
Mama Devan,, Devan,, maupun Angel benar-benar merasa canggung antara satu sama lain.
"Emm kalian teruskan lagi saja,, nanti kalau udah mama akan masuk lagi,," ucap Mama Devan sambil tersenyum.
"Devan,, kalau mau mesra-mesraan tutup pintu kamar dulu yah,, ehh jangan cuma ditutup tapi dikunci juga,, untung bukan orang lain tadi yang masuk,," ucap Mama Devan lagi masih dengan senyumnya sambil ingin berjalan keluar dari kamar Devan.
"Mama nggak usah pergi lagi,," ucap Devan cepat.
Mama Devan pun dengan segera menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Devan.
"Loh nggak mau dilanjut lagi memangnya?" tanya mama Devan yang membuat Angel langsung menjadi malu seketika.
Mana bisa ma di lanjut lagi,, istriku pasti udah nggak mau lagi karena merasa malu sama mama,, batin Devan.
"Nanti aja ma lanjutnya,," ucap Devan.
__ADS_1
"Mama kesini dulu,, istriku dari tadi muntah-muntah dan dia juga pucat ma,, terus dia juga sepertinya pusing,, iyakan sayang?" ucap Devan yang kembali bereksperi penuh kekhwatiran pada istrinya.
Mama Devan dengan segera berjalan ke dekat Angel.
"Apa benar sayang kamu seperti itu?" tanya mama Devan serius.
Angel pun menganggukkan kepalanya.
"Sejak kapan sayang?" tanya mama Devan lagi yang sudah penuh harap.
"Sejak tadi ma,, terus aku nggak mau suamiku jauh-jauh dari aku,, kalau dia jauh-jauh aku langsung mual,," ucap Angel yang memang merasakan hal itu.
"Kok mama malah senyum-senyum gitu sih ma,, istriku ini lagi sakit loh ma,, Devan nggak mau dia kenapa-kenapa,," ucap Devan dengan memasang ekspresi wajah seriusnya.
"Lah memang kamu sudah buat istrimu kenapa-kenapa,, sepertinya dia akan kenyang selama sembilan bulan,," ucap Mama Devan sambil tersenyum bahagia dan menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Angel dan Devan.
__