
Sabtu Malam Di Rumah Damar.
Malam ini, Damar sangat bahagia karena bisa makan malam bersama Ayu dan anak-anak mereka. Dia bisa merasakan kehangatan dimeja makan mewah yang biasanya sepi dan terkesan dingin, karena selama ini hanya Damar sendirian yang makan disana.
Tak hanya di meja makan, tapi rumah besarnya yang selama ini sangat sepi, terasa hangat dan ramai oleh canda tawa Gara dan juga sikembar. Juga kehadiran Ayu yang semakin menambah kehangatan dan kebahagian dirumah itu.
Damar sudah berada dikamar anak-anaknya. Dia bermain-main bersama Gara dan sikembar. Sedangkan Ayu, saat ini dia berada dibelakang rumah utama, atau lebih tepatnya di taman dekat kamar para art berada. Dia mengobrol bersama Nina, mbak Tri dan yang lainnya, hingga tak terasa waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam.
Damar menyusul Ayu, mengajaknya ke kamar, karena menurutnya Gara ingin tidur bersama Ayu. Ayu pamit lalu ke kamar bersama Damar.
Saat Ayu datang, Gara langsung memintanya tidur bersamanya, Ayu menurutinya. Sedangkan Damar berbaring di kasur satunya bersama si kembar. Tiga puluh menit kemudian, mereka terlelap, lalu Damar mengajak Ayu pindah ke kamar mereka.
Damar merangkul bahu Ayu sampai akhirnya mereka tiba dikamar. Ayu berdiri didekat jendela, menutup gorden kamar yang masih terbuka. Saat dia membalikkan badan, Damar sudah ada didepannya. Dia memberikan sebuah kotak pada Ayu."Apa ini mas?."Tanya Ayu
"Bukalah." Sahut Damar, dengan senyuman yang begitu hangat. Ayu lalu membuka kotak berwarna biru nevi berbahan beludru itu. Isinya ternyata adalah satu set perhiasan berlian yang sangat cantik dan indah.
Ayu tahu pasti harga perhiasan itu sangat mahal, mengingat harga cincinya saja waktu itu bisa dia pakai untuk mengontrak ruko dan membeli mobil, apalagi sekarang. Tidak hanya cincin tapi ada juga kalung, gelang dan anting berlian yang berkilau, sangat cantik menurutnya. "Mas...ini."
"Iya, ini buat kamu. Aku sengaja membelikan ini. Kamu suka kan?."Tanya Damar
"Aku suka mas. Aku yakin semua wanita juga pasti akan menyukai perhiasan seindah ini. Tapi ini pasti sangat mahal Aku...aku"
"Ini tidak seberapa dibandingkan dengan kamu Yu. Bagiku kamu lebih cantik dan jauh lebih berharga dari perhiasan atau apapun." Kata Damar, memotong kalimat Ayu.
"Gombal." Sahut Ayu sambil terkekeh.
Damar menatap Ayu masih dengan senyuman hangatnya."Aku boleh pakaikan kalung ini kan?." Tanya Damar. Ayu mengangguk.
Damar mengambil satu kalung dari dua kalung yang ada dikotak perhiasan itu, hendak memakaikannya. Damar sudah berdiri dibelakang Ayu. Ayu mengangkat rambutnya, saat Damar memakaikan kalung itu dilehernya. Damar mencium tengkuk Ayu, setelah dia memakaikan kalung itu, membuat Ayu meremang seketika.
__ADS_1
Damar juga memasangkan kedua anting berlian yang indah itu ditelinga Ayu. Damar membalikkan tubuh Ayu menghadap ke arahnya. Dia tersenyum menatap Ayu yang terlihat semakin cantik dengan kalung dan antingnya. Lalu Damar memasangkan cincin di jari manis Ayu, dan mencium tanganya dengan mesra.
Mereka saling menatap seraya melemparkan senyum terbaiknya."Makasih mas." Ucap Ayu.
"Oh iya, masih ada yang ingin aku berikan padamu. Kamu tunggu sebentar, aku akan mengambilnya diruang kerjaku." Ujar Damar, lalu keluar dari kamar.
Ayu menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada dikamar itu. Dia menyentuh kalung yang dipakainya."Kalung ini benar-benar cantik. Aku yakin sekali harganya pasti sangat mahal. Secinta itukah mas Damar padaku?." Gumamnya.
Tak lama kemudian Damar kembali ke kamar, membawa sebuah map dan dua buah kunci ditanganya. Dia memberikan map-nya terlebih dahulu."Apa ini mas?." Tanya Ayu.
