Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Terang seketika...


__ADS_3

"Nad,, serius Diki masih hidup?" tanya Clarisa untuk memastikan semuanya.


Clarisa tersenyum bahagia begitu pun Nadia.


"Iya Clarisa,, Diki masih hidup,, itu adalah suatu keajaiban karena Diki masih hidup,, dan aku senang banget" ucap Nadia.


"Sebelumnya Diki hilang ingatan tapi saat ini ingatannya telah pulih,, dia juga sudah pulang ke rumahnya," ucap Nadia lagi.


"Hah,, Diki hilang ingatan? kok bisa?" tanya Clarisa.


"Emm nggak tau juga,, tapi ku rasa karena benturan sewaktu dia jatuh,, tapi tenang saja dia sudah ingat semuanya saat ini," ucap Nadia.


"Tapi sayangnya kamu tidak bisa bertemu dengan dia saat ini karena kamu sedang di dalam penjara sekarang," ucap Nadia.


Kenapa juga kamu harus jahat Clarisa,, padahal Angel dan kamu dulu sangat akrab,, batin Nadia sambil melihat Clarisa yang tampak sedih begitu mendengar ucapan Nadia karena yang diucapkan Nadia memang benar.


"Tapi kamu tenang saja,, aku akan menyuruh Diki menemui kamu juga,, kita kan dekat dengan Diki termasuk kamu," ucap Nadia lagi mencoba menghibur Clarisa.


Clarisa pun tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Nadia.

__ADS_1


"Beneran Nadia?" tanya Clarisa lagi untuk memastikan semuanya.


"Iya dong beneran," ucap Nadia lagi.


"Makasih yah,, semoga Diki mau kesini," ucap Clarisa lagi karena mengingat dirinya saat ini di dalam penjara akibat perbuatannya sendiri yang berniat jahat pada Angel.


Clarisa yang teringat dengan Angel tiba-tiba teringat pada Diki yang dulu sangat mencintai Angel.


"Nad,, gimana sekarang,,, Angel sudah tau mengenai Diki yang masih hidup?" ucap Clarisa yang menjadi sangat kepo.


Nadia pun menganggukkan kepalanya membuat Clarisa shock.


"Hah,, jadi gimana? apa mereka sudah bertemu?" tanya Clarisa lagi.


"Iya mereka sudah bertemu,, dan saat ini Diki lagi benar-benar patah hati,, aku benar-benar kasihan pada Diki,, tapi Angel juga tak salah,, dia kan nggak tau kalau akan terjadi seperti ini,, Angel sudah mencintai suaminya,," ucap Nadia sambil mengingat ekspresi wajah patah hati dari Diki.


"Iya dia memang nggak salah,, aku ingin sekali memperbaiki semuanya dengan Angel,, aku benar-benar sadar apa yang aku lakukan selama ini adalah suatu kesalahan,, tapi semuanya sudah terlambat,," ucap Clarisa yang langsung menyesali perbuatannya selama ini,, begitu mengetahui pria yang dicintainya selama ini masih hidup.


Seandainya aku tak berbuat jahat dulu,, seandainya aku sadari kesalahan ku selama ini,, pasti aku nggak akan di dalam penjara,, pasti sekarang aku bisa melihat Diki,, aku bisa mengejar Diki,, aku bisa jujur pada Diki tentang perasaan ku padanya,, batin Clarisa yang ingin sekali memutar waktu namun itu semua tentu tak bisa.

__ADS_1


#############


Sementara di tempat lain....


"Sayang,," rengek Angel sambil membangunkan Devan yang sedang tertidur pulas karena kecapean habis olahraga enak-enak bersama Angel.


Devan pun mulai tersadar begitu mendengar suara Angel.


"Iya istriku,, ada apa?" ucap Devan dengan suara khas bangun tidur.


"Aku ingin nasi goreng," ucap Angel yang tiba-tiba menginginkan nasi goreng.


"Oh istriku mau itu,, tunggu yah aku telfon kepala pelayan dulu agar membuatkan nasi goreng untuk istriku," ucap Devan lalu mencium pipi Angel gemas karena tidak biasanya Angel akan membangunkan dirinya jika hanya untuk nasi goreng saja.


Devan yang hendak menelepon kepala pelayan ditahan oleh Angel.


"Ada apa sayang? masih ada lagi?" tanya Devan lembut sambil melihat Angel yang sedang cemberut.


"Aku maunya kamu yang buatkan," rengek Angel yang membuat mata Devan langsung terang seketika.

__ADS_1


##################


__ADS_2