Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Doakan saja,,,


__ADS_3

"Baik tuan,," ucap anak buah Devan.


Devan pun tersenyum lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya.


"Apa yang akan dia lakukan?" tanya Angel tiba-tiba yang membuat Devan benar-benar langsung terlonjak kaget.


"Ya ampun kamu kaget yah,, maaf nggak maksud mau buat kamu kaget," ucap Angel begitu melihat Devan yang terlonjak kaget akibat ucapannya yang tiba-tiba.


"Nggak apa-apa kok sayang,, kamu nggak perlu minta maaf," ucap Devan.


"Terus apa yang akan dia lakukan?" tanya Angel lagi yang penasaran dengan apa yang di dengarnya.


"Emm bukan apa-apa kok,, biasa masalah kerjaan," jawab Devan sambil berusaha terlihat biasa saja karena dia tidak mau membuat Angel curiga sedikitpun pada dirinya.


"Tadi nggak boleh ada yang mencurigakan,, itu maksudnya apa?" tanya Angel lagi yang penasaran.


"Nggak ada maksud apa-apa kok,, semuanya pekerjaan aja sayang," ucap Devan lagi.

__ADS_1


"Ayo kita tidur aja yuk," ajak Devan untuk menghindari pertanyaan dari Angel lagi.


"Tumben cepat banget kamu mau tidur?" ucap Angel yang merasa aneh pada Devan yang biasanya tidur larut malam lalu tiba-tiba jadi pengen cepat tidur.


"Iya nih sayang,, aku capek banget dan juga sudah ngantuk banget sayang,, jadi ayo kita tidur aja," ucap Devan lagi yang terus berusaha agar terlihat biasa saja.


Kak Devan kenapa sih kayak aneh banget,, kayak ada yang disembunyikan dari aku,, apa cuma perasaan aku aja kali yah,, batin Angel sambil melihat Devan.


"Ayo sayang kita tidur,, nggak usah mikir macam-macam,," ucap Devan lagi.


Angel pun akhirnya menuruti ucapan Devan.


"Siapa pria itu? apa dia berbahaya atau nggak? duh siapapun dia yang penting bukan Angel yang bertemu dengan Diki,, kasihan suami Angel kalau sampai mereka bertemu,, mana Angel cinta banget lagi sama Diki yang sekarang sudah menjadi masa lalu dia,," ucap Nadia di dalam mobilnya sendiri sambil fokus menyetir mobilnya.


###########


Pagi harinya....

__ADS_1


"Nak apa kamu mau pergi mencari kerja lagi hari ini?" tanya Mama Diki.


Diki dengan segera menganggukkan kepalanya dengan semangat,, membuat bapak dan ibu yang menolong dirinya langsung saling pandang.


"Kok masih mau pergi cari kerja,, Nadia nggak melarang kamu semalam memangnya nak?" tanya Mama Diki lagi.


"Nggak kok,, lebih tepatnya dia mungkin menyerah untuk melarang aku,, karena aku nggak bakalan menyerah sampai aku mendapatkan pekerjaan untuk meringankan beban kalian," ucap Diki dengan penuh keyakinan.


"Nak,, kamu maunya nggak usah mikir sampai seperti itu,, kita nggak merasa terbebani sedikit pun kok,, jadi kamu nggak usah mikir macam-macam,, kamu di rumah aja yah,," ucap ayah Diki lagi.


Diki dengan segera menggelengkan kepalanya pertanda tak setuju dengan ucapan ayahnya.


"Aku akan tetap keluar untuk mencari pekerjaan,, dan kalian nggak perlu khawatir sama aku,, aku nggak sembarangan kok mau ikut sama orang atau percaya sama orang,, jadi tenang aja yah," ucap Diki.


"Sekarang aku keluar dulu untuk mencari pekerjaan lagi,, doakan saja semoga aku dapat pekerjaan hari ini,," ucap Diki lalu segera salam kepada ayah dan ibunya sambil tersenyum.


Setelah itu Diki pun berjalan keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


############


"Sana dia orangnya,," ucap anak buah Devan begitu melihat Diki yang sedang berjalan.


__ADS_2