Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
EPISODE 7


__ADS_3

Bentuk wajahnya yang oval. Dengan mata yang indah dan alis matanya yang tebal. Rambutnya yg bergelombang panjang sebahu, Serta bibirnya yang tipis. Di tambah lesung di kedua pipinya. Membuat Ravel terlihat cantik dengan kulit putihnya. Ravel memang bukan gadis tercantik di kampusnya. Tapi dia menjadi salah satu gadis yang banyak di kagumi baik di kampus maupun di tempat dia bekerja. Karena Ravel mudah bergaul dan ramah dengan siapa saja. Tapi tidak sedikit pula orang - orang yang mengaguminya di luar sana. Berbeda dengan Rina yang lebih suka memilih dengan siapa dia mau berteman.


Setelah cukup lama Ardan memandangi Ravel, akhirnya dia menghampiri Rina dan Ravel yang tengah berbincang di salah satu tempat duduk yang ada di Mall itu.


"Seneng banget sih keliatannya. Lagi ngobrolin apa?" Tanya Ardan yang tiba - tiba datang dan mengagetkan mereka.


"Eh mas Ardan udah dateng? Loby udah pindah ya? Kok lama banget jalan dari loby ke sini?" Tanya Rina bercanda.


"Maaf maaf, tadi aku ke toilet dulu." Jawab Ardan berbohong.


Sementara Ravel yang tadinya tertawa, mendadak bad mood karena kedatangan Ardan. Jujur saja, dia sebenarnya tidak ingin bertemu lagi dengan laki - laki itu. Dia merasa risih. Apalagi setelah Ardan mengatakan kalau dia tertarik pada Ravel.


"Kok bengong rav?" Tanya Ardan pada ravel.


Ravel hanya diam tidak menggubris pertanyaan dari Ardan. Ardan yang merasa di cuekin sama Ravel cuma bisa buang nafas.


"Ya sudah yuk ke atas. Nanti keburu mulai filmnya." Ajak rina pada ravel dan ardan.


"Iya ayo. Cuma kita bertiga nih?" Tanya Ardan.


"Iya cuma kita bertiga. Tadinya mau ngajak Dika. Tapi di hubungin gak ada respon." Jawab Rina.


Kemudian mereka bertiga pun berjalan menuju ke lantai paling atas. Rina yg terlebih dahulu sudah memesan tiket via online tidak perlu lagi mengantri di kasir untuk membeli tiket. Hanya perlu mengambil tiket yang sudah di pesan lewat mesin pengambilan tiket via online.


Sesampainya di bioskop Ardan hendak membeli makanan dan minuman untuk mereka makan saat menonton film nanti. Dan Rina pergi mengambil tiket.


"Aku beli makanan dulu deh. Kalian tunggu di sini." Kata Ardan pada Ravel dan Rina.

__ADS_1


"Kalau gitu aku ngambil tiket dulu. Rav, kamu temenin mas Ardan aja, gak mungkin kan dia bawa makanan sendirian." Ujar Rina pada Ravel.


"Aku aja deh yang ngambil tiket. Kamu yang ngantri makanan."


"Udah kamu aja. Aku kikuk kalau berduaan doang sama dia." Ujar Rina sambil mendorong badan ravel.


"Yaudah iya. Gak pake dorong² keles." Sungut Ravel.


Rina hanya cekikikan sambil berlalu meninggalkan Ravel.


Dengan terpaksa Ravel ikut mengantri makanan bersama Ardan. Ardan yg sadar dengan kedatangan Ravel tersenyum lebar.


"Gak usah senyum - senyum. Gak lucu." Ketus Ravel pada Ardan.


"Tapi ganteng kan?" Sahut Ardan melirik Ravel sambil menaik turunkan alisnya menggoda ravel.


"Dulu mamanya waktu hamil kamu sehari makanin cabe berapa kilo? Pedes banget anaknya kalau ngomong." Ucap ardan memalingkan wajahnya dari Ravel.


"1 ton. Bukan kilo lagi." Jawab ravel ketus.


Ardan yg melihat ekspresi ravel hanya bisa tersenyum lucu. Sampai akhirnya giliran mereka yg pesan makanan.


Setelah selesai memesan makanan dan rina sudah mendapatkan tiket masuk, sesampainya di dalam bioskop rina dan ravel berdebat masalah tempat duduk.


"Aku mau di pinggir ah. Kamu di tengah." Pinta rina pada ravel.


"Ogah ah. Kenapa jadi aku. Ya kamu dong." Tolak ravel.

__ADS_1


"Udah biarin aku aja yg di tengah. Biar Ravel yg di dalem Rina yg di pinggir. Adil kan?". Ardan yg mendengar perdebatan mereka dari tadi akhirnya angkat bicara.


"Ya sudah. Mending gitu aja." Kata rina menyetujui.


"Sekarang ayo pada duduk. Bentar lagu filmnya mulai." Sambung Ardan lagi.


"Jadi berasa bini 2 ya. Kiri kanan." Gumam Ravel yg masih bisa di dengar ardan.


Ardan yg mendengarnya hanya bisa terkekeh. "Ya siapa tau kamu mau jadi istri kedua mas vel." Ujar ardan menimpali.


"Ngimpi di siang bolong kesamber petir loh mas." Ucapan ravel membuat Ardan tidak bisa menahan tawanya.


"Kalian ngomongin apa sih?" Tanya rina yg tidak bisa mendengar obrolan mereka.


"Ngomongin kapan nih film selesai." Jawab ravel asal. Sambil mukanya di tekuk kesal.


Lagi - lagi ardan tertawa mendengar jawaban ravel. Dan melihat ekspresi ravel yg menurutnya lucu.


"Mulai aja belum. Udah pengen habis aja." Timpal rina.


Sampai akhirnya film yg di tunggu - tunggu pun tayang.


❤️❤️❤️❤️❤️


halooo. author minta maaf karna udah lama banget gak update. karna kondisi posisi dan misi 🤭


terimakasih yg sudah mau baca dan yg udah kasih like. apalagi yg Jadi komentator pertama di novel author. rasanya seneng banget ada yg koment 😍😍 awalnya sempat drop karna yg baca banyak tapi yg like dikit. apalagi gak pernah ada yg koment. padahal like dan koment dari kalian itu bisa jadi penyemangat buat author 😔 tapi gpp, semoga kedepannya makin banyak yg like dan yg koment. bukan hanya sekedar baca 😁

__ADS_1


__ADS_2