
Mendengar pertanyaan Tristan, Ambar diam saja. Dia bingung harus menjawab apa. Percuma saja Ambar menyangkal karena sepertinya Tristan mengetahui banyak hal tentang kehidupanya.
"Kenapa kamu diam sayang?." Tanya Tristan seraya mengelus pipi Ambar.
"Aku.....a-aku." Ambar tergagap.
"Dengar Ambar, jangan kamu fikir aku tidak tahu bagaimana kehidupan kamu. Aku tahu semua....semuanya. Termasuk perselingkuhan kamu dengan laki-laki bernama Andreas yang kini ada dipenjara. Jadi jangan coba-coba kamu mengatakan kebohongan ini padaku. Karena aku tidak bodoh seperti kamu." Ujar Tristan.
"Kamu berani menyebutku bodoh?." Tanya Ambar tak terima.
"Lalu aku harus menyebutmu apa, heh?. Menurutku kamu memang bodoh karena meminta suamimu menikahi wanita lain, dan wanita itu adalah Ayu. Wanita cantik dan menarik yang pernah aku temui. Kenapa harus dia, Ambar?."Ujar Tristan. Ambar tersentak dan tidak senang mendengar ucapan Tristan. Dia tidak senang Tristan memuji Ayu dihadapanya.
"Apaaa?. Apa kamu bilang tadi,?Ayu...Ayu cantik dan menarik?. Hahh yang benar saja. Apa mata kamu buta Tristan?. Apa menariknya dia dibandingkan denganku?. Dia hanya wanita kelas bawah yang derajatnya sudah aku angkat."Sergah Ambar.
"Hahahaha....Ambar...Ambar. Ternyata kamu memang benar-benar bodoh. Seharusnya aku yang bertanya sama kamu, apa mata kamu buta, sampai kamu tidak bisa melihat betapa menariknya wanita bernama Ayu itu heh?. Kamu lihat sendiri kan bagaimana mantan suami kamu lebih memilih dia dibandingkan kamu. Dan, apa kamu lupa bahkan selingkuhan kamu yang menjadi suami kedua kamu juga tergila-gila sampai dia nekat menculik anaknya." Ujar Tristan. Ambar tercekat. Dia semakin tidak suka mendengar ucapan Tristan yang mengingatkanya pada kejadian itu. Rasa marah dan benci semakin dia rasakan pada Ayu, apalagi saat ini Tristan terus saja memuji Ayu dan membanding-bandingkan dengan dirinya. Ambar semakin yakin kalau Tristan ingin mengakhiri hubungan mereka karena Ayu.
"Cukup!! Jangan pernah kamu bandingkan aku dengan perempuan itu. Aku dan dia tidak sebanding. Kamu dengar?." Hardik marah Ambar.
"Kamu benar Ambar. Kalian memang tidak sebanding. Kamu memang cantik dan berasal dari kelas atas, tapi....." Tristan menggantung kalimatnya.
"Tapi apa?." Sergah Ambar.
"Kamu terlalu gampangan Ambar. Dengan mudahnya kamu memberikan tubuh kamu padaku. Aku akui kamu memang hebat, dan bisa menyenangkanku diranjang. Tapi maaf, menurutku kamu tidak layak untuk dijadikan istri." Ujar Tristan.
__ADS_1
Plaaakkkkk......Ambar menampar Tristan cukup keras, karena dia merasa sakit hati dan tak terima dengan ucapan Tristan yang terasa menghina dan merendahkanya.
"Jaga bicaramu. Aku melakukanya, karena kamu juga menginginkanya bukan?."
"Iya Ambar, tentu saja aku menginginkanya. Laki-laki mana yang akan menolak jika perempuan dihadapanya selalu menggoda dan memancing hasrat mereka?. Apa kamu fikir aku bodoh, menyia-nyiakan kesempatan emas seperti itu?." Jawab Tristan masih dengan senyum yang sama, senyum meledek yang terasa semakin menghina Ambar.
"Laki-laki brengs*k!! Karena perempuan itu kamu tega ngelakuin ini ke aku Tristan?. Hehh?. Dengar!! Aku tidak akan pernah membiarkan kamu mendapatkan apa yang kamu mau. Dan aku bersumpah, aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia. Kamu dengar Tristan?." Ujar Ambar, dengan nada mengancam.
