
"Iya ayo nak,, kasian Adri tidak mengingat apapun,, tante harap kamu bisa membantu memulihkan ingatan Adri,, atau kamu bisa mengantar dia ke keluarganya sekarang,, pasti keluarga dia sangat bahagia ketika tau dia belum meninggal," ucap ibu itu lagi.
"Aku nggak mau pulang dulu,, aku masih mau tinggal sama ibu,, aku mau pulang kalau aku sudah mengingat semuanya,, aku udah biasa tinggal dengan ibu dan bapak,,, aku pasti akan merasa asing di rumah orang tua aku sendiri karena aku belum ingat apa-apa,," ucap Diki.
"Tapi nak,, kamu akan lebih cepat mengingat masa lalu kamu,, kalau kamu berada di dekat orang-orang dari masa lalu kamu," ucap ibu itu lagi sambil melihat Diki,, dia juga sebenarnya tidak mau Diki meninggalkan mereka tapi apa boleh buat itu semua akan terjadi kalau Diki sudah bertemu dengan keluarganya atau sudah mengingat kembali masa lalunya.
"Aku bisa kok mengingat tanpa harus pergi meninggalkan ibu dan bapak,, kan ada dia yang membantu aku untuk mengingat masa lalu aku," ucap Diki lagi sambil melihat Nadia.
"Iyakan,, kamu mau bantu aku kan?" tanya Diki pada Nadia.
"Iya tentu,,, aku pasti akan membantu kamu," ucap Nadia lagi sambil tersenyum pada Diki.
"Makasih yah,, ayo kamu ikut aku ke rumahku,, rumahku nggak jauh kok dari sini,, tadi kita hanya keluar beli makanan saja,,," ucap Diki lagi.
"Oh iya kalau gitu,, kalian masuk ke mobil aku saja,, aku bawa mobil," ucap Nadia sambil menunjuk mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
Hmm sudah aku duga sebelumnya,, pasti Adri ini ada kemungkinan anak dari orang kaya,, temannya saja punya mobil seperti itu,, kasihan kamu nak harus hidup susah bersama kita,, padahal jangan-jangan kamu nggak biasa hidup susah,, batin ibu itu begitu melihat mobil Nadia yang sangat bagus.
"Ayo kita ke mobil aku," ucap Nadia lagi sambil berjalan menuju ke mobilnya.
Diki dan ibu itu segera mengikuti Nadia dari belakang.
Sementara di rumah Devan,,,
Devan sedang tersenyum bahagia melihat perubahan Angel yang memperlakukan dia sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya.
Karena seperti mimpi saja kamu seperti ini padaku sayang,, batin Devan.
"Aku lagi bahagia,,," ucap Devan sambil berjalan mendekati Angel yang sedang memasak lalu memeluk Angel dari belakang.
Dia nggak menolak pelukan dari aku,, biasanya kan dia menolak secara halus,, aku senang banget, batin Devan yang sangat bahagia.
__ADS_1
"Benarkah? kamu bahagia karena apa?" tanya Angel sambil memutar badannya agar menghadap kepada Devan.
"Yah karena kamu seperti ini padaku," ucap Devan lagi.
Angel langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Devan.
Angel lagi-lagi mencium Devan duluan membuat Devan benar-benar hanya bisa melongo.
Ya ampun hampir saja aku mengganggu kemesraan mereka,, batin Mama Devan begitu melihat Angel dan Devan yang sedang bermesraan di dapur.
Mama Devan dengan segera membatalkan niatnya untuk ke dapur.
Pantas saja kayak aneh,,, pelayan semua yang bertugas di dapur langsung berada di tempat lain,, ternyata mereka mau mesra-mesraan di dapur,, seperti pengantin baru saja,, tapi syukurlah,, ucap mama Devan yang tak kalah bahagianya dari Devan.
"Udah ahh nanti ada yang lihat," ucap Angel setelah selesai berciuman,, sambil tersenyum malu-malu.
__ADS_1