"Kamu buka, dan baca saja." Sahut Damar. Karena penasaran Ayu segera membuka map itu dan membacanya. Dia tersentak saat tahu ternyata isinya adalah sertifikat rukonya.
"Mas ini sertifikat tokoku?. Kamu membelinya?." Tanya Ayu.
Damar mengangguk."Iya!! Aku sudah membelinya. Mulai sekarang ruko itu milik kamu Yu. Kamu tidak perlu lagi mengontraknya."Jelas Damar seraya memegang kedua pipi Ayu.
"Mas....kamu." Ayu tidak melanjutkan kata-katanya. Dia langsung memeluk Damar. "Makasih banyak mas. Aku tidak bisa mengatakan apapun selain terima kasih." Ucap Ayu.
Damar melepaskan pelukan Ayu, lalu dia memberikan dua kunci yang dipegangnya. "Apalagi ini mas?." Tanya Ayu.
"Masa kamu tidak tahu ini apa?. Ini kunci sayang."Jawab Damar.
"Aku tahu ini kunci. Tapi kunci apa?."Tanya Ayu lagi.
"Ini kunci rumah kamu."Jawab Damar.
"Maksudnya?."Tanya Ayu tak mengerti.
"Ini kunci rumah kamu di Bandung. Rumah yang kamu booking di komplek perumahan Damar Mas Regency."Jelas Damar.
__ADS_1
"Tapi, kenapa kuncinya bisa ada sama kamu mas?. Dan setahu aku rumah itu masih dibangun dan belum selesai." Tanya Ayu lagi.
Damar tersenyum."Rumah itu sudah selesai sayang, dan ini kuncinya. Aku sengaja meminta mereka menyelesaikan rumah itu. Dan.....kamu tidak perlu membayar atau mencicil rumah itu, karena rumah itu memang milik kamu."Jelas Damar.
"Apa maksudnya mas?. Aku nggak ngerti." Tanya Ayu, lalu Damar menjelaskan padanya, kalau dia adalah pemilik perumahan itu. Ayu pun mengerti dan menyadari kalau ternyata dia membooking rumah di komplek perumahan milik suaminya, Damar.
Kenapa aku nggak ngeh sama sekali, kalau perumahan itu milik mas Damar?. Padahal ada nama mas Damar di komplek perumahan itu. Gumamnya dalam hati.
"Kamu melamun?." Tanya Damar.
"Enggak kok mas." Sahut Ayu sambil tersenyum. "Kamu tahu mas, rumah itu bukan untukku, tapi untuk Reno. Aku memang yang mencicilnya, sebagai ganti uang hasil penjualan rumah orang tua kami. Jadi aku akan tetap membayar rumah itu mas." Kata Ayu.
"Kamu tidak perlu membayarnya."Sahut Damar.
"Tapi mas, rumah itu..."
"Sudahlah sayang. Kamu tidak perlu memikirkanya lagi." Kata Damar, lalu dia memberikan kunci satunya. Itu adalah kunci mobil baru yang Damar belikan untuk Ayu.
"Kenapa kamu harus repot-repot membelikanku mobil mas dan semua ini mas?."
"Aku tidak repot." Jawab Damar." Kamu sudah memberikan kebahagian kepadaku. Apa yang aku lakukan rasanya tidak sebanding dengan apa yang kamu berikan padaku Yu." Kata Damar.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan?. Kamu jangan melebih-lebihkan mas." Balas Ayu.
"Kamu sudah benar-benar membuatku sangat bahagia Yu. Apalagi kalau kamu dan anak-anak tinggal disini bersamaku." Kata Damar.
"Oh aku ngerti sekarang. Jadi kamu ngasih semua ini, supaya aku mau tinggal disini. Kamu nyogok aku mas?."Tanya Ayu sambil tersenyum.
"Enggak sayang, aku tidak mempunyai maksud seperti itu. Aku tulus memberikan semuanya. Dan aku juga tidak memaksa kamu tinggal disini sekalipun aku memang sangat menginginkanya. Aku tidak akan memaksamu. Aku akan mendukung apapun keputusanmu, yang penting kamu bahagia."Ujar Damar.
__ADS_1
Ayu terkekeh. "Aku hanya bercanda mas. Kamu kok serius sekali."Balas Ayu seraya menangkupkan kedua tanganya diwajah Damar. "Aku sudah bilang aku akan tinggal disini kan mas?. Aku janji akan secepatnya pindah kesini. Aku juga mau tinggal bersama kamu. Kita ini suami istri, jadi memang sudah seharusnya kita tinggal bersama." Ujar Ayu.
Damar tersenyum bahagia mendengar ucapan Ayu, lalu memeluknya seraya mengucapkan terima kasih.