
Angel tampak sangat bahagia ketika sedang menuju ke tempat janjiannya dengan Nadia dan juga Clarisa.
Senyum bahagia dibibir Angel tak pernah pudar. Angel tidak menyangka akan secepat ini bisa berhubungan baik lagi dengan Clarisa,, tadinya Angel berpikir Clarisa akan semakin membenci dirinya begitu Clara dipenjara namun ternyata dugaan Angel salah.
Angel memang tidak menaruh curiga sedikitpun pada perubahan sikap Clarisa.
Angel yang masih tersenyum tiba-tiba senyumnya hilang seketika begitu tidak sengaja melihat sosok pria yang sangat mirip dengan Diki.
"Diki," ucap Angel terbata-bata sambil terus memperhatikan pria yang sedang bersama dengan seorang wanita,, sedang berbicara di depan minimarket.
Sopir yang mendengar ucapan Angel langsung melirik sebentar ke arah Angel,, lalu kembali fokus pada jalanan. Sopir itu sangat berhati-hati dalam mengemudikan mobil Devan,, karena Devan sudah berpesan tidak boleh terjadi sesuatu pada istrinya.
"Ada apa Nyonya muda?" tanya Sopir itu.
"Tolong berhenti, aku melihat seseorang yang sangat aku kenal dan rindukan," ucap Angel yang masih fokus melihat Diki yang sedang bersama dengan Ayu.
Pandangan mata Angel tidak pernah lepas dari Diki.
__ADS_1
Sopir itu pun menuruti ucapan Angel.
"Tolong mundur sedikit yah," ucap Angel lagi masih terbata-bata karena semakin dia melihat pria itu,, semakin berdegup kencang jantung Angel karena Angel sangat yakin pria itu adalah Diki,, pria yang sangat dia cintai.
Angel benar-benar sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Diki,, segala macam pertanyaan memenuhi kepalanya. Sangat banyak yang Angel ingin tanyakan.
Dia belum meninggal,, batin Angel sambil terus melihat Diki.
Diki masih berbicara dengan Ayu. Diki tak sadar bahwa ada yang sedang melihat dia dari kejauhan.
"Aku mau menemui seseorang,, ayo cepat buka pintu mobilnya," ucap Angel sambil melihat sopir Devan.
"Tapi ini bukan tujuan yang ingin Nyonya kunjungi,, kata Tuan Devan saya harus mengantar Nyonya muda ke tempat itu saja tanpa singgah-singgah,," ucap sopir itu yang sangat mengingat segala pesan Devan untuknya,, karena dia sadar akan resiko apa yang akan dia tanggung apabila melakukan kesalahan sedikit saja.
"Nggak apa-apa biar aku yang berbicara padanya,, sekarang buka pintu mobilnya," ucap Angel lagi yang sudah tidak sabaran ingin menemui Diki.
Namun ekspresi Angel seketika langsung berubah ketika melihat Diki sudah tidak ada ditempat tadi dia melihatnya.
__ADS_1
"Hah,, dia kemana?" ucap Angel yang terus melihat-lihat disekelilingnya.
Angel lalu melihat satu mobil.
"Ikuti mobil itu," ucap Angel.
Sopir itu pun mengikuti ucapan Angel.
"Lebih cepat,, nanti kita ketinggalan mobil itu," ucap Angel lagi.
Aku yakin dia yang berada di dalam mobil itu,, kalau itu memang benar-benar kamu,, kenapa kamu nggak menemui aku?,, aku sangat merindukan kamu,, batin Angel.
Sopir itu pun terlihat sangat dilema,, karena mengingat pesan Devan yang tidak mengizinkan dirinya membawa mobil ngebut,, namun istri Devan menginginkan dirinya untuk ngebut.
Ya ampun gimana nih? tuan Devan melarang aku untuk ngebut karena Nyonya muda sedang hamil,, namun Nyonya muda malah menyuruh aku untuk ngebut,, batin anak buah Devan.
Sementara Devan terus mondar-mandir karena mengingat istrinya. Sangat banyak yang ditakutkan oleh Devan. Dia sangat takut terjadi sesuatu pada Angel dan juga pada calon anaknya. Karena entah kenapa perasaan Devan benar-benar tidak enak.
__ADS_1