
Tumben banget Nadia nelfon banyak kali seperti ini,, batin Angel sambil menelepon Nadia.
Nadia yang mendengar bunyi ponselnya langsung melihat nama kontak yang menelepon dirinya. Sedangkan Clarisa langsung melihat ke arah Nadia begitu mendengar bunyi ponsel Nadia.
Hmmm mungkin yang menelepon Nadia adalah Angel,, batin Clarisa sambil melihat Nadia.
"Siapa?" tanya Clarissa karena penasaran.
"Angel, tuh kan dia pasti nelfon kalau lihat panggilan tak terjawab dari aku," ucap Nadia sambil melihat Clarisa.
Hmmm sesuai harapan aku,, bagus deh, batin Clarisa yang bahagia.
"Ya udah,, ayo kamu angkat panggilan telfon dari dia,, nanti keburu dimatiin sama dia," ucap Clarisa.
"Iya,," ucap Nadia lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Angel.
"Halo Nadia,," ucap Angel begitu Nadia mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
"Halo Angel,," ucap Nadia.
"Ada apa? tumben kamu nelfon banyak kali,, kamu baik-baik aja kan? kamu lagi nggak ada masalah kan?" tanya Angel yang khawatir pada Nadia.
Nadia pun tersenyum begitu mendengar pertanyaan Angel,, Nadia merasa sangat beruntung memiliki sahabat sebaik dan se perhatian Angel.
"Iya aku baik-baik aja kok," jawab Nadia.
"Lalu ada apa kamu nelfon? kamu kangen sama aku?" tanya Angel lagi.
"Iya aku kangen banget,, dan ada satu orang lagi yang kangen sama kamu," ucap Nadia yang membuat Angel mengernyitkan dahinya bingung.
Sementara di waktu yang sama Devan sedang manja-manjanya pada Angel membuat Angel benar-benar kesusahan untuk bersikap biasa saja ketika berbicara dengan Nadia.
__ADS_1
Devan terus memegang dua benda kenyal membuat Angel sebisa mungkin menahan suara aneh yang akan keluar dari bibirnya,, karena dia sedang berbicara dengan Nadia.
Devan juga ikut mendengar pembicaraan Nadia dan Angel sambil menahan diri untuk tidak meminta jatah lagi pada istrinya yang terlihat semakin menggemaskan dimatanya semenjak Angel hamil.
"Siapa?" tanya Angel dengan nada suara agak berbeda membuat Nadia mengernyitkan dahinya bingung.
"Angel,, kamu nggak kenapa-kenapa kan? kok suara mu kayak lain-lain gitu?" tanya Nadia dengan polosnya,, membuat Clarisa ingin sekali menjitak kepala Nadia yang terlalu polos menurut Clarisa.
Nadia goblok banget sih,, kelebihan polos nih namanya,, disitu pasti ada Devan,, makanya dia seperti itu,, batin Clarisa yang sudah sangat paham akan suara seperti itu,, karena dia kebiasaan mendengar suara kakaknya seperti itu juga tidak jauh beda.
Angel langsung mendorong Devan jauh-jauh begitu mendengar pertanyaan Nadia. Devan hanya menahan tawanya sambil datang mendekati Angel lagi.
Angel yang sudah sangat tau kelakuan suaminya itu akhirnya membiarkannya saja,, karena Angel tau percuma melarang Devan untuk masalah begituan.
"Iya nggak kenapa-kenapa kok Nadia,, lupakan suara yang tadi yah,," ucap Angel.
"Oh iya siapa yang kangen sama aku? kalau cowok aku nggak mau tau yah,, karena aku sudah memiliki suami,, tapi kalau cewek aku pengen tau," ucap Angel lagi.
"Aku yakin kamu bakalan kaget setelah mengetahuinya karena dia wanita dan pasti kamu nggak nyangka banget deh," ucap Nadia lagi yang semakin membuat Angel penasaran,, Devan pun ikut penasaran.
"Dia adalah Clarisa,," jawab Nadia sambil tersenyum bahagia.
Hening seketika begitu Nadia selesai mengucapkan nama Clarissa,, tidak ada suara lagi.
