Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Pasti aku nggak bakalan dengar,,,


__ADS_3

"Astaga apa-apaan ini,, haduh ternyata nggak semudah seperti yang aku bayangkan tadi,, lagian aku kan cewek massa aku yang maju duluan,, harusnya kan cowok duluan,, duhh tuan Devan aku pengen tarik kembali persetujuan ku tapi nggak mungkin juga,, tadi aku dengar dia sangat ingin aku bisa membuat pria itu mencintai aku,," keluh Ayu setelah membaca sebagian apa yang dia lihat di google.


"Gimana nih nasib aku nanti,, aku nggak tau dandan pula,, bagaimana coba pria itu akan jatuh cinta sama aku yang tomboy gini,, nggak ada cantik-cantiknya aku mah,," ucap Ayu lagi.


"Sementara pria tadi itu ganteng loh,, astaga tambah insecure aku,, mendingan deh di suruh jadi mata-mata daripada yang beginian mahh," keluh Ayu lagi-lagi.


"Ehhh tapi nggak boleh patah semangat Ayu,, kamu harus bisa demi tuan Devan,, semangat Ayu,, pertama-tama aku harus ke salon dulu kali yah?" ucap Ayu sambil berpikir.


Di tempat lain...


Diki tampak sangat bahagia karena sudah mendapatkan pekerjaan,, dengan semangat dia jalan sambil terus tersenyum.

__ADS_1


Alhamdulillah bapak sama ibu pasti senang kalau tau aku sudah mendapatkan pekerjaan,, meskipun mereka bukan orang tua kandung aku tapi aku senang bersama mereka,, mereka sangat baik dan mau merawat aku yang jelas-jelas bukan anak kandung mereka,, aku jadi nggak sabar memberitahukan mereka,, batin Diki sambil tersenyum bahagia.


Setelah beberapa menit berjalan,, Diki pun sampai di rumahnya,, dengan segera dia mencari bapak dan ibunya.


"Oh iya lupa,, mereka kan lagi pergi kerja,, aku tunggu mereka pulang aja kalau gitu,, aku nggak tau juga alamat tempat kerja mereka,," ucap Diki lalu segera duduk di kursi.


Sementara Devan dan Angel...


Angel menatap kesal pada Devan karena tidak mau memberitahukan dirinya mengenai wanita yang bernama Ayu.


"Ishh apaan sih aku nggak cemburu yah,, lagian kamu tuh taunya gombal aja,, pasti sama Ayu kamu gitu juga kan?" ucap Angel kesal.

__ADS_1


"Siapa Ayu?" tanya Angel lagi yang membuat Devan langsung tertawa terbahak-bahak.


"Aku sejak tadi mau memberitahukan kamu sayang,, tapi kamu nggak mau mengakui kalau kamu sedang cemburu akhirnya lama begini kan,, tadi kan persyaratan nya kamu mengaku kalau kamu sedang cemburu sekarang dan setelah itu aku akan memberitahukan kamu mengenai Ayu, gitu aja kok seperti susah banget sih sayang buat kamu," ucap Devan lagi sambil menahan tawanya.


"Ya udah kalau kamu nggak mau beritahu,, aku pulang saja,, aku sudah jauh-jauh datang kesini dan ternyata kamu di belakang aku sedang telfonan dengan Ayu,, padahal ini jam kerja," ucap Angel sambil melihat Devan dan menekankan kata Ayu.


"Cie cemburu,,, kan aku bos disini istriku,, jadi nggak apa-apa," ucap Devan lagi sambil melihat Angel.


"Makasih yah udah datang juga sayang,, kamu jadi tambah buat aku bersemangat,, tapi tumben kamu nggak beritahu aku dulu kalau mau datang?" ucap Devan lagi.


"Kalau aku memberitahukan kamu,, pasti aku nggak bakalan dengar kamu berbicara dengan Ayu," ucap Angel yang lagi-lagi membuat Devan tertawa.

__ADS_1


Sementara di rumah Devan....


"Oh jadi ini teman kamu yang sudah mulai bekerja dari kemarin?" ucap mama Devan sambil melihat teman ayah Diki,, lalu melihat kepada ayah Diki dan mama Diki.


__ADS_2