
"Kalau kamu tidak bisa setia padaku, lebih baik kita berpisah."Kata Ambar tanpa ragu, membuat Andreas terkejut.
"Jangan main-main kamu Ambar."Sahut Andreas.
"Aku tidak main-main. Aku sudah memikirkanya baik-baik. Aku atau wanita manapun juga pasti tidak akan mau mempunyai suami yang suka meniduri wanita lain. Aku tidak bisa terima itu Dre, hatiku sakit.
Pilihan sekarang ada ditangan kamu. Kalau kamu memang mencintaiku, aku minta kamu setia dan menerima keadaanku, kalau tidak, sebaiknya kita berpisah. Aku tidak suka milikku dimiliki orang lain."Ujar Ambar lalu meninggalkan Andreas di klinik itu.
Andreas tercekat, tak percaya mendengar semua ucapan Ambar. Dia tahu Ambar tidak main-main dengan ucapannya.
Setelah Andreas mengatakan tentang keinginanya meniduri Ayu, Ambar membayar seseorang untuk mencari tahu alasan suaminya ingin melakukan itu. Dari orang suruhannya itulah Ambar tahu segalanya.
Suami yang sangat dia cintai ternyata menginginkan Ayu sejak lama, dan itu membuat hatinya sangat sakit. Ambar tidak mengerti kenapa Andreas begitu bernafsu ingin meniduri Ayu, padahal dia merasa dirinya lebih segalanya dari Ayu.
Tak hanya Andreas, tapi juga Damar. Ambar bisa melihat dari mata dan sikap Damar, kalau mantan suaminya itu sangat mencintai Ayu. Ambar bertanya dalam hatinya, apa kelebihan Ayu atau apa yang sudah Ayu lakukan sampai-sampai Damar dan Andreas begitu menggilainya
Apa menariknya wanita itu dimata kedua lelaki yang saling terhubung denganya. Ambar akui Ayu memang cantik, tapi menurutnya dia tetaplah perempuan biasa yang berada jauh dibawahnya.
Saat Andreas mengatakan kalau dia ada urusan di Bandung, diam-diam Ambar mengikutinya. Ambar terus mengawasi dan mengikutinya sampai ke vila itu tanpa membuat Andreas curiga.
Ambar membohonginya dengan mengatakan kalau dia akan mengunjungi kerabatnya di Pontiannak. Ambar sudah mengetahui semua rencana Andreas, oleh karena itu dia nekat mengikutinya sampai ke Bandung.
Tanpa Andreas ketahui Ambar memasang gps di mobil Andreas juga menyadap ponselnya, hingga dengan mudah Ambar bisa melacak keberadaannya.
Ambar juga mengetahui semua tentang Andreas yang ternyata masih suka berpetualang, seperti dirinya dulu. Ambar sakit hati mengetahui orang yang dia cintai ternyata suka bermain dibelakangnya.
Sekarang dia mengerti kenapa waktu itu, Damar dengan mudahnya menyetujui gugatan cerai yang dilayangkanya. Sakit rasanya mengetahui orang yang kita cintai, mengkhianati kita.
__ADS_1
Rasanya dia seperti wanita bodoh yang bisa dengan mudah dibohongi oleh Andreas. Ambar mulai meragukan cinta Andreas padanya. Dia tidak tahu apa selama ini Andreas benar-benar mencintainya, atau dia hanya dijadikan pelampiasan saja.
Mungkin ini juga yang dirasakan Damar saat itu. Merasa tidak dihargai, terbuang dan merasa dibodohi. Ambar sudah memikirkan semuanya, dia akan meninggalkan Andreas jika Andreas tidak bisa setia kepadanya.
Sakit memang, tapi lebih sakit lagi jika dia terus bersama lelaki yang tidak puas dengan satu wanita. Dia tidak rela orang yang dia cintai memadu kasih dan bercinta dengan orang lain, juga dengan dirinya sekaligus.
...
Semua yang Ambar katakan pada Andreas tadi sangat menggangu fikiranya. Dia tidak mau Ambar meninggalkannya, tapi dia juga tidak bisa menuruti keinginan Ambar, untuk setia kepadanya. Jiwa petualang yang ada pada diri Andreas rasanya sangat sulit dia kendalikan.
Fikiran nakal dan fantasi liarnya terus saja meracuni otaknya setiap kali melihat wanita yang menurutnya sangat menggoda dan bisa memuaskanya. Dan saat ini wanita yang paling membuatnya penasaran adalah Ayu.
