Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
BERBOHONG


__ADS_3

Hari itu pagi - pagi sekali rina datang menjemput ravel di kosan, karena di suruh oleh orang tua nya. Tetapi saat itu ravel masih tengah bermimpi indah. Dan akhirnya rina masuk sendiri ke kosan ravel dengan menggunakan kunci cadangan yg dia miliki.


Rina melihat ravel masih tertidur lelap. Kemudian rina mencoba membangunkan ravel.


"Bee bangun.." sambil menepuk pipi ravel pelan. Bee adalah panggilan sayang yang mereka gunakan saat mereka hanya berdua saja.


Tidak butuh waktu lama bagi rina membangunkan ravel, akhirnya ravel bangun dari tidurnya.


"Ada apa sih bee? Kok pagi - pagi banget kamu udah dateng? Kan gak ada jadwal kuliah pagi." Tanya ravel sambil melirik ke jam dinding yang ada di kamar kosannya.


"Mama sama papa nyuruh kamu ke rumah sekarang. Katanya ada yg mau mereka omongin sama kita. Aku di suruh jemput kamu." Tutur rina menjelaskan.

__ADS_1


"Kok tumben banget? Ada apa ya?" Tanya ravel pesaran.


"Aku gak tau, mending sekarang kamu mandi trus kita ke rumah mama." Perintah rina kepada ravel sambil menarik tangan ravel agar cepat mandi dan bersiap.


15 menit kemudian ravel selesai mandi dan bersiap untuk berangkat ke rumah rina untuk menemui orang tua rina.


Sesampainya di rumah rina, mereka melihat orang tua rina dan juga bang fadli kakak sepupu rina sudah menunggu mereka di ruang tamu.


"Wa'alaikum salam." ucap mereka bersamaan.


"Ada apa ma, pa. Kata rina kalian manggil ravel ke sini ada yg mau di omongin?" Tanya ravel. Dia memang dari dulu memanggil orang tua rina dengan sebutan mama dan papa. Karena ravel sudah menganggap mereka seperti orang tua sendiri. Begitupun sebaliknya dengan orang tua rina yg sudah menganggap ravel seperti anak sendiri. Bahkan sewaktu tau ravel memutuskan untuk ngekos, mama rina melarangnya sambil menangis. Tetapi ravel tetap kekeh dengan keputusannya dengan alasan dia mau belajar mandiri.

__ADS_1


"Iya ravel. Mama sama papa mau nanya sesuatu sama kalian. Tapi kalian tolong jawab jujur. Mama gak mau kalian bohongin mama sama papa." Ucap sri pada ravel dan rina yang membuat keduanya bertanya kira - kira apa yang orang tua rina tanyakan kepada mereka berdua.


"Mama sama papa mau nanya apaan sih? Yaudah tanya aja pasti kita jawab kok." Jawab rina tidak sabaran.


"Apa benar kalian berdua punya hubungan melebihi seorang teman? Layaknya seorang kekasih?". Tanya mama sri.


Sontak ravel dan rina kaget mendengar pertanyaan dari mamanya tersebut. Dan mereka bingung mau menjawab apa. Mereka tidak menyangka kalau hubungan yg sudah 3 tahun mereka jalanin tiba - tiba di ketahui oleh orang tua rina. Sedangkan selama ini mereka berusaha bersikap normal agar tidak di curigai oleh orang tua dan keluarga mereka.


"Mama jangan ngaco deh. Kita kan sama - sama perempuan, mana mungkin kita punya hubungan layaknya sepasang kekasih." Jawab rina menyangkal pertanyaan mamanya. Sementara ravel masih bungkam karena bingung mau menjawab apa.


"Mama awalnya juga gak percaya kalau kalian berdua kya gitu. Tapi bang fadli sendiri yang melihat kalian di mall gandengan tangan layaknya orang pacaran. Bahkan bang fadli sempat foto kalian dan menyimpannya di handphone." Jawab mama sri panjang lebar sambil memperlihatkan foto yg di maksud mama sri.

__ADS_1


__ADS_2