Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Menolak..


__ADS_3

Begitu Miko sudah pergi,, Angel pun masuk ke dalam kamar dengan diam-diam,, karena Angel benar-benar sangat tidak mau jika Devan tau dirinya masuk ke dalam kamar Miko untuk menemui Devan.


Devan yang tau Angel masuk diam-diam ke dalam kamar demi tidak ketahuan oleh dirinya benar-benar sangat menahan tawanya. Namun, Devan tetap pura-pura telah tidur,, Devan sangat ingin tau apa yang akan dilakukan Angel ketika dirinya tidur.


Akhh kenapa aku sangat merindukan dia, padahal aku sangat kesal padanya,, emang susah juga sih memisahkan dia dari anaknya,, orang hamil ada-ada aja maunya,, nggak mandang lagi sedang kesal atau nggak,, kan malu kalau ketahuan,, demi dedek nih yah mama lakukan ini,, batin Angel sambil mengelus-elus perutnya.


"Pasti sekarang kamu udah senang kan lihat ayahmu,, lihatlah tuh ayahmu yang sangat ngeselin,," ucap Angel pelan karena tidak ingin membuat Devan terbangun dari tidurnya.


Namun, perkataan Angel di dengar oleh Devan,, lagi-lagi Devan menahan tawanya begitu mendengar ucapan istrinya. Ingin rasanya Devan membawa Angel ke dalam pelukannya, namun Devan masih berusaha menahan diri, karena dia tidak ingin Angel langsung lari keluar kamar apabila Devan membuka matanya.


Makasih anakku sayang,, kamu pintar banget sih,, masih di dalam perut aja udah nggak mau lihat ayahnya dijauhi ibunya,, batin Devan senang.


"Akhh kok aku jadi pengen peluk dia sih? kalau ketahuan gimana yah nantinya? duhh aku nggak mau ketahuan,, sayang jangan minta yang aneh-aneh dong,, mama malu tau," ucap Angel sambil mengelus-elus perutnya dan melihat Devan.

__ADS_1


Hmmm ketahuan nggak yah? duhh demi dedek nih,, mama rela lakukan ini,, batin Angel yang secara pelan-pelan naik ke tempat tidur.


Angel benar-benar sangat hati-hati,, karena dia benar-benar tidak mau jika Devan terbangun dari tidurnya.


Sedangkan Devan masih coba menahan diri berpura-pura tidur.


Angel pun dengan pelan-pelan tidur di samping Devan,, dan dengan pelan-pelan juga Angel memeluk tubuh Devan,, menghirup aroma tubuh Devan yang sangat disukainya semenjak hamil.


"Hmm aku benar-benar sangat ngantuk sekarang,, aneh banget sih, tadi waktu dikamar sendiri nggak ngantuk-ngantuk,, sekarang aku benar-benar sangat mengantuk," gumam Angel lagi yang masih didengar oleh Devan.


"Istriku," ucap Devan pelan sambil memeluk tubuh Angel.


Angel benar-benar sangat panik begitu mendengar suara Devan dan Devan juga yang memeluk dirinya.

__ADS_1


"Apa dia terbangun?" ucap Angel sambil melihat pelan-pelan ke arah Devan.


Angel bernafas lega begitu melihat Devan masih menutup kedua matanya.


Akhh akhirnya bisa tidur sambil peluk-peluk istri lagi,, ku pikir malam ini akan tidur sambil memeluk guling,, batin Devan yang benar-benar sangat bahagia.


"Hmmm sepertinya dia sedang ngigo, syukurlah," ucap Angel.


"Kata siapa? aku nggak lagi ngigo sayang," ucap Devan yang membuat Angel benar-benar sangat terkejut.


Devan langsung mencium bibir Angel ketika melihat Angel ingin teriak.


Angel yang awalnya menolak mendapatkan ciuman dari Devan perlahan-lahan menikmatinya juga. Devan semakin menjadi begitu tidak mendapatkan perlawanan dari Angel. Yang tadinya niat cuma dibibir saja,, malah menjadi ciuman yang kemana-mana. Tangan Devan juga sudah kemana-mana membuat Angel semakin terlihat menikmati dan itu tentu membuat Devan semakin menjadi. Dan akhirnya Devan pun mendapatkan jatah dari Angel.

__ADS_1


__ADS_2