Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Laki-laki tega yang pernah aku temui,,


__ADS_3

"Ayu kok kamu malah diam?" ucap Devan karena tidak mendengar suara Ayu.


"Kamu dengarkan yang aku katakan?" tanya Devan lagi.


"Iya tuan,, saya sangat senang dengar," ucap Ayu lagi.


"Baguslah,, kamu harus lebih semangat lagi buat mendapatkan Diki,, dan jangan buat dia mengingat masa lalunya lagi,, dia harus memulai hidup barunya sekarang,, membuat memori baru bersama kamu," ucap Devan lagi.


Ayu pun menganggukkan kepalanya.


"Iya tuan," ucap Ayu sambil tersenyum bahagia karena dia mendapatkan dukungan dari Devan,, dan Ayu juga memang telah jatuh cinta pada Diki, entah kapan dia jatuh cinta karena Ayu pun tidak menyadari kapan dia jatuh cinta pada Diki.


"Oke kalau begitu,, aku tutup dulu panggilan telfonnya yah, aku sudah sangat merindukan istriku,, dia juga lagi mengandung harus dijaga baik-baik,," ucap Devan lagi.


"Iya tuan," ucap Ayu sambil tersenyum karena mendengar Devan yang sangat bucin pada Angel.

__ADS_1


Istri tuan Devan benar-benar sangat beruntung bisa mendapatkan pria seperti tuan Devan yang sangat bucin padanya,, batin Ayu.


Devan pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Ayu.


Devan pun segera berjalan menuju ke kamarnya lagi,, namun Devan benar-benar terkejut begitu melihat Angel yang sedang berdiri di depannya dengan tatapan mata yang sulit dijelaskan.


Deg...


Sejak kapan istriku berada di dalam ruangan ku? kok aku bisa lupa mengunci pintu sih,, apa dia mendengar pembicaraan aku dengan Ayu? nggak,, nggak boleh,, aku nggak mau dia mendengar pembicaraan aku dengan Ayu,, semoga dia tidak mendengar apa-apa,, batin Devan yang benar-benar sangat takut jika Angel mengetahui semuanya.


Jantung Devan benar-benar berdetak semakin kencang begitu melihat Angel menangis dengan tatapan penuh kebencian pada dirinya.


Apa ini berarti dia telah mendengar semua pembicaraan aku bersama Ayu tadi? batin Devan lagi.


"Sayang,, kamu kenapa? kok nangis,, kamu pengen sesuatu yah? sejak kapan istriku berada disini?" tanya Devan berusaha terlihat biasa saja,, sambil berjalan mendekati Angel.

__ADS_1


Namun langkahnya terhenti begitu melihat Angel berjalan menjauh dari dirinya.


"Jangan dekati aku,, kamu pembohong, kamu jahat,," teriak histeris Angel pada Devan.


"Sayang,, kamu kenapa hei,, siapa yang pembohong? siapa yang jahat? aku pria yang sangat mencintai kamu,, mana mungkin aku bohong dan jahat pada kamu,," ucap Devan yang masih berusaha terlihat biasa saja,, namun di dalam hatinya sudah diselimuti dengan kepanikan ditambah bayang-bayang dia akan kehilangan Angel.


Devan perlahan-lahan ingin mendekati Angel,, namun Angel terus bergerak menjauh dari Devan. Membuat Devan semakin kalang kabut dibuatnya.


Angel tertawa campur terluka di hadapan Devan membuat Devan ingin sekali menghapus air mata Angel,, namun Angel tak ingin Devan mendekati dirinya.


"Sayang,, jangan menangis,, ingat kamu lagi mengandung sayang,, ingat anak kita,," ucap Devan lagi yang masih mencoba mendekati Angel, namun lagi-lagi Angel menjauh darinya,, sebenarnya Devan ingin sekali membawa Angel ke dalam pelukannya namun Devan takut jika Angel berontak dan mengakibatkan kandungan Angel bermasalah nantinya.


"Aku nggak perduli,, kamu laki-laki tega yang pernah aku temui,, aku udah dengar semua pembicaraan kamu dengan Ayu,, aku nggak nyangka kamu tega lakukan ini,, aku benar-benar nggak nyangka," teriak Angel histeris sambil menangis.


Tubuh Devan langsung lemas seketika begitu mendengar ucapan Angel,, tiba-tiba Devan langsung menangis di hadapan Angel.

__ADS_1


__ADS_2