Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Aku nggak kenapa-kenapa,,


__ADS_3

"Nyonya tidak marah kan? saya benar-benar minta maaf Nyonya,, tadi saya benar-benar khawatir pada Nyonya dan juga kandungan Nyonya,, jadi saya tidak fokus lagi pada mobil tadi," ucap anak buah Devan lagi sambil melihat Angel yang sedang terdiam membisu dan tampak sedang memikirkan sesuatu.


Angel pun tersadar dari lamunannya begitu mendengar ucapan anak buah Devan yang sangat jelas terdengar sangat khawatir dan juga takut jika dirinya marah.


"Iya nggak apa-apa kok,, udah santai aja,, aku tau kamu pasti akan lebih mengkhawatirkan aku,, karena itu tugas kamu untuk menjaga aku,, pasti suamiku menyuruh kamu dengan segala kekhwatiran dia," ucap Angel sambil tersenyum melihat anak buah Devan.


Anak buah Devan lagi-lagi langsung bernafas lega,, dia benar-benar takut Angel marah padanya dan memberitahukan suaminya.


Angel pun teringat dengan Nadia. Dengan segera Angel melihat ponselnya kembali untuk melihat panggilan.


Ya ampun masih tersambung panggilan telfonnya ternyata,, batin Angel.


"Halo,, Nadia maaf yah,, aku nggak bermaksud cuekin kamu,, hanya tadi ada sedikit kejadian yang cukup membuat aku terkejut,," ucap Angel.


"Kejadian apa?" tanya Nadia.

__ADS_1


"Kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Nadia lagi dengan perasaan khawatirnya..


"Iya aku nggak kenapa-kenapa kok,, nanti aku cerita,, sekarang aku mau kesitu yah,, aku nggak jadi ada urusan,," ucap Angel yang membuat Nadia dan Clarisa mengernyitkan dahinya bingung.


"Emmm baiklah,, disini kamu cerita yah," ucap Nadia lagi yang benar-benar sangat penasaran dan juga khawatir pada Angel.


"Iya, aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Angel lagi.


"Iya,, dan hati-hati yah,, beritahu sopir kamu agar hati-hati,, jangan sampai kamu kenapa-kenapa," ucap Nadia lagi.


"Iya Nadia,," ucap Angel lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Nadia.


Angel sebenarnya ingin bertanya mengenai Clarissa tapi dia masih agak segan,, karena dia tidak mau hubungannya dengan Clarisa akan seperti dulu lagi jika dia salah melakukan sesuatu.


Anak buah Devan langsung pucat seketika begitu melihat panggilan tak terjawab dari Devan sangat banyak. Dan wajah pucat anak buah Devan tidak luput dari pandangan mata Angel,, membuat Angel mengernyitkan dahinya bingung.

__ADS_1


"Ada apa? kamu nggak perlu khawatir aku nggak apa-apa kok,, dan jangan sampai kejadian ini sampai ditelinga suami ku yah,, jadi kamu harus biasa aja,, jangan sampai suamiku curiga dan malah tau kita yang hampir kecelakaan," ucap Angel sambil melihat anak buah Devan.


"Ini lebih menakutkan Nyonya," ucap anak buah Devan sambil memperlihatkan panggilan tak terjawab dari Devan.


Angel langsung menelan salivanya kasar. Hingga tak lama Devan menelepon lagi, membuat Angel dan anak buah Devan saling pandang.


"Sini biar aku saja yang angkat panggilan telfon dari suamiku,, kamu diam saja yah," ucap Angel sambil meminta ponsel anak buah Devan.


"Baik Nyonya," ucap anak buah Devan sambil memberikan ponselnya pada Angel.


Angel dengan segera mengangkat panggilan telfon dari Devan.


"Halo,, kamu ini ngapain saja? sejak tadi aku telfon,, istriku tidak kenapa-kenapa kan? atau jangan-jangan kamu nggak angkat karena dia kenapa-kenapa,," ucap Devan langsung begitu panggilan telfonnya telah diangkat.


"Iya aku nggak kenapa-kenapa,, jangan marah sama anak buah mu,, dia tadi sedang fokus menjaga ku makanya dia nggak nyadar kalau kamu udah menelepon banyak kali," ucap Angel dari balik telfon.

__ADS_1


__ADS_2