Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Aku mungkin sudah hidup bahagia dengan dia,,


__ADS_3

Diki mengernyitkan dahinya bingung begitu mendengar ucapan Nadia.


"Memanfaatkan aku?" ucap Diki.


"Memang aku ini siapa? aku orang berpengaruh kah,, kenapa aku dimanfaatkan?" ucap Diki lagi.


Iya kamu sangat berpengaruh banget Diki buat kelangsungan rumah tangga orang,, tapi aku belum bisa katakan sekarang,,, batin Nadia.


"Emm iya Diki,, kamu ini anak orang kaya,, jadi aku nggak mau aja kamu dimanfaatkan,, atau kamu mau pulang saja ke rumah kamu yang sebenarnya?" ucap Nadia lagi dan berharap Diki tidak pulang dulu,, karena dia takut ada orang yang mengatakan tentang Angel kepada Diki.


"Aku nggak mau pulang,, aku disini aja,, aku mau mengingat semuanya dulu,, kan ada kamu yang akan bantuin aku untuk mengingat semuanya,," ucap Diki sambil melihat Nadia.


Nadia pun bernafas lega begitu mendengar ucapan Diki lagi.


Syukur deh dia nggak mau pulang dulu,, semoga saja dimasa pemulihan dia,, Angel sudah bisa mencintai suaminya,, dan aku bisa pelan-pelan memberitahukan Diki tentang pernikahan Angel yang jadi dilaksanakan waktu itu,, semoga Diki bisa menerima kenyataan nantinya,, batin Nadia.


"Ya udah kalau itu mau kamu,, dan aku akan membantu kamu untuk mengingat semuanya secara pelan-pelan,," ucap Nadia sambil tersenyum.


Ibu Diki pun muncul sambil membawa minuman untuk Nadia dan untuk yang lainnya.

__ADS_1


"Tante seharusnya nggak perlu repot-repot," ucap Nadia merasa tidak enak.


"Nggak repot kok ini,, massa ada tamu tante nggak buatkan minuman,,, kan nggak boleh nak," ucap ibu Diki.


Nadia pun hanya bisa tersenyum saja.


"Oh iya nak,, tante bisa tidak tanya sesuatu sama kamu?" tanya Ibu Diki sambil melihat Nadia.


Nadia pun langsung menganggukan kepalanya pertanda mengiyakan.


"Mau tanya apa tante?" tanya Nadia.


Nadia pun terdiam sejenak begitu mendengar pertanyaan ibu Diki.


"Emmm dia nggak punya tante,,, dia ini jomblo,, karena dia itu susah didapatkan,, dia sangat cuek,, padahal banyak wanita yang menginginkan dia pernah,," ucap Nadia pada akhirnya.


Maafin aku Diki dan Angel,, maafin aku,, batin Nadia yang benar-benar merasa tidak enak pada Diki dan Angel,, karena dia seperti menjadi orang yang memisahkan Diki dan Angel.


"Oh gitu yah,,, wahh ternyata kamu ini tipe pria yang cuek yah pada wanita,," ucap ibu Diki sambil melihat Diki.

__ADS_1


"Tapi aku merasa seperti ada bayang-bayang seorang wanita," ucap Diki.


Waduh gawat,, jangan dulu Diki kamu ingat,, batin Nadia.


"Oh itu pasti sahabat-sahabat kamu Diki,, termaksud aku mungkin," ucap Nadia lagi.


"Oh mungkin juga," ucap Diki lagi yang masih berusaha mengingat semuanya.


"Udah kamu pelan-pelan saja ingatnya jangan terlalu dipaksakan,, aku yakin kamu bakalan ingat kok nanti,," ucap Nadia lagi sambil melihat Diki.


Diki pun hanya menganggukkan kepalanya.


Aku benar-benar tidak sabar untuk mengingat masa lalu ku,, batin Diki.


##########


Sementara di tempat lain Marco sedang bertemu dengan Clarisa,, ayah Devan dan juga Clara,, di apartemen Clarisa.


"Oh jadi kamu sepupunya Diki?" ucap Clarisa begitu bertemu dengan Marco.

__ADS_1


Dia mirip sedikit dengan Diki,, tapi gantengan Diki,, seandainya Diki tidak meninggal, mungkin sekarang aku sudah bersama-sama dengan Diki,,, aku mungkin sudah hidup bahagia dengan dia,, batin Clarisa.


__ADS_2