Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Kamu kenapa?


__ADS_3

Angel seketika itu menghentikan langkahnya sambil melihat Devan dengan tatapan melongo nya. Dia tidak menyangka Devan akan seperti itu ketika dia hamil. Yang tadinya posesif sekarang semakin posesif saja menurut Angel.


"Devan jangan terlalu heboh nak,, bisa kan?" ucap Mama Devan sambil tersenyum melihat Devan.


Mama Devan juga sangat bahagia dengan kehamilan Angel apalagi melihat Devan yang juga sangat bahagia.


"Bisa kok ma,, tapi memang kan kata dokter kandungannya harus dijaga baik-baik,, jadi istriku sayang jangan terlalu banyak gerak yah,, terus langkahnya diperhatikan juga,, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa,," ucap Devan lagi sambil berjalan mendekati Angel yang masih berdiri di tempatnya semula.


"Kamu nggak ke kantor?" ucap Angel begitu Devan sudah berada dekat dengan dirinya.


"Yah nggak sayang,, kata kamu nggak mau jauh-jauh dari suamimu,, jadi aku nggak akan ke kantor," ucap Devan sambil melihat Angel.


"Nggak apa-apa deh sayang,, kamu ke kantor aja sekarang karena sepertinya kalau kamu berada di rumah aku nggak bakalan jalan kemana-mana,, kamu pasti selalu bilang hati-hati,," ucap Angel sambil melihat Devan.


Devan pun langsung nyengir begitu mendengar ucapan Angel.

__ADS_1


Para pelayan yang mendengar dan melihat percakapan bos mereka seperti itu benar-benar sangat bahagia,, dibandingkan dulu selama ada Clara di dalam rumah.


"Aku udah nggak mau lagi sayang,, kan ada Kevin,, hari ini aku mau menemani istriku tersayang,, yang sedang mengandung penerus ku," ucap Devan.


"Ayo sayang katakan padaku kamu mau apa?" ucap Devan sambil melihat Angel.


"Aku hanya ingin keluar menghirup udara segar di depan sayang,,, nggak apa-apa kan?" ucap Angel sambil bergelayut manja pada Devan,, yang entah kenapa semenjak hamil sangat manja pada Devan,, tapi itu membuat Devan sangat bahagia.


"Tentu nggak apa-apa,, ayo sama-sama aku,," ucap Devan sambil berjalan menuju ke depan.


"Baik Nyonya,, kami mengerti kok dan ikut senang, karena akhirnya akan ada anak di rumah ini,,, Nyonya kan sangat menginginkan cucu selama ini,,, dan kemungkinan tuan Devan juga sangat menginginkan anak selama ini,," ucap salah satu pelayan yang sudah sangat tau akan keinginan mama Devan selama ini yang tidak pernah dikabulkan Clara.


"Iya,, akhirnya keinginan aku selama ini bisa terwujud,," ucap Mama Devan lagi.


Para pelayan itu pun tersenyum lalu segera kembali ke tempat mereka masing-masing untuk melanjutkan kerja mereka.

__ADS_1


############


Sementara Diki masih menunggu Ayu...


Ayu sedang ada kelas jadilah Diki menunggunya di dalam mobil.


Diki yang merasa jenuh di dalam mobil memutuskan untuk keluar jalan-jalan disekitaran kampus Ayu.


Tiba-tiba Diki merasa pusing begitu mendengar seseorang memanggil temannya dengan nama Angel.


Duh kenapa kepalaku tiba-tiba sakit begini,, siapa Angel? batin Diki yang memilih kembali ke dalam mobil.


"Siapa sih wanita yang ada diingatan samar-samar aku ini? kenapa wajahnya nggak jelas,, kenapa aku nggak bisa ingat," ucap Diki sambil memegangi kepalanya.


Ayu yang sudah selesai kelas,, sangat terkejut begitu masuk mobil melihat Diki yang tampak kesakitan sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Ya ampun Adri,, kamu kenapa?" ucap Ayu yang jadi ikutan panik melihat Diki.


__ADS_2