
Angel pun tak kalah sedihnya begitu mendengar ucapan Diki. Tapi sudah begini lah takdir mereka berdua,, bertemu tanpa bisa bersama.
Dan yang lainnya pun ikut sedih,, Devan juga sebenarnya kasihan melihat Diki saat ini,, karena Devan juga tau Diki orang yang baik,, tapi Devan juga tak bisa memberikan Angel pada Diki karena itu sama saja membunuhnya secara perlahan.
Sedangkan Nadia dan Ayu ingin sekali menghibur Diki namun mereka tau saat ini bukan saat yang tepat,, Diki masih shock atas apa yang baru diketahuinya.
"Kamu jangan berbicara seperti itu Diki,, apa kamu nggak merindukan orang tuamu,, lihatlah mereka,, mereka sangat bahagia begitu kamu masih hidup dan juga ingatan kamu sudah pulih,," ucap Angel dan Diki pun langsung melihat kedua orang tuanya yang tampak sangat bersedih melihat Diki yang sekarang sedang sedih juga.
"Apa kamu tidak merindukan ku sama sekali?" tanya balik Diki kepada Angel.
Angel pun langsung terdiam begitu mendengar pertanyaan dari Diki,, karena jika jujur Angel sangat merindukan Diki,, namun bukan rindu sebagai pacar lagi,, melainkan rindu sebagai teman. Angel tak mau mengucapkan itu karena Diki pasti akan sakit hati.
"Nak,, jangan bertanya seperti itu pada Angel,, tentu Angel juga pasti merindukan kamu,, namun sudah beda karena saat ini dia sudah memiliki suami dan juga sedang mengandung,, kamu nggak mungkin menjadi perusak rumah tangga orang kan?" ucap Mama Diki lembut sambil melihat Diki.
__ADS_1
"Lihatlah dia saat ini,, Angel sangat bahagia,, bukannya kamu juga bahagia jika melihat dia bahagia meskipun bukan bersama mu, Diki yang aku kenal seperti itu,, akan selalu mengutamakan kebahagiaan Angel," ucap Mama Diki lagi yang takut anaknya akan berubah menjadi jahat seperti sepupunya Marco.
Tak ada tanggapan apapun dari Diki membuat yang lainnya hanya bisa saling pandang.
"Aku ingin sendiri," ucap Diki setelah cukup lama diam.
Banyak yang khawatir begitu mendengar ucapan Diki.
Diki pun menganggukkan kepalanya.
"Aku nggak akan kenapa-kenapa ma,, karena saat ini aku sudah baik-baik saja,, hanya hatiku yang saat ini tak baik-baik saja," ucap Diki lagi.
"Emm baiklah sayang,, kami keluar dulu,," ucap Mama Diki.
__ADS_1
"Aku ingin pulang ma,, dan aku ingin sendiri ketika sudah di rumah," ucap Diki lagi yang tak betah di rumah sakit.
"Tapi,, kamu mungkin masih butuh perawatan sayang," ucap Mama Diki lagi.
"Aku udah nggak butuh itu ma,, aku saat ini baik-baik saja,, cuma hatiku yang sakit dan rumah sakit pun tak memiliki obatnya,, jadi untuk apa aku disini," ucap Diki lagi.
"Baiklah nak kalau kamu ingin pulang,, kami akan mengurus administrasi nya dulu yah," ucap Mama Diki lagi yang berencana akan memanggil dokter pribadinya saja untuk memeriksa keadaan Diki jika Diki sudah berada di rumah.
Diki pun hanya menganggukkan kepalanya lalu diam. Diki bahkan tak menoleh kepada siapapun. Diki hanya tertunduk sambil berpikir,, hanya Diki lah yang tau apa isi pikirannya.
Angel pun memutuskan untuk diam,, memberikan waktu buat Diki untuk menenangkan diri.
Dan pada akhirnya Diki pun pulang ke rumahnya,, sebelum Diki keluar dari rumah sakit,, Diki terlebih dahulu diperiksa oleh dokter.
__ADS_1