Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Bagaimana mungkin aku hidup dengan seorang pembohong,,,


__ADS_3

Hal yang aku takutkan akhirnya terjadi,, batin Devan yang sangat tidak mau kehilangan Angel.


"Maafkan aku sayang,, aku sebenarnya tidak mau melakukan itu,, cuma aku nggak mau kehilangan kamu,, makanya aku melakukan itu,, aku menyuruh Ayu untuk membuat ingatan baru untuk Diki agar Diki melupakan masa lalunya bersama kamu,, maafin aku kalau aku sejahat itu,, aku hanya suami yang sangat mencintai istrinya," ucap Devan sambil melihat Angel.


Angel sebenarnya masih sangat shock bercampur bahagia karena Diki ternyata masih hidup.


Angel pun tidak bicara apapun,, Angel berniat pergi dari hadapan Devan membuat Devan semakin kalang kabut...


Devan langsung berjalan cepat menyusul Angel.


"Kamu mau kemana sayang?" ucap Devan sambil menahan tangan Angel.


Angel langsung melihat tidak suka pada Devan membuat hati Devan benar-benar sakit melihat tatapan Angel padanya,, sungguh itu tatapan yang sangat Devan tidak inginkan dari Angel.


"Nggak usah menahan aku,, kamu adalah orang yang sangat aku benci,, kamu pembohong,," ucap Angel lagi sambil melihat tidak suka pada Devan.

__ADS_1


"Lepaskan," ucap Angel.


"Aku nggak bisa melepaskan kamu,, maafkan perbuatan aku,, aku mohon," ucap Devan lagi.


"Aku nggak bisa memaafkan orang tega seperti kamu," ucap Angel yang memilih melepaskan tangan Devan.


Mama Devan pun yang mendengar seperti ada yang ribut-ribut langsung berjalan mencari asal suara itu.


Mama Devan menjadi panik begitu melihat Angel menangis dan ekspresi wajah Devan yang tidak seperti biasanya. Terlihat ekspresi wajah Devan juga yang tampak panik.


"Loh,, kok kamu nangis juga Devan, ada apa ini? kandungan kamu nggak apa-apa kan sayang?" tanya mama Devan lagi yang sangat panik.


Angel pun menggelengkan kepalanya karena tidak tega juga untuk tidak menjawab pertanyaan mama mertuanya,, Angel hanya jengkel pada Devan bukan pada mamanya.


"Terus,, ada apa ini?" tanya mama Devan lagi yang sedikit merasa lega karena kandungan Angel baik-baik saja,, hal yang dia takutkan tidak terjadi.

__ADS_1


"Dia bohong padaku ma,, aku sangat benci dia bohong padaku,," ucap Angel sambil melihat mama Devan.


Mama Devan sedikit bingung begitu Angel mengucapkan hal itu,, karena dia sangat mengenal Devan yang sangat bucin pada Angel,, dia tidak mungkin membohongi Angel.


"Sayang,, mungkin kamu salah paham saja pada suamimu,, Devan ini hanya salah paham kan,, nggak mungkin kan kamu membohongi istri kamu,, mama sangat mengenal kamu nak," ucap mama Devan lagi sambil melihat Devan dan Angel secara bergantian.


"Nggak ma, dia bohong padaku," ucap Angel lagi.


"Dia bohong mengenai orang yang sangat penting bagiku,, bagaimana mungkin aku hidup dengan seorang pembohong,,," ucap Angel lagi.


Deg....


Hati Devan benar-benar sakit begitu mendengar ucapan Angel.


"Maaf," ucap Devan.

__ADS_1


"Aku hanya tidak mau jika dia mengambil kamu dari aku,, aku nggak bisa melihat kamu bersama dengan pria lain,, sekarang dia bahagia kok,, dia hidup terjamin,, aku mohon jangan kembali padanya,, kamu istriku jangan tinggalkan aku meskipun masa lalu kamu sudah kembali,, aku nggak tau bagaimana hidup ku jika kamu meninggalkan aku,, dan ingat ada anak diantara kita,, kamu sedang mengandung sayang,,," ucap Devan sambil melihat Angel dengan tatapan penuh harapnya.


__ADS_2