Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Informasi dari Ayu....


__ADS_3

"Sayang,, baju dinas mu gimana? mau nggak kamu pakai dulu sayang," ucap Devan sambil menahan tawanya.


"Ihhh apaan sih,, nggak usah sembarangan deh,, cepetan kita pergi ke tempat Diki," ucap Angel.


Devan pun tersenyum sambil mengikuti Angel..


Mama Devan tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya semakin mesra.


"Mau ketemu Diki?" tanya Mama Devan sambil melihat Angel dan Devan.


Angel pun menganggukan kepalanya.


"Iya ma,," ucap Angel.


"Iya ma, tolong doakan yah ma, agar istriku nggak terpengaruh dengan masa lalunya," ucap Devan.


"Apaan sih,, aku nggak akan seperti itu," ucap Angel.


"Iya nak,, percaya pada istrimu," ucap Mama Devan lagi.


Namun Devan tetap merasa ragu,, karena dia sangat tau bagaimana saling cintanya Angel dan Diki dulu.


"Ayo kita pergi sekarang," ucap Angel.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Devan.


"Kalian hati-hati yah," ucap Mama Devan lagi.


"Iya ma," ucap Angel dan Devan bersamaan.


Dan akhirnya mereka pun pergi untuk bertemu dengan Diki.


##################


Sementara di tempat lain,, Diki,, Nadia dan Ayu sedang duduk bersama.


"Emm ayo pesan makan," ucap Nadia mencairkan suasana yang sejak tadi sangat hening.


Mereka pun memesan makanan.


"Emm,, gimana Dik,, kamu senang kerjanya?" tanya Nadia untuk mencairkan suasana lagi karena sejak tadi mereka hanya saling diam setelah memesan makanan, Nadia tidak suka berada dalam suasana yang sangat hening.


Diki memang sudah tidak menggunakan nama samaran lagi. Dia sudah lama menggunakan nama aslinya.


"Iya senang banget,," ucap Diki yang membuat Ayu senang begitu mendengar ucapan Diki.


"Oh baguslah,, kamu jangan terlalu capek Diki,, karena kamu kan belum sembuh total," ucap Nadia lagi.

__ADS_1


"Iya benar kata Nadia kamu nggak boleh terlalu capek,, dan aku juga nggak akan terlalu memaksa dia kerja kok," ucap Ayu sambil tersenyum melihat Nadia.


"Baguslah,, kamu mengerti keadaan Diki," ucap Nadia lagi sambil tersenyum melihat Ayu.


"Iya,, dia sangat mengerti kok,, makanya aku senang-senang saja kerjanya,, akhir-akhir ini aku juga sudah jarang sakit kepala,," ucap Diki lagi sambil melihat Ayu dan Nadia secara bergantian.


Diki tidak tau apa-apa bahwa kedua wanita yang berada di dekatnya saat ini sedang menunjukkan perhatian mereka pada Diki.


Ayu lagi-lagi tersenyum senang begitu mendengar ucapan Diki.


Hmmm seandainya Diki mencintai aku,, pasti aku sangat bahagia,, tapi aku akan selalu mengusahakan agar Diki bisa cinta padaku,, karena aku benar-benar sangat jatuh cinta padanya,, nggak nyangka banget kalau aku akan benar-benar jatuh cinta pada dia,, batin Ayu sambil melihat Diki.


Sementara Nadia...


Kira-kira kalau suatu saat nanti ingatan Diki sudah pulih lagi,, apa dia bisa mencintai ku seperti aku mencintai dia? dia kan nggak mungkin bersama dengan Angel lagi,, karena Angel sudah memiliki suami,,, apa aku jahat jika berusaha membuat Diki mencintai ku? batin Nadia sambil melihat Diki.


"Kalian berdua kenapa? kok lihatin aku seperti itu?" ucap Diki.


"Apa ada yang salah dengan ku?" tanya Diki sambil melihat Ayu dan Nadia secara bergantian.


"Emmm nggak ada kok," jawab Ayu dan Nadia secara bersamaan.


Sementara di depan restoran itu,, sudah ada Angel yang sedang bersama dengan Devan untuk menemui Diki. Angel belum tau jika di tempat itu ada Nadia juga. Angel tampak sangat tegang begitu ingin bertemu dengan Diki.

__ADS_1


Devan datang ke restoran itu karena informasi dari Ayu.


__ADS_2