Yu. Kenapa?"


"Tidak mas, dengarkan aku!! Aku tidak..."


"Tidak apa??. Kamu jangan coba mengelak, karena David sudah mengatakanya. Kamu mengatakan semuanya pada David dan menyembunyikanya dariku. Sebenarnya suami kamu itu aku atau si David?." Sergah Damar.

__ADS_1


"Maafkan aku mas!! Aku terpaksa melakukannya karena aku nggak mau melihat kamu menderita."


"Tapi kenyataanya, semua yang kamu lakukan ini membuatku sangat menderita dan harga diriku seolah diinjak-injak. Kamu sudah berani tidak jujur padaku, suamimu sendiri. Kamu berani menemui laki-laki lain dibelakangku. "Kamu tidur dengannya?." Sergah Damar kembali emosi. Dia melemparkan apa saja yang ada didekatnya, membuat Ayu ketakutan dan menangis. "Katakan padaku, apa kamu menikmatinya?."Teriak Damar yang semakin emosi dan sakit hati. Ayu menangis mendengar semua ucapan Damar. Dia sakit hati dan tak terima dengan semua tuduhan Damar.


"Cukup mas, Hentikan!!! Teriak Ayu." Sudah ku katakan kalau aku tidak melakukan apa yang kamu katakan. Aku memang pergi menemui Tristan. Apa kamu mau tahu kenapa aku sampai melakukannya?. Semua itu gara-gara kamu sendiri mas Damar."


"Beraninya kamu menyalahkanku." Hardik Damar tak terima.


"Tapi itu kenyataanya. Semua ini gara-gara kamu. Kamu bilang aku tidak jujur sama kamu. Tapi kamu sendiri apa?. Kamu juga tidak jujur padaku mas. Berulang kali aku menanyakan apa yang terjadi sama kamu, tapi kamu tidak pernah mengatakanya."


"Bukankah aku sudah mengatakan masalah yang aku hadapi?."


"Benar, tapi tidak semuanya. Setiap aku bertanya kamu selalu saja marah dan membentakku. Dan itu membuat hatiku sangat sakit. Kalau malam itu aku tidak sengaja membaca pesan dari Tristan, tentang penawaran yang dia berikan sama kamu, aku pasti tidak akan tahu. Kamu tahu mas, sejak membacanya aku berharap kamu mengatakanya padaku, tapi kamu tidak juga mengatakanya. Itulah yang membuatku nekat menemui dia dan menanyakanya langsung. Dan dia mengatakannya. Dia mengatakan penawaran yang dia berikan sama kamu. Jujur saja, saat itu aku takut kamu akan menyerahkanku pada dia demi menyelamatkan perusahaan kamu."


"Kalau benar kamu takut aku menyerahkanmu padanya, lalu kenapa kamu menyerahkan diri kamu padanya heh?."


"Sikap kamu yang membuatku melakukanya. Aku tidak tahan melihat kamu yang setiap hari selalu murung dan tidak makan. Kamu selalu marah dan membentakku. Aku juga tidak bisa dan tidak tega membayangkan seandainya kamu benar-benar kehilangan perusahaan kamu. Aku tidak mau kamu hidup miskin dan menderita sepertiku dulu. Apalagi Tristan mengatakan kalau dia sanggup melakukan apapun untuk menghancurkan kamu, dan aku tidak mau itu terjadi. Aku sangat mencintai kamu mas Damar. Itulah sebabnya aku kembali mendatangi dia dan menyetujui penawaran yang dia berikan. Tapi sumpah demi Tuhan mas, kami tidak melakukanya."


"Bohong!! Mana mungkin kalian tidak melakukanya. Dia tidak mungkin mau mengembalikan uang itu kalau kamu tidak melayaninya."


"Aku nggak tahu apa yang Tristan katakan sama kamu, tapi aku berani bersumpah demi apapun kalau kami tidak melakukanya. Aku tahu kamu tidak mungkin percaya, tapi itu kenyataanya. Sekarang terserah kamu mas. Aku nggak peduli kalau seandainya sekarang kamu membenciku dan ingin mengusirku dari sini. Aku tahu betul kamu tidak akan memaafkan seorang pengkhianat. Dan aku tahu pasti sekarang kamu menganggapku seorang pengkhianat. Tidak apa mas, setidaknya aku tahu kamu tidak akan kehilangan perusahaan kamu, dan pengorbananku tidak sia-sia." Ucap Ayu panjang lebar.

__ADS_1


Damar tidak tahu apa dia percaya pada apa yang dikatakan Ayu atau tidak. Dia tidak bisa berfikir jernih sekarang. Damar lalu keluar dari kamar dan pergi dengan mobilnya. Ayu menangis sejadinya dikamar, mengingat mungkin rumah tangganya dengan Damar benar-benar akan berakhir sekarang.


Tbc🌻🌻🌻


__ADS_2