
"Antara yakin dan nggak yakin sih, karena Devan tidak mungkin akan jatuh ke dalam lubang yang sama,,, aku yakin pasti dia sekarang sudah lebih berhati-hati,, karena kejadian malam itu," ucap Ayah Devan sambil melihat Clara yang diliputi rasa takut juga,, karena dia sangat mengenal Devan.
"Kalau begitu lebih baik nggak usah saja,, aku juga sangat yakin kalau dia tidak mungkin akan se lengah dulu, aku takut mas,," ucap Clara.
"Apaan sih kak,, ngapain harus takut pokoknya kakak harus menjalankan rencana itu,, ingat kak kalau berhasil kakak nggak akan menderita lagi,, kakak akan hidup enak lagi,, dan Angel sudah pasti akan bercerai dengan mantan suami kakak,," ucap Clarisa yang muncul tiba-tiba membuat ayah Devan dan Clara sedikit terlonjak kaget.
"Clarisa kamu ini bisa tidak jangan buat kaget,," ucap Clara sambil melihat Clarisa.
"Bisa kok,," ucap Clarisa dengan santainya.
"Pokoknya kakak harus menjalankan rencana kakak,," ucap Clarisa lagi yang sangat tidak terima jika Clara membatalkan rencananya.
"Dan ingat kak ini juga perintah Marco,, jadi kakak harus melanjutkan rencana ini," ucap Clara lagi.
"Clarisa kamu sadar nggak semua yang terjadi pada aku,, itu semua karena keinginan kamu,, aku menuruti keinginan kamu sehingga mas Devan dan Angel bertemu,, jadi beginilah sekarang nasib aku,," ucap Clara sambil melihat Clarisa dengan tatapan kesalnya.
__ADS_1
"Hah karena aku? oke mantan suami kakak dan Angel bertemu memang karena keinginan aku,, tapi nggak sepenuhnya salah aku,, kakak sadar juga nggak semua ini karena kakak juga berselingkuh dengan mertua kakak sendiri,," ucap Clarisa yang ikutan kesal.
"Sudah-sudah tidak usah ribut,, semuanya sudah terjadi tidak usah saling menyalahkan kita salah semua,," ucap ayah Devan yang dengan cepat menjadi penengah antara Clarisa dan Clara, karena ayah Devan tidak mau mendengar keributan.
"Aku nggak mau mas melakukan rencana ini,, aku jujur aku takut,, entah apa yang akan dilakukan mas Devan kalau sampai mengetahui rencana kita ini," ucap Clara.
"Nggak bisa gitu,, kakak harus mau,, kakak mau membuat Marco marah?" ucap Clarisa yang membuat Clara tampak berpikir sambil melihat ayah Devan.
"Hmm,, kita lakukan malam nanti," ucap Clara pada akhirnya.
###############
Pulang kerja di rumah Devan....
Devan masuk ke dalam rumah dengan senyum bahagianya,, bagaimana tidak bahagia begitu masuk dia langsung melihat Angel yang tersenyum bahagia sambil berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Sayang kok sepertinya kamu cepat pulang,, ini belum jam pulang,, biasanya kamu lama pulangnya,," ucap Angel sambil memeluk Devan.
Mama Devan yang melihat kemesraan menantu dan anaknya langsung tersenyum bahagia.
"Bos bebas istriku sayang,, aku cepat pulang karena di rumah ada yang sangat merindukan aku,," ucap Devan sambil mengelus lembut rambut Angel dan tersenyum lembut.
"Hmm nggak tuh,, aku nggak rindu,," ucap Angel.
"Kan aku nggak bilang kamu sayang,," goda Devan sambil menahan tawanya.
"Terus siapa yang merindukan kamu disini? kamu selingkuh yah disaat aku hamil begini,, terus selingkuhannya di dalam rumah ini lagi,, tega kamu," ucap Angel sambil melepaskan pelukannya lalu berjalan cepat menuju kamar.
Devan dengan segera menyusul istrinya sambil menahan tawanya.
Dia cemburu kah? imutnya bumil ini,, batin Devan.
__ADS_1
"Bumil jalannya pelan-pelan bumil,," teriak Devan sambil menyusul Angel dengan cepat.