Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Makan Malam


__ADS_3

Malam ini Damar mengajak Ayu ke sebuah acara yang diadakan salah satu klien bisnisnya disebuah hotel mewah. Damar memang selalu mengajak Ayu menemaninya datang ke acara-acara penting seperti ini. Tidak hanya Damar, beberapa klien bisnisnya juga membawa pasangan mereka masing-masing.


Ayu yang selalu tampil cantik walau hanya dengan make up tipis yang dia aplikasikan diwajahnya, membuatnya selalu menjadi perhatian orang-orang yang hadir disana. Damar juga tidak mengerti kenapa istrinya itu selalu menjadi pusat perhatian, padahal dulu saat dia datang bersama Ambar yang penampilannya jauh lebih segalanya dari Ayu, orang-orang tidak pernah mencuri pandang kepada Ambar, seperti pada Ayu. Walaupun mereka menatap Ambar, tapi tidak seperti menatap Ayu.


Entah kekuatan apa yang dimiliki Ayu, hingga membuat semua orang seolah tersihir oleh pesonanya, termasuk dirinya sendiri dan juga Tristan yang juga hadir diacara itu. Sejak kehadiran Damar dan Ayu, pandangan Tristan tidak pernah lepas dari sosok Ayu yang tampil begitu cantik malam itu, membuat dia benar-benar mengagumi dan sangat betah menatap wajah cantiknya.


Kendati begitu, Tristan tidak berani menghampiri Damar dan Ayu yang saat ini berada tidak jauh darinya. Dia terus memperhatikan, dan mencuri pandang tanpa seorangpun tahu.


Damar mengajak Ayu pulang, padahal acara belum selesai, dan Ayu mengangguk setuju. Damar lalu berpamitan hendak meninggalkan acara tersebut. Baru beberapa langkah kakinya melangkah menuju pintu keluar, Damar dan Ayu berpapasan dengan Tristan. Damar langsung menyapanya. "Selamat malam pak Tristan!!"


"Selamat malam pak Damar!! Apa anda baru datang?. "TanyaTristan pura-pura terkejut seolah-olah dia baru melihat Damar.


"Tidak pak Tristan, saya...maksud saya, kami datang dari tadi."Jawab Damar, lalu dia mengenalkan Ayu pada Tristan. Mereka berdua bersalaman, setelah itu Damar dan Ayu pulang.


Tristan menatap sekilas kepergian mereka berdua, lalu kembali bergabung bersama yang lainya. Beni juga hadir diacara itu, hanya saja saat itu dia sedang bersama rekannya yang lain, jadi dia tidak bertemu dengan Ayu.


.....


"Mas, kenapa jalan kesini?. Kita mau kemana?."Ayu bertanya pada suaminya, saat dia sadar Damar melajukan mobil berlawanan dengan arah rumah mereka.

__ADS_1


Damar melirik Ayu sekilas sambil tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Mas!! Ditanya bukanya jawab kok malah senyam-senyum sendiri, kenapa sih?."Tanya Ayu lagi.


"Kamu tahu sayang, aku merasa sangat bahagia saat ini, jadi aku ingin merayakanya berdua bersama kamu. "Sahut Damar, seraya menggenggam tangan Ayu dan menatapnya sambil tersenyum manis dan begitu hangat. Melihat senyum manis dan tulus yang mengembang dibibir suaminya, Ayu membalas tidak kalah manisnya.


Tak lama kemudian, mereka sampai ditempat tujuan. Damar ternyata membawa Ayu ke salah satu hotel miliknya, dan saat ini mereka sudah berada di kamar presidential suite di hotel itu. Damar memeluk Ayu dengan begitu erat, membuat sang empu tersentak dengan apa yang dilakukan Damar padanya dengan tiba-tiba. "Mas, kita nggak akan nginep disini kan?."Tanya Ayu yang kembali membuat senyum Damar mengembang dibibirnya.


Ayu tidak tahu kenapa Damar membawanya ke hotel. Dia juga tidak tahu apa yang membuat suaminya itu merasa bahagia, dan bersikap begitu manisnya malam itu. Ayu ingin menanyakanya, tapi sikap Damar malam itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ayu hanya ingin menikmati momen itu bersama suaminya.


