
Semua mata pun langsung tertuju pada Marco begitu mereka mendengar pertanyaan Marco.
"Bisa nggak jangan main masuk ke apartemen orang,, kan bisa bunyikan bel dulu,," ucap Clarisa kesal sambil melihat Marco.
Mood Clarisa benar-benar sedang tidak bagus begitu tau tentang kehamilan Clara,, kehamilan yang akan membuat mereka semua kerepotan dan juga sudah pasti akan menanggung malu.
"Tadinya seperti itu tapi berhubung aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian langsung nggak jadi,, makanya ditutup pintunya kalau nggak mau di dengar,," ucap Marco sambil melihat Clarisa yang sedang memasang ekspresi wajah kesalnya.
"Silahkan duduk dulu Marco,," ucap Ayah Devan.
Marco pun dengan segera mengikuti ucapan Ayah Devan,, karena dia juga sudah capek berdiri.
"Anaknya siapa yang akan digugurkan?" tanya Marco lagi begitu sudah duduk di sofa.
Clarisa, Clara dan ayah Devan pun langsung saling pandang seolah-olah saling bertanya apakah mereka akan memberitahukan Marco mengenai kehamilan Clara atau mereka merahasiakan dari Marco.
__ADS_1
"Oh jadi kalian mau main rahasia-rahasia an sama aku?" ucap Marco sambil melihat Clarisa,, Clara dan ayah Devan dengan tatapan penuh selidik.
"Hmm nggak semuanya kamu harus tau Marco,, lagian sampai sekarang rencana kamu belum berhasil juga,, padahal aku sudah sangat menunggu keberhasilan dari rencana kamu,," sindir Clarisa sambil menatap sinis pada Marco.
Marco langsung tersenyum sinis begitu mendengar ucapan Clarisa.
"Kamu pikir aku seperti kalian yang menyusun rencana asal-asalan dan berakhir tidak berhasil," ucap Marco tak kalah sinisnya.
Walaupun sebenarnya di dalam hatinya Marco juga pusing dan belum menemukan ide apa-apa supaya bisa dekat dengan Angel,, karena semua jalan seolah tertutup dan yang tutup adalah Devan. Tapi Marco tidak mau memperlihatkan itu karena pasti dia akan semakin dianggap remeh oleh Clarisa.
Clarisa ini benar-benar wanita yang sangat menjengkelkan,, batin Marco yang sangat kesal pada Clarisa.
"Clarisa jangan kurang ajar kamu sama Marco,, kamu mau hidupmu dibuat semakin susah oleh Marco? jadi sekarang jaga ucapan kamu jangan sampai ucapan kamu itu membuat kita semakin susah,, ingat kita sekarang sangat membutuhkan dukungan dari dia,," bisik Clara pada Clarisa.
Sedangkan ayah Devan benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Clarisa.
__ADS_1
Clarisa pun dengan terpaksa diam,, karena dia baru sadar kalau apa yang dikatakan Clara ada benarnya juga,, mereka sekarang sedang kesusahan jangan sampai Marco membuat mereka semakin kesusahan lagi.
"Ayo bicara lagi Clarisa,, aku siap dengar ocehan kamu nih," ucap Marco sambil melihat Clarisa.
"Maaf yah Marco,,, Clarisa lagi banyak masalah jadi dia bicara agak nyolot gitu,," ucap Clara.
"Clarisa buatin minuman buat Marco,,," ucap Clara lagi yang membuat Clarisa kesal namun dia tetap melakukan perintah Clara.
"Jadi kandungan siapa yang mau digugurkan?" tanya Marco lagi yang masih penasaran dengan apa yang didengarnya tadi.
"Emm itu kandungannya Clara,, dia sedang hamil sekarang,, dia mengandung anak aku,," ucap Ayah Devan sambil melihat Marco.
Jauh di luar dugaan mereka semua,, Marco justru terlihat sangat bahagia begitu mendengar kehamilan Clara.
Akhirnya aku menemukan ide,, batin Marco.
__ADS_1