
Sementara itu di meja makan Rina dan Ravel tengah sarapan bersama. Tapi mereka masih sama - sama bungkam tanpa berkata apapun.
"Matilah aku, setelah ini dia pasti murka. Aku harus memikirkan alasan yang tepat." Gumam Ravel dalam hati.
"Selesai sarapan kita ke kosan kamu ya, sambil ngerjain tugas kuliah." Ujar Rina memecah keheningan.
"Iya." Jawab Ravel singkat.
Setelah keduanya selesai sarapan, merekapun berpamitan ke orang tua Rina untuk mengerjakan tugas di kosan Ravel.
"Ma, Pa. Rina sama Ravel ke kossan dulu ya. Mau ngerjain tugas." Izin rina.
"Loh, kenapa gak di sini aja ngerjain tugasnya?" Tanya mama Sri.
"Gak ma, nanti ada temen juga yang mau datang. Kalau di sini mereka gak leluasa." Jawab Rina berbohong. Sebenarnya tidak ada teman mereka yang akan datang ke kossan.
"Yasudah kalau gitu." Ujar mama Sri.
Setelah berpamitan dan bersalaman dengan orang tua Rina, mereka pun berangkat menuju kossan Ravel.
Sesampainya di kossan, Rina langsung menutup pintu dan melempar kunci motor nya sembarangan.
"Maksud kamu apa bilang ke mama papa kalau Ardan itu pacar kamu?" Tanya Rina pada Ravel emosi.
"Emangnya kamu punya ide apa buat ngilangin kecurigaan mama sama papa kamu ke kita?" Tanya Ravel tidak mau kalah.
__ADS_1
"Tapi kenapa harus dia? Emangnya gak ada yg lain?" Tanya Rina.
"Kalau aku bilang yang lain, mereka belum tentu percaya. Pasti bakal banyak lagi pertanyaan yang mereka tanyain ke kita. Seenggaknya sekarang kita aman." Ujar ravel.
"Tapi bukan berarti harus bilang kalau dia pacar kamu kan? Bisa aja kamu bilang kalau dia pacar aku. Apa jangan - jangan kamu juga suka kan sama Ardan?" Tuduh Rina pada Ravel.
"Rin, aku bukan kamu yang gampang ngebagi hati aku buat orang lain." Ujar Ravel emosi. Karna Ravel tau, Rina pernah bilang kalau dia menyukai Ardan. Dan dia mau berubah kalau orang yang membuatnya berubah itu Ardan.
Mendengar ucapan Ravel, seketika itu juga dia diam. Rina tau, sudah beberapa kali dia menghianati Ravel. Dan selingkuh di belakangnya. Yang akhirnya membuat Ravel jengah dengan Rina karena sering di sakitin. Membuat Ravel ingin berubah dan membuka hati untuk laki - laki.
"Maafin aku." Ucap Rina merasa bersalah.
"Udahlah. Percuma kamu bilang maaf kalau nantinya di ulang lagi ngelakuin kesalahan yang sama." Ujar Ravel.
"Sekarang mending kita ngerjain tugas. Nanti malam udah harus di kumpulin." Sambung ravel.
Rina dan Ravel memilih untuk kuliah kelas malam. Karena Ravel harus bekerja dari pagi sampai sore hari. Tapi kebetulan hari itu Ravel libur 3 hari karena kantor tempat dia bekerja sedang melakukan tour ke luar kota. Sedangkan Ravel memilih untuk tidak ikut. Alasannya tidak mau meninggalkan pelajarannya. Padahal sebenarnya karna Rina tidak mengizinkannya pergi.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Beberapa hari kemudian, Ravel selesai bekerja dan dia hendak keluar dari gerbang kantornya untuk menunggu angkutan umum. Tapi tiba - tiba Ravel kaget melihat sosok laki - laki yang datang menghampirinya.
"Hay vel." Sapa laki - laki itu sambil tersenyum memperlihatkan dua lesung pipinya.
"Loh mas, kamu kok ada di sini? Ngapain?." Tanya Ravel penasaran.
__ADS_1
"Aku ke sini mau ketemu kamu." Jawab laki - laki itu.
"Emang mas Ardan tau dari mana kalau aku kerja di sini?" Tanya Ravel. Karena seingatnya dia tidak pernah memberitahu dimana tempat dia bekerja kepada Ardan.
"Dari Rina." Jawab Ardan sambil tersenyum.
"Katanya hari ini kuliah jam pertama kosong kan? Aku traktir makan dulu ya, sambil ada yang mau aku omongin. Nanti sekalian aku antar ke kampus." Ujar nya lagi.
"Hemm. Kalau gitu aku telfon Rina dulu biar nyusul." Kata Ravel.
"Jangan..." Kata Ardan melarang.
"Loh, kenapa mas?" Tanya Ravel heran.
"Aku pengen ngomong berdua aja sama kamu. Bisa kan?" Kata Ardan
"Aku gak enak dong mas sama Rina. Kan mas ardan kenalannya Rina. Masa ngajakin aku makan tanpa Rina." Tutur Ravel. Karna memang mereka kenal karena Rina yg mengenalkannya.
"Makanya Rina jangan sampai tau. Mau ya.. please, sebentar aja." Ujar Ardan memohon sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
"Baiklah. Sebentar aja ya." Jawab Ravel akhirnya menyetujui.
"Okee.. yuk kita berangkat. Mobil aku parkir di sana." Ajak Ardan sambil menunjuk ke sebrang jalan dimana dia memarkirkan mobilnya.
Mereka akhirnya pergi ke sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari kampus ravel. Alasannya agar ravel bisa jalan kaki ke kampus tanpa di antar oleh Ardan. Ravel takut kalau Ardan mengantarnya sampai kampus dan teman - temannya melihat, bisa - bisa mereka bertanya di depan rina siapa laki - laki yang mengantarnya. Dia harus jawab apa di depan Rina nanti. Ravel tidak mau kalau sampai Rina salah paham.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
budayakan like sesudah membaca yaa. biar author makin semangat buat nulis.