
Ayu tampak berpikir keras begitu mendengar ucapan Diki dan itu tidak luput dari pandangan mata Diki.
"Ada apa Ayu? apa kamu mengenal wanita bernama Angel?" ucap Diki lagi sambil melihat Ayu.
Ayu dengan segera menggelengkan kepalanya.
"Nggak,, aku nggak kenal,," ucap Ayu sambil tersenyum pada Diki.
Nggak mungkin kan wanita yang dimaksud itu adalah istri tuan Devan,, batin Ayu lagi sambil melihat Diki.
"Eh tapi bisa juga sih," gumam Ayu yang didengar samar oleh Diki.
"Bisa apa Ayu?" tanya Diki sambil melihat Ayu.
"Nggak kok,, kamu salah dengar aja,," ucap Ayu cepat sambil berusaha terlihat biasa saja.
__ADS_1
Kok dia dengar juga sih ucapan aku tadi barusan,, batin Ayu.
"Oh gitu,, aku pikir kamu mengenal wanita bernama Angel," ucap Diki lagi sambil tersenyum dan memegang kepalanya.
"Ada sih yang aku kenal namanya juga Angel,, tapi mungkin itu bukan wanita yang kamu maksud,, kan nama Angel banyak," ucap Ayu lagi.
"Iya sih,, lagian aku hanya tau namanya saja karena begitu mendengar nama dia tadi kepala ku langsung sakit,, ada ingatan-ingatan yang samar-samar mungkin ada hubungan dengan wanita bernama Angel,, aku ingin sekali bertemu dengan dia," ucap Diki yang memilih curhat pada Ayu saja dan tidak menyembunyikan karena dia sudah percaya pada Ayu.
Sementara di tempat lain Devan sedang bahagia-bahagianya bersama Angel.
"Kamu bahagia banget yah?" ucap Angel sambil melihat Devan.
Devan dengan segera menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagia.
"Iya sayang sudah tentu aku akan sangat bahagia,, aku udah nggak sabar untuk menjadi ayah,, ini adalah sesuatu yang aku tunggu-tunggu sejak dulu,," ucap Devan sambil melihat Angel.
__ADS_1
Dan juga ini mungkin yang akan menahan kamu untuk tidak kembali lagi pada Diki,, aku sangat mencintai kamu istriku,,, aku sangat berharap kamu tidak meninggalkan aku untuk kembali pada masa lalu kamu,, batin Devan yang sejujurnya sangat takut jika Diki dan Angel bertemu.
"Gimana kalau aku kenapa-kenapa dan kamu batal menjadi seorang ayah?" tanya Angel lagi yang sudah dipenuhi ketakutan karena ini untuk pertama kalinya dia mengandung,, dia juga sangat takut mengecewakan Devan yang telah berharap banyak.
"Jangan berbicara seperti itu istriku,, aku akan menjaga kamu selalu,, jadi jangan berbicara seperti itu atau memiliki pikiran seperti itu,, pokoknya sekarang jaga anak kita,, ikuti semua saran-saran dari dokter aku yakin semuanya akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan,,," ucap Devan sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut Angel.
"Maafin aku,, aku hanya takut saja karena ini pertama kalinya aku mengandung,," ucap Angel sambil memeluk Devan.
Satu hal yang sangat Devan senangi semenjak Angel hamil,, Angel menjadi semakin manja padanya.
Semoga kalian akan selalu seperti ini,,, semoga kamu tidak terluka lagi anakku,,, semoga dengan kehamilan Angel bisa membuat dia mencintai kamu,, mama tidak ingin melihat kamu bersedih lagi,, batin Mama Devan yang melihat dari kejauhan.
"Iya aku mengerti kok," ucap Devan.
"Kita ke rumah orang tuaku yah sebentar,, aku ingin memberitahukan mereka secara langsung kabar bahagia ini,, pasti mereka akan sangat senang," ucap Angel sambil melihat Devan.
__ADS_1
Apa ini aman? sejujurnya aku tak ingin membawa dia keluar-keluar rumah dulu,, aku tidak ingin yang aku takutkan selama ini malah terjadi, batin Devan yang penuh pertimbangan.