Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Ada hati yang terluka,,


__ADS_3

Diki yang mengetahui Ayu memperhatikan dirinya benar-benar bingung dengan Ayu.


Ayu kenapa yah? apa ada yang salah dengan aku? kok perasaan sejak tadi dia memperhatikan aku terus,, batin Diki.


"Emm Ayu, kamu kenapa memperhatikan aku terus? apa aku ada salah? atau kamu berniat mau memecat aku?" ucap Diki langsung karena sudah penasaran dengan alasan Ayu memperhatikan dirinya terus.


Sedangkan Ayu benar-benar terlonjak kaget begitu mendengar ucapan Diki yang tiba-tiba. Ayu benar-benar di buat salah tingkah dengan ucapan Diki.


Diki benar-benar bingung dengan Ayu.


"Emm nggak kok,, aku nggak ada niat sama sekali untuk memecat kamu,," ucap Ayu cepat sambil melihat ke depan tidak lagi melihat Diki.


"Oh,, terus kenapa kamu memperhatikan aku terus,, ayo katakan saja,, ada yang kamu nggak suka kah dengan yang aku lakukan? biar aku bisa merubahnya,," ucap Diki lagi sambil fokus menyetir mobil Ayu.

__ADS_1


Aku memperhatikan kamu itu karena aku juga nggak tau,, kenapa aku senang sekali memperhatikan dia,, apa jangan-jangan aku benar-benar sudah jatuh cinta pada Diki? astaga nggak boleh,, massa aku yang jatuh cinta sih,, kan tugas aku lain,, tapi kenapa berada di dekat dia aku benar-benar nyaman dan dia pria yang sangat baik,, baru kali ini jantungku deg-degkan ketika dekat dengan cowok,, akkhh aneh banget,, batin Ayu yang bingung sendiri dengan perasaannya.


"Ayu kok diam?" ucap Diki lagi sambil menoleh sebentar ke arah Ayu lalu kembali fokus menyetir mobil Ayu.


"Emm aku memperhatikan kamu karena aku takut aja kamu pusing lagi Adri,, kamu kan habis pusing tadi,, jadi yah gitu,, aku terus memperhatikan kamu,," ucap Ayu yang merasa lega karena menemukan alasan pada waktu yang tepat.


"Oh itu,, kamu nggak perlu khawatir,, aku nggak pusing lagi kalau sudah minum obat kok,, karena biasanya seperti itu,,," ucap Diki sambil tersenyum melihat Ayu.


Ya ampun please jangan senyum,, manis banget sih senyumnya,, kok aku jadi nggak tau diri gini sih,, batin Ayu.


"Makasih yah Ayu sudah baik dan memperhatikan aku," ucap Diki lagi.


"Iya,, udah kamu santai aja nggak usah bilang makasih segala,," ucap Ayu cepat sambil lagi-lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

__ADS_1


"Oh iya langsung ke rumah kamu kan?" ucap Diki lagi.


"Iya,, kamu makan dulu baru balik," ucap Ayu lagi.


"Aku makan di rumah aja," ucap Diki lagi yang merasa tidak enak pada Ayu.


"Makan di rumah aku aja,, nanti aku antarin kamu balik,," ucap Ayu lagi.


"Emm sebenarnya aku nggak enak Ayu,, massa kamu antarin aku balik lagi,, biar aku usaha sendiri aja buat balik," ucap Diki lagi.


"Udah nggak apa-apa,, nggak usah merasa nggak enak sama aku,, seperti kata aku tadi santai aja," ucap Ayu lagi sambil tersenyum pada Diki.


Diki pun ikut tersenyum sambil melihat sebentar ke arah Ayu.

__ADS_1


Sementara itu di dalam mobil lain ada hati yang terluka melihat kedekatan Ayu dan Diki di dalam mobil,, yah wanita itu tidak lain adalah Nadia.


Nadia yang pulang dari kantor tidak sengaja bertepatan mobil dengan mobil Ayu. Nadia sudah tentu mengetahui mobil Ayu karena dia sangat mengingatnya ketika mereka bertemu di rumah Diki.


__ADS_2