
"Nak kamu beneran mau pergi mencari pekerjaan? apa kamu yakin? nak Nadia sudah melarang kamu loh nak,, ibu takut nanti kamu kenapa-kenapa,," ucap ibu Diki sambil melihat Diki dengan tatapan penuh kekhawatiran begitu mengetahui Diki akan keluar rumah.
"Iya nak,, kamu nggak usah terlalu memikirkan apapun yang berhubungan dengan keuangan,,, lagian aku kan kerja nak,, kamu di rumah saja yah nak,, kamu tidak mau nanti kamu kenapa-kenapa kalau keluar mencari pekerjaan sendiri," ucap ayah Diki juga.
Ayah dan Ibu Diki sebenarnya sudah tau mengapa Nadia melarang Diki untuk keluar rumah,, sudah pasti itu semua untuk kebaikan Diki juga karena jangan sampai Diki bertemu dengan orang jahat yang akan memanfaatkan Diki.
"Nak kita tidak mau juga kamu bertemu dengan orang yang salah dan akan memanfaatkan kamu,, kamu masih ingat kan sama kata-kata nak Nadia?" ucap Ibu Diki yang membuat Diki langsung tersenyum.
Dia sangat mengerti dengan kekhawatiran ibu dan ayahnya.
"Aku hanya akan pergi mencari pekerjaan dan nggak akan mengikuti orang sembarangan,," ucap Diki lagi.
"Tapi nak gimana kamu akan mendapatkan pekerjaan,, sedangkan tidak ada apa-apa yang kamu pegang,, ijazah tidak ada juga,, kamu pasti akan kesusahan untuk mencari pekerjaan nak,, jadi kamu di rumah saja dulu yah," ucap ibu Diki dan sangat berharap agar Diki tidak keluar rumah.
"Iya sih ibu,, tapi aku akan mencoba saja mencari pekerjaan,,, yang penting usaha dulu kan Bu,," ucap Diki lagi.
__ADS_1
"Emmm kalau gitu aku pamit dulu yah bu,," ucap Diki lalu segera salam kepada bapak dan ibunya.
Dengan berat hati bapak dan ibunya mengizinkan Diki.
"Semoga dia tidak kenapa-kenapa yah," ucap ibu Diki sambil melihat Diki yang sedang berjalan dengan semangatnya.
"Iya Bu,, bapak mau pergi bersama dia hanya sayangnya bapak harus masuk kerja,," ucap ayah Diki.
Ayah dan ibu Diki pun tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena mereka masing-masing punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan karena itu berhubungan dengan pekerjaan mereka.
Tapi Devan juga kadang merasa sedih jika melihat mamanya yang tampak masih bersedih meskipun mamanya tidak pernah mengatakan pada dirinya dan juga pada Angel,, tapi Devan yakin jika hati mamanya masih benar-benar sakit akibat perlakuan Ayahnya sendiri.
"Sayang kalian sebentar keluar jalan-jalan yah dengan mama,,, kemana aja kalian mau,, pergi belanja,, pokoknya terserah kalian saja,, dan tinggal bilang pada sopir saja kalian mau kemana,," ucap Devan tiba-tiba begitu sedang sarapan pagi.
Mama Devan dan Angel langsung melihat ke arah Devan.
__ADS_1
"Kok tiba-tiba kamu menyuruh kita nak,, istrimu kan nggak sama dengan Clara,, jadi pasti Angel nggak mau," ucap mama Devan sambil melihat Angel.
Dan memang benar Angel sangat malas untuk melakukan itu,, tapi begitu dia mengingat mama mertuanya yang pasti butuh hiburan dia langsung mau.
"Iya ma aku mau kok,, kan sekali-kali,, kita menghabiskan uang suamiku dan uang anak mama," ucap Angel sambil tersenyum.
"Nggak akan habis juga nak," ucap mama Devan sambil tersenyum.
"Kalau gitu mama mau kalau kamu mau," ucap mama Devan lagi.
Devan dan Angel pun tersenyum bahagia begitu melihat senyum dari mama Devan.
###########
Di dalam mobil....
__ADS_1
"STOP!!!" ucap Angel tiba-tiba begitu melihat seseorang.