
Nadia terus kepikiran hal itu sampai orang tua yang menemukan Diki datang.
"Nak, gimana keadaan Diki?" tanya Ibu Diki.
Yah mereka sudah memanggil nama Diki sekarang bukan lagi nama Adri,, itupun atas pertimbangan yang lama,, dan mereka juga memaksa Diki dipanggil dengan panggilan nama dia yang sebenarnya,, dan Diki mau walaupun sedikit dipaksa.
"Nggak tau,, dia masih dirawat Tante,, aku benar-benar khawatir padanya,, dia tadi bertemu dengan Angel,, wanita dimasa lalunya makanya dia seperti itu," ucap Nadia yang membuat Ayu semakin penasaran akan seperti apa hubungan Diki dan Angel dulu.
"Angel?" ucap ibu Diki.
"Siapa Angel itu nak? aku baru mendengar nya,, atau jangan-jangan wanita yang sering ada diingatan Diki yang samar-samar diingatan nya?" tanya Ibu Diki sambil mengingat Diki yang selalu saja sakit kepala sambil mengatakan dia sangat ingin mengingat wanita yang selalu samar-samar diingatannya.
"Itu aku nggak bisa memberitahukan nya Tante,, biar Angel sendiri yang memutuskan itu,, aku nggak mau terlalu ikut campur," ucap Nadia karena tidak ingin sembarangan lagi dalam bertindak.
Ayu yang sejak tadi menguping sangat menyayangkan bahwa Nadia tidak jadi mengatakan hubungan Angel dan Diki dulu,, Ayu dibuat semakin penasaran,, apalagi Ayu mengingat Angel istri dari Devan semakin menjadi lah rasa ingin tau Ayu.
__ADS_1
"Baiklah nak,, kami mengerti," ucap Ayah Diki juga sambil tersenyum pada Nadia.
"Lalu dimana Angel?" tanya Ibu Diki karena melihat di depan ruangan Diki hanyalah Ayu dan Nadia.
"Lagi kesini,, dia sedang diperjalanan Tante," ucap Nadia lagi.
"Oh gitu,, aku ingin melihat wanita itu,, pasti dia sangat berpengaruh untuk Diki karena Diki benar-benar merasakan sakit kepala seperti ini," ucap Ibu Diki lagi.
"Iya sebentar lagi dia pasti sampai kesini," ucap Nadia lagi.
"Iya Tante dan Om sebaiknya duduk dulu," ucap Ayu juga sambil tersenyum ramah.
"Iya nak,," ucap Ibu dan Ayah Diki secara bersamaan lalu mereka pun segera duduk dengan perasaan tak tenang.
Mereka juga meninggalkan pekerjaan mereka di rumah Angel begitu tau Diki di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Orang tua Diki tentu tidak kepikiran sama sekali bahwa wanita yang dimaksud Nadia adalah bos mereka di tempat kerjanya.
Sementara di luar Angel bertemu dengan orang tua kandung Diki.
"Om dan Tante cepat banget disini?" ucap Angel sedikit terkejut sambil melihat orang tua Diki yang ekspresi wajah nya susah dimengerti.
"Iya nak,, kebetulan kami tadi begitu diberitahu mengenai Diki,, kami sedang berada tidak jauh dari rumah sakit ini,, makanya kamu langsung kesini dengan cepat," ucap Ayah Diki.
"Oh gitu baguslah," ucap Angel sambil tersenyum.
"Nak,, apa benar anak kami Diki masih hidup?" tanya Mama Diki dengan mata yang berkaca-kaca seakan tak percaya bahwa anaknya masih hidup, karena waktu itu mereka sudah menguburkan Diki.
"Iya Tante dia masih hidup dalam keadaan baik-baik saja hanya dia kehilangan ingatannya,, tapi semoga ingatannya bisa segera pulih jika dia bertemu dengan orang tuanya," ucap Angel sambil tersenyum bahagia.
Sementara Devan hanya diam saja sambil menyaksikan percakapan istrinya dengan orang tua mantan kekasihnya yang masih terjalin sangat baik. Jauh di dalam lubuk hatinya,, Devan sejujurnya masih sangat takut jika Angel meninggalkannya.
__ADS_1