
"Nanti malam tuan pertemuannya di Hotel,," ucap Kevin lagi.
"Aku nggak bisa,, aku ingin cepat-cepat pulang untuk menemui istriku,, kamu saja yang menemui dia,," ucap Devan lagi dengan santainya.
Kevin benar-benar tidak habis pikir dengan ucapan Devan.
"Tapi tuan..."
"Udah nggak usah tapi-tapian,, kamu saja yang menemui dia,," ucap Devan lagi.
"Dan kalau bisa lain kali nggak usah di hotel lagi,, aku tidak suka untuk bertemu di hotel semenjak kejadian aku dan istriku malam itu,, walaupun aku juga sangat bersyukur karena kejadian itu aku bisa mendapatkan wanita seperti istriku,, tapi aku nggak mau kejadian itu terulang lagi karena aku benar-benar nggak mau kehilangan istriku yang satu ini,," ucap Devan.
Kevin pun langsung mengerti dengan maksud ucapan Devan.
"Baik tuan,," ucap Kevin.
"Oke,, kamu boleh kembali ke ruangan kamu,," ucap Devan lagi.
Kevin pun dengan segera berjalan menuju ke ruangannya.
"Hmm istriku lagi ngapain yah,, aku sangat merindukan dia,," ucap Devan sambil tersenyum lalu mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Angel.
Angel yang mendengar bunyi ponselnya dengan segera melihat nama kontak yang meneleponnya.
Angel yang melihat nama kontak yang meneleponnya adalah Devan langsung menyunggingkan senyumnya dan dengan segera mengangkat panggilan telfon dari Devan.
__ADS_1
"Halo sayang,, kamu lagi dimana?" tanya Angel dengan suara manjanya.
"Udah mau pulang atau belum?"
"Aku rindu pengen ketemu kamu," ucap Angel lagi.
Devan benar-benar tidak menyangka akan mendengar ucapan itu dari Angel ditambah lagi dengan suara manja Angel yang membuat Devan jadi senyum-senyum tidak jelas.
Ini benar-benar istriku kan yang bicara,, kok dia bisa sangat manja seperti ini,, dan dia juga merindukan aku,, ya ampun nggak nyangka banget,, batin Devan yang benar-benar sangat bahagia.
"Sayang kok kamu diam aja sih,," ucap Angel lagi dengan suara seperti ingin menangis yang membuat Devan langsung panik.
"Sayang kamu jangan nangis yah,, aku cuma kaget aja sayang begitu dengar ucapan kamu makanya aku terdiam tadi,, jangan nangis yah," ucap Devan dengan lembutnya pada Angel.
"Yah nggak mungkin dong istriku sayang,, aku nggak bohong,, kamu jangan mikir macam-macam yah,, jangan nangis juga, kasian calon anak kita,," ucap Devan lagi yang semakin lembut.
"Video call," ucap Angel.
"Oke istriku sayang,,, dengan senang hati ayo kita video call,," ucap Devan lagi sambil tersenyum.
"Kamu duluan," ucap Angel lagi.
"Baiklah bumil,," ucap Devan lagi dengan senyum bahagianya.
"Cepetan jangan lama-lama aku rindu," ucap Angel lagi.
__ADS_1
"Iya sayangku,," ucap Devan.
"Sayang pengen peluk," rengek Angel begitu sudah mengangkat panggilan video call dari Devan.
Devan langsung tersenyum begitu mendengar rengekan Angel.
Kenapa nggak dari dulu aku membuatnya hamil kalau aku tau dia akan se manja ini sama aku,, batin Devan.
"Tunggu yah sayang,, aku akan peluk kalau udah di rumah yah,, sabar sayang aku masih di kantor," ucap Devan.
"Pengennya sekarang,," rengek Angel lagi.
"Kamu lagi modus yah?" goda Devan.
"Ishhh nggak,, ya udah aku nggak mau lagi minta peluk kalau gitu," ucap Angel yang sebenarnya hanya mengancam saja karena sekarang dia juga benar-benar bingung dengan dirinya yang ingin selalu dekat-dekat dengan Devan.
"Ya ampun nggak gitu juga sayang,, aku pulang sekarang aku pulang,," ucap Devan cepat.
Angel pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Devan.
"Nggak usah sayang aku hanya bercanda aja kok, kamu kerja aja, aku tunggu kamu pulang sesuai waktu pulang,," ucap Angel lagi sambil tersenyum.
Sementara di tempat lain...
"Yakin nih kita akan melakukan rencana seperti dulu?" ucap Clara sambil melihat ayah Devan.
__ADS_1