
Diki masih meringis kesakitan tanpa menjawab pertanyaan dari Ayu membuat Ayu semakin panik dibuatnya.
Ayu juga tidak tau apa yang harus dia lakukan karena Diki tidak bicara padanya,, Ayu benar-benar kasihan dan panik melihat Diki yang tampak sangat kesakitan.
"Adri kepala kamu kenapa?" ucap Ayu lagi sambil mengambil botol minuman untuk diberikan kepada Adri.
"Ini kamu minum dulu," ucap Ayu lagi.
Diki pun dengan segera meminum minuman yang diberikan oleh Ayu.
"Ayu aku bisa minta tolong?" ucap Diki terbata-bata karena merasa kepalanya sangat sakit.
Dengan segera Ayu menganggukkan kepalanya.
"Kamu mau minta tolong apa? ayo katakan aku pasti tolongin kamu," ucap Ayu lagi.
"Bisa nggak pulang ke rumah ku? aku mau mengambil obatku,, aku lupa membawanya tadi,, aku pikir nggak bakalan sakit kepala lagi," ucap Diki sambil menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Iya sudah tentu bisa,, ayo kita pulang ke rumah kamu," ucap Ayu lalu dengan segera mengemudikan mobilnya sendiri.
Ada apa yah? apa jangan-jangan dia sudah hampir mengingat masa lalunya,, aduh mati lah aku,, belum juga dia jatuh cinta padaku,, massa ingatannya udah mau kembali saja,, jangan dulu dong ingatan kamu kembali,, maaf banget kalau aku berharap seperti itu,, tapi ini karena tugas aku,, batin Ayu sambil menyetir mobilnya dengan perasaan khawatir pada Diki.
"Maaf yah kalau aku merepotkan kamu Ayu,, seharusnya aku nggak boleh membuat kamu repot,, karena kamu bos aku," ucap Diki lagi.
"Apaan sih Adri,, udah kamu santai aja dan nggak usah banyak bicara nanti kepala kamu jadi tambah sakit,, kamu tahan yah aku secepatnya akan mengantar kamu pulang," ucap Ayu lagi.
Diki pun menuruti ucapan Ayu karena kepalanya memang benar-benar sangat sakit.
Sebentar aku bakalan menanyakan kenapa bisa dia seperti ini di area kampus,, batin Ayu.
Diki dengan segera menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau.
"Ke rumah ku saja,, aku hanya perlu obat itu,, kita nggak usah ke rumah sakit," ucap Diki lagi.
Aku nggak mungkin mau menambah beban orang lagi,,, ke rumah sakit sudah tentu makan biaya,, sementara aku baru hari ini kerja sama kamu,, massa langsung membawa beban untuk kamu,, sementara kamu bos aku,, batin Diki yang penuh pertimbangan dan tidak mau merepotkan orang.
__ADS_1
Ayu pun tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan Diki.
##############
Rumah Diki...
Begitu sampai di rumah Diki,, Ayu dengan segera membantu Diki turun dari dalam mobilnya. Diki masih saja meringis kesakitan dan bayang-bayang seorang wanita yang sangat dekat padanya terus saja terbayang tapi wajahnya Diki tidak bisa ingat sama sekali.
"Obat mu ada dimana Adri?" ucap Ayu sambil melihat Diki yang masih tampak meringis kesakitan.
"Ada di atas meja,, di dalam kamar aku,, kamu masuk saja ambil,, tolong yah," ucap Diki.
"Kamar kamu yang itu?" tanya Ayu terlebih dahulu.
Diki dengan segera menganggukkan kepalanya,, dan Ayu dengan segera masuk ke dalam kamar Diki untuk mengambil obat yang akan Diki minum.
Diki dengan segera meminum obatnya begitu Ayu sudah membawakan dirinya beserta dengan air minum.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya Angel? siapa wanita yang samar-samar dalam ingatan aku ini?" ucap Diki ketika sudah minum obat,, Diki ingat betul kepalanya tiba-tiba langsung jadi sakit begitu mendengar nama Angel.
Hah bukannya Angel itu nama istri Tuan Devan? batin Ayu.