"Kamu fikir aku takut Ambar sayang?. Dan satu hal yang harus kamu ingat baik-baik. Ini semua bukan karena Ayu. Hubungan kita berakhir karena aku memang tidak ingin melanjutkannya. Aku tidak pernah benar-benar mencintai kamu, jelas?." Ujar Tristan.
Ambar menatap tajam pada Tristan. Kobaran api kemarahan dan kebencian terlihat jelas dimatanya.
"Sekarang silahkan kamu keluar dari rumah ini, sebelum aku minta security menyeret kamu." Imbuh Tristan.
"Baiklah, aku akan pergi dari rumah ini. Tapi aku tidak akan pernah pergi dari kehidupanmu. Tidak Tristan, tidak semudah itu. Kamu sudah menyakitiku, dan kamu akan tahu akibatnya." Ujar Ambar lalu pergi dari rumah Tristan.
"Ayu!! Semua ini gara-gara dia. Gara-gara perempuan kampung itu Tristan tega memperlakukan aku kayak gini. Awas kamu Ayu. Aku akan buat perhitungan sama kamu. Seharusnya dulu aku biarkan saja Andreas meniduri kamu. Hahh Tristan benar, aku memang bodoh. Hahahaha." Ambar bergumam dan tertawa sendiri, seperti orang setres.
"Kenapa semua laki-laki yang aku cintai harus selalu menyukai kamu Ayu?. Apa hebatnya kamu dibandingkan denganku?. Tristan, aku tidak rela kalau sampai kamu benar-benar menginginkan dia. Kamu milikku, dan aku tidak akan pernah membiarkan wanita manapun memiliki kamu, apalagi perempuan kampung itu." Gumam Ambar.
....
Disisi lain.
__ADS_1
Damar sangat senang saat David mengatakan kabar baik tentang uangnya yang berhasil David dapatkan kembali dan kini sudah masuk ke rekening Ayu. David mengatakan kalau dia meminta hacker profesional untuk melakukanya.
"Terima kasih banyak David. Aku sangat senang. Aku juga harus berterima kasih pada hacker itu. Dimana dan siapa dia?." Tanya Damar.
"Dia tidak disini pak Damar." Jawab David.
"Iya, aku tahu dia pasti bukan orang Indonesia. Lalu dimana dia?."
"Maaf pak Damar, tapi demi keamanan dan privasinya dia meminta saya untuk tidak memberitahunya pada anda atau siapapun. Tapi pak Damar jangan khawatir dia adalah salah satu teman baik saya." Bohong David.
"Tapi aku ingin berterima kasih langsung padanya. Aku janji tidak akan membocorkan identitasnya."Ujar Damar
"Nanti saya akan coba bicara dengan dia."Sahut David.
"Baik. Terima kasih!! Ucap Damar. David lalu meninggalkan rumah Damar.
Mendengar kabar bahagia itu, Damar seperti mendapatkan kembali energinya. Wajahnya yang pucat dan selalu murung kini terlihat lebih ceria. Damar mencari Ayu, dan mengatakan semuanya pada istrinya itu dengan penuh semangat dan rasa bahagia. Ayu ikut bahagia melihat senyum ceria dan semangat Damar.
Rasanya sangat lega melihat wajah suaminya berbinar bahagia seperti itu, tidak seperti beberapa hari kebelakang, saat dia melihat suaminya hanya melamun dan sering marah-marah. Tidak sia-sia dia berkorban untuk Damar. Fikir Ayu.
"Aku sangat senang sayang. Semua ini pasti berkat do'a kamu. Terima kasih sayang." Ucap Damar seraya memeluk dan mencium kening Ayu.
Ayu merasa bahagia dan sedih sekaligus, saat dia ingat apa yang dia lakukan di kantor Tristan, walau Tristan tidak sampai melakukanya, dia tetap takut suatu hari Tristan benar-benar melakukanya. "Aku juga sangat bahagia mas." Ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Damar dengan erat, seolah tak mau melepaskanya.
__ADS_1
Aku sangat mencintai kamu mas Damar. Aku nggak mau kehilangan kamu. Maafkan aku karena aku dan detektif David terpaksa bohong sama kamu. Kata Ayu dalam hatinya.
TBC🌻💚💚