Damar dan Ayu saling melempar senyum, lalu Damar memeluk dan menciumnya dengan penuh kasih sayang. Mereka melewati malam yang indah disana. "Makasih sayang!! Kamu membuatku sangat bahagia. Aku sangat bersyukur mempunyai kamu."Bisik Damar ditelinga Ayu, membuatnya tersanjung sekaligus penasaran. Damar masih memeluk dan terus menghujani wajah Ayu dengan kecupan mesra.


"Sebenarnya ada apa mas?. Apa yang terjadi?. Kenapa kamu bisa sebahagia ini?. Kamu menang tender besar?."Tanya Ayu yang masih penasaran.


"Kamu...kamu yang membuatku sangat bahagia."Jawab Damar seraya mencium pipi Ayu. Kata-kata manis dan pujian terus terucap dari mulut Damar, membuat Ayu tersenyum bahagia, walaupun ada sedikit rasa geli menyelinap dalam hati, dan Ayu merasa Damar terlalu berlebihan memujinya. Tapi melihat kebahagian diwajah Damar Ayu tahu, suaminya itu mengatakannya dengan tulus. Merasa terharu, Ayu memeluk Damar dengan erat.


Setelah melewati malam panjang yang indah, Ayu dan Damar kembali ke rumah mereka. Damar sengaja mengambil cuti, untuk mengajak keluarganya liburan selama satu minggu. Keluarga itu terlihat sangat bahagia menikmati liburan mereka.


....

__ADS_1


Kebahagian juga tengah dirasakan oleh Ambar saat ini. Pasalnya, Tristan mengajaknya bertunangan secepatnya, dan acara itu akan dilangsungkan malam ini, dikediaman orang tua Ambar. Walau pertunangan itu terkesan mendadak, tapi acara berlangsung lancar, dan membuat Ambar sangat bahagia.


Satu bulan kemudian


Saat ini Damar dan Ayu menghadiri undangan makan malam dari klien barunya, Tristan disebuah restoran mewah, untuk merayakan keberhasilan proyek kerjasama diantara mereka. Makanan sudah tertata rapi di meja, di private room restoran itu. Damar dan Tristan masih berbincang, dan Ayu hanya mendengarkan pembicaraan itu.


Tak lama kemudian, seorang wanita cantik datang, lalu Tristan menghampirinya."Hay sayang!! Maaf aku telat." Ucap wanita itu, yang tak lain adalah Ambar seraya mencium pipi kiri dan kanan Tristan, bergantian.


"Gapapa sayang. Kami juga baru datang."Sahut Tristan. "Oh ya sayang, aku mau kenalin kamu sama klien aku. Ayo!! Kata Tristan seraya menggandeng tangan Ambar, lalu menghampiri Damar dan Ayu yang sudah berdiri, menyambut tunangan Tristan yang sudah mereka tunggu.


Ayu dan Damar nampak terkejut, saat mereka tahu, kalau tunangan yang dimaksud Tristan ternyata adalah Ambar. Tak hanya mereka yang terkejut, tapi juga Ambar. Senyum diwajahnya tiba-tiba memudar dan menghilang, saat dia melihat Ayu dan Damar berdiri dihadapanya. Ayu menatap Damar sekilas, lalu kembali menatap Ambar dan Tristan yang sudah berdiri tepat disamping kirinya.


"Oh ya pak Damar, kenalkan. Ambar, calon istri saya." Ucap Tristan memperkenalkan Ambar."Kenapa malah bengong?. Apa kalian sudah saling kenal?."Tanya Tristan pura-pura.


"Tentu saja saya mengenalnya. Maksud saya, siapa yang tidak mengenal Ambar Widari Kusuma, salah satu desainer terkenal dinegeri ini."Jawab Damar, lalu mengulurkan tangan, seraya menyebutkan namanya seolah mereka berdua memang baru pertama bertemu."Damar." Ucapnya.


Ambar yang masih terkejut menatap tangan Damar, lalu diapun mengulurkan tangannya, bersalaman sambil menyebutkan namanya. "Ambar."Balas Ambar. Hal yang sama dia lakukan saat Ayu mengulurkan tangan padanya.


Mereka duduk, lalu memulai acara makan malam itu. Ambar dan Ayu terlihat canggung, walau mereka berusaha menyembunyikannya. Lain halnya dengan Damar yang terlihat biasa saja sekarang, walau memang tadi dia sempat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2