Walau Andreas juga memuji kehebatan permainan ranjang Ambar, tapi tetap saja dia selalu merasa penasaran dan membayangkan seandainya dia bercinta dengan wanita berbeda.
Andreas melamun, sampai tidak menyadari kehadiran beberapa orang petugas dari kepolisian yang datang bersama detektif David.
"Selamat malam!! Sapa salah seorang dari mereka, membuat Andreas terkejut.
"Apa benar saudara yang bernama Andreas?."Tanya polisi itu.
"Benar. Saya Andreas. Ada yang bisa saya bantu?." Tanya Andreas.
"Begini pak Andreas, kami mendapatkan laporan bahwa anda telah melakukan upaya penculikan dan penyekapan terhadap korban atas nama Muhamad Raditya Sagara. Dan kedatangan kami kemari untuk membawa anda ke kantor. Ini surat perintahnya."Kata polisi itu seraya menunjukan surat perintah penangkapan atas dirinya.
"Tidak pak!! Saya tidak melakukan hal itu. Bapak pasti salah." sahut Andreas menyangkal.
"Sebaiknya pak Andreas ikut kami ke kantor dan jelaskan semuanya disana."Ujar polisi itu. Andreas tidak punya pilihan lain selain menurut. Brengs*k kamu Damar. Kamu berani melaporkanku. Lihat saja, kamu tidak akan bisa membuatku di tahan. Batin Andreas.
__ADS_1
Malam itu Andreas digelandang ke kantor polisi, tak hanya Andreas tapi juga semua anak buahnya. Andreas tidak tahu kalau polisi sudah datang dan menyegel vilanya dengan police line.
...
Pagi-pagi sekali Damar sudah bangun. Dia mandi lalu mengganti pakaianya yang dibawa oleh bodiguardnya. Mereka juga membawa pakaian ganti untuk Ayu dan Gara.
Damar tersenyum menatap Ayu dan Gara yang masih berada dialam mimpi. Mereka tidur saling berpelukan. Hawa dingin dan sejuk didaerah itu sepertinya membuat mereka tidur nyenyak dan enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Apalagi Ayu baru masuk ke alam mimpi setelah hampir jam empat subuh.
Damar mencium kening Ayu lalu Gara. Pagi itu adalah pagi yang paling indah dalam hidupnya. Dia sangat bahagia bisa melihat wajah Ayu dan Gara yang masih terlelap.
Damar keluar, berdiri di balkon, lalu menghubungi seseorang, detektif David dia menghubunginya.
Senyum Damar mengembang, saat dia tahu Andreas sudah berada dikantor polisi."Bagus!! Kamu sudah mengumpulkan semua bukti-bukti kejahatan yang dia lakukan?."
"Sudah pak Damar."
"Aku mau kamu pastikan kali ini dia harus membusuk dipenjara."
"Baik pak Damar!! Percakapan pun berakhir.
Damar kembali ke kamar hotel. Dia duduk pinggir ranjang disamping Ayu, menatapnya lagi sembari tersenyum hangat, lalu mengecup pipinya dengan lembut dan penuh rasa sayang.
Damar sangat betah menatap wajah Ayu saat sedang tidur seperti ini. Wajah yang terlihat begitu damai dan meneduhkan seperti yang sering dilihatnya dulu.
Tangan Damar membelai pipi, hidung dan bibir Ayu, membuat sang empu menggeliat, kemudian bangun. Dia terperanjat, melihat Damar berada sangat dekat dengannya."Mas Damar!! Kenapa kamu ada disini?." Tanya Ayu yang sepertinya nyawanya belum sepenuhnya kembali ke tubuhnya.
Ayu lupa kalau semalam dia tidur satu kamar, dan satu ranjang bersama Damar. Lebih dari itu, bahkan Damar tidur memeluknya dengan sangat erat, seperti dulu saat mereka masih menjadi suami istri. Mereka bahkan saling bercumbu, dan hampir melakukanya.
__ADS_1
Damar tersenyum."Bukankah semalam, kamu sendiri yang meminta aku tidak meninggalkanmu?." Jawab Damar, mengingatkan Ayu.
"Maaf mas!! Aku lupa." Sahut Ayu tesipu malu, saat kesadaranya sudah terkumpul sepenuhnya.