Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Aku cemburu,,


__ADS_3

Angel melihat kepergian Diki dengan perasaan yang benar-benar sedih. Hal ini tidak diinginkan oleh Angel sedikit pun,, dia tak ingin melihat Diki sedih namun dirinya lah penyebab kesedihan Diki.


Diki maafkan aku,, semoga kamu bisa menerima semuanya Diki,, dan semoga kamu nggak berubah sedikit pun,, kamu tetap menjadi Diki yang ku kenal dulu,, batin Angel penuh harap.


Orang tua yang menemukan Diki pun akhirnya ikut dengan orang tua Diki.


Sementara Nadia dan Ayu hanya saling pandang. Tampak kesedihan diwajah Nadia, karena Nadia benar-benar tidak ingin ini semua terjadi antara Diki dan Angel,, dulu Nadia sangat mendukung hubungan Angel dan Diki,, namun sekarang takdir berkata lain.


"Nad,," ucap Angel sambil melihat Nadia dengan ekspresi wajah yang benar-benar sedih.


"Sabar Angel,, aku yakin Diki nanti pasti akan menerima semuanya,, dia orang baik,, pasti dia akan mengerti nantinya,, biarkan dia berpikir dulu,, dia masih shock jadi wajar dia seperti tadi,,," ucap Nadia yang mencoba menghibur Angel agar Angel tidak banyak pikiran karena saat ini Angel sedang mengandung.


"Aku harap juga seperti itu Nad" ucap Angel.


"Iya pasti seperti itu,, kamu jangan banyak pikiran yah,, kamu kan sedang hamil muda Angel,, jaga kandungan kamu," ucap Nadia lagi.


Angel pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Iya sayang,, benar yang dikatakan Nadia, kamu jangan banyak pikiran yah," ucap Devan yang ikut khawatir.


"Iya," ucap Angel.


"Ayo kita pulang dulu ke rumah," ucap Devan lagi.


"Kalian juga pulang saja dulu,," ucap Devan lagi kepada Nadia dan Ayu.


Ayu hanya angguk-angguk kepala saja karena bingung harus berucap apalagi,, Ayu masih tidak habis pikir bahwa Diki adalah mantan pacar Angel istri dari bosnya sendiri.


Ayu juga merasa langsung tidak pantas mengejar Diki lagi begitu mengetahui mantan Diki adalah Angel,,, wanita yang sangat cantik dan juga lemah lembut. Bahkan Angel juga bisa membuat bos nya sangat bucin.


Mereka pun segera ke mobil masing-masing.


################


Rumah Devan...

__ADS_1


"Sayang,, jangan terlalu pikirkan kejadian tadi,, atau jangan-jangan kamu masih mencintai dia yah?" ucap Devan yang sangat cemburu apabila Angel terus memikirkan Diki.


Angel langsung melongo begitu mendengar ucapan Devan.


"Suamiku,, aku itu sudah nggak mencintai Diki lagi,, tapi aku juga nggak mau hubungan ku dengan Diki menjadi jauh karena ini,, aku ingin bisa berteman baik dengan dia,, sungguh aku sudah tak ada perasaan padanya," ucap Angel yang menyakinkan Devan,, karena Angel sangat tau Devan bisa berbuat apa saja apabila dia merasa orang yang disayangi nya akan pergi darinya.


Angel sangat tau Devan tak suka dikhianati,, Angel juga tidak mau karena kesalahpahaman,, Devan akan membuat Diki dalam bahaya lagi.


Devan pun tersenyum lega begitu mendengar ucapan Angel.


"Kamu ini seperti om-om yang sedang cemburu berat saja," ejek Angel.


"Emang,, aku cemburu,, tapi sejak tadi aku coba untuk menahannya,, tak ada kah hadiah buat aku karena sudah mencoba menahan kecemburuanku?" ucap Devan sambil mencolek dagu Angel.


"Apa yang bisa aku berikan padamu disaat kamu sudah memilki semuanya dan juga bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan?" ucap Angel sambil melihat heran pada Devan.


"Tubuhmu saja berikan padaku,, aku ingin membuat mood ku kembali bagus," ucap Devan sambil menarik Angel ke dalam dekapannya.

__ADS_1


Sementara di tempat lain ada Clarisa yang shock sekaligus juga merasa senang karena Diki masih hidup...


__ADS_2