Devan dan Angel saling tatap-tatapan. Angel terdiam karena dia masih tidak menyangka sedangkan Devan juga ikut tidak menyangka akan hal itu.
Kok diam? apa jangan-jangan Angel udah benci sama aku? duhh nggak bisa dibiarkan nih,, bisa susah dong aku balas dendamnya kalau dia benci sama aku,, batin Clarisa sambil melihat Nadia.
"Angel kok kamu diam? kamu nggak senang yah? kamu nggak mau lagi bersahabat dengan Clarissa seperti dulu,, karena perlakuan dia selama ini sama kamu?" tanya Nadia sambil melihat kasihan pada Clarisa.
Namun belum ada jawaban dari Angel,, Angel masih diam seperti tadi,, karena kata-kata Nadia yang menurutnya sangat mustahil.
__ADS_1
"Angel,, apa kamu mendengar ku?" tanya Nadia lagi.
"Udahlah Nadia,, mungkin dia sudah sangat membenci aku,, makanya dia nggak mau lagi bicara begitu dia mendengar nama aku," ucap Clarisa berpura-pura terlihat sedih.
Nadia benar-benar kasihan begitu melihat Clarissa yang sangat sedih,, padahal kesedihan itu hanyalah palsu semata.
"Ini beneran,, Clarisa kangen sama aku?" tanya Angel begitu dia mendengar suara Clarisa dari balik telfon.
"Iya Angel,, dia beneran kangen sama kamu,, dia udah sadar sekarang kalau apa yang dia lakukan selama ini itu salah,, dia ingin kita seperti dulu lagi,, dia ingin kamu memaafkan dirinya,, dia ingin menghubungi dan berbicara langsung sama kamu, tapi dia takut kamu udah nggak mau kenal sama dia lagi, dia takut kamu membenci dirinya,," ucap Nadia yang membuat Clarisa senang.
Bagus Nadia jadi aku nggak perlu capek-capek pura-pura sedih,, ada kamu yang menyelesaikan semuanya,, sabar Clarisa demi rencana kamu harus berpura-pura baik, tenang saja ini nggak lama kok,, pokoknya Angel harus menderita,, dia nggak boleh hidup enak, kalau perlu dia nggak ada saja di dunia ini,, batin Clarisa lagi sambil melihat Nadia dengan ekspresi wajah penuh penyesalan agar Nadia semakin simpati pada dirinya dan terus berbicara yang bagus-bagus pada Angel.
Angel menangis karena bahagia begitu mendengar ucapan Nadia dan juga suara Clarisa lagi.
Devan benar-benar panik melihat Angel yang menangis.
"Loh sayang kok kamu nangis?" ucap Devan sambil menghapus air mata Angel.
"Aku nggak apa-apa kok, aku menangis karena bahagia,, sahabat ku kembali seperti dulu lagi,, aku dan Clarisa dulu sangat dekat,, aku rasa kamu juga tau itu,, tapi karena masalah kita menjadi sangat jauh,, makanya aku sangat bahagia ketika kita bisa seperti dulu lagi," ucap Angel sambil melihat Devan.
Nadia pun ikut terharu begitu mendengar ucapan Angel.
Devan belum sepenuhnya percaya pada Clarisa,, namun dia tidak mau menghilangkan kebahagiaan di wajah istrinya,, jadi dia diam-diam saja dulu sambil menghapus air mata Angel.
"Berikan ponsel mu pada Clarissa,, aku ingin berbicara dengan dirinya, aku kangen banget sama dia," ucap Angel lagi.
Hmmm malas banget aku harus pura-pura baik,, batin Clarisa yang sangat malas berbicara kepada Angel.
"Clarisa nih,, Angel mau bicara sama kamu," ucap Nadia sambil memberikan ponselnya pada Clarisa.
Clarisa pun menolak itu membuat Nadia mengernyitkan keningnya bingung dengan sikap Clarisa.
__ADS_1
"Aku belum siap untuk berbicara melalui panggilan telfon,, aku malu begitu mengingat apa yang terjadi selama ini," ucap Clarissa.
"Gimana kalau kita ketemuan saja,, mau nggak?" ucap Nadia memberikan ide.