
Orang tua angkat Diki seketika saling pandang begitu mendengar ucapan Diki,, lalu segera memanggil Diki untuk menanyakan wanita yang dia maksud.
"Nak,, siapa wanita mu?" tanya Ibu angkat Diki.
Diki pun menghentikan langkahnya begitu mendengar pertanyaan ibu angkatnya. Dia pun segera berbalik sambil tersenyum pada orang tua angkatnya.
"Sudah tentu Angel," ucap Diki sambil tersenyum yang membuat orang tua angkatnya shock.
Bagaimana bisa Diki berucap seperti itu disaat Angel telah menjadi milik orang lain. Apalagi Angel adalah istri Devan,, orang tua angkat Diki sekarang sudah tau seberapa berpengaruhnya Devan,, mereka tau dari para pelayan yang lain dan juga dari orang tua Diki. Mereka pun langsung khawatir pada Diki.
"Nak,, jangan seperti itu,, Angel sudah menjadi istri orang,, kamu harus ikhlas yah,, kami tidak mau terjadi apa-apa padamu,, kami dan juga orang tuamu sangat menyayangi mu,, jadi jangan seperti ini yah,, kami mohon,," ucap ibu angkat Diki lagi.
Diki pun tersenyum begitu mendengar ucapan ibu angkatnya.
"Iya aku tau kok kalian sangat menyayangi ku,, tapi aku ingin bertemu dengannya tidak perduli siapa yang sedang bersamanya,, aku pergi dulu yah," ucap Diki lalu segera pergi sebelum orang tua angkatnya menahan dirinya lagi.
Sedangkan orang tua angkatnya benar-benar sangat panik karena tak mau Diki membuat Devan marah nantinya.
"Gimana ini,, apa yang harus kita lakukan?" ucap ibu angkat Diki sambil melihat suaminya.
Suaminya pun ikut bingung.
"Beritahukan saja pada orang tuanya,, siapa tau bisa menahan Diki,, atau beritahu Nadia atau Ayu,, supaya mereka menasehati Diki, aku takut terjadi apa-apa padanya kalau dia memaksakan bertemu dengan Angel," ucap Ayah angkat Diki.
__ADS_1
Ibu angkat Diki pun segera mengikuti saran suaminya.
Dengan tergesa-gesa dia menelepon Orang tua Diki,, lalu Nadia dan Ayu.
Mereka sama-sama terkejut begitu mendengar orang tua angkat Diki mengatakan bahwa Diki pergi menemui Angel.
Mereka segera menelepon Diki namun nomor ponsel Diki tidak aktif,, Diki sengaja melakukan itu karena tak mau diganggu.
Sementara di tempat lain,, Angel sedang menyemangati Devan yang sedang memasak untuknya,,, Mama Devan yang ke dapur benar-benar terkejut melihat Devan yang mau berurusan dengan dapur. Tapi begitu melihat Angel,, Mama Devan sudah sangat yakin apabila yang membuat Devan seperti itu pastilah istrinya sendiri.
"Aduh,, anak mama sekarang ganti profesi jadi chef yah?" ucap Mama Devan sambil melihat Devan dengan senyum manisnya.
Devan pun tersenyum malu.
"Oh sudah ku duga,, sayang,, kalau perlu ngidamnya yang lebih susah lagi yah,, biar seru lihat Devan kelimpungan," ucap Mama Devan lalu tertawa.
Para pelayan yang mendengarnya pun ikut tertawa.
"Mama ini,, kok gitu sih,, nggak kasihan sama anaknya,," ucap Devan sambil memperlihatkan ekspresi wajah sedihnya.
"Kasihan kok," ucap Mama Devan sambil tersenyum.
"Akhirnya selesai juga,, istriku sayang ayo kamu segera makan yah,, tapi aku cicipi dulu yah takutnya nggak enak,, kalau nggak enak biar aku buat lagi,,," ucap Devan.
__ADS_1
"Emm nggak usah,, aku akan tetap suka biar bagaimanapun rasanya,, aku sudah sangat lapar," ucap Angel.
"Baiklah sayang,," ucap Devan lembut.
Angel segera memakan nasi goreng buatan Devan. Devan benar-benar deg-degan menunggu reaksi istrinya terhadap nasi goreng buatannya.
"Ini sangat enak,," ucap Angel dengan mata yang berbinar-binar.
Angel pun segera menyuapi suaminya.
Devan juga tak menyangka kalau akan membuat nasi goreng enak seperti itu.
"Pasti ini karena ciuman semangat dari istri," ucap Devan yang membuat Angel tersipu malu.
Devan yang melihat istrinya tersipu malu segera mengecup bibir Angel lalu menyuruhnya makan.
Angel makan dengan sangat lahap hingga tiba-tiba..
"Nyonya muda ada yang ingin bertemu dengan Nyonya muda," ucap salah satu pelayan.
"Siapa?" tanya Angel sedikit mengernyitkan dahinya.
"Diki," ucap pelayan itu.
__ADS_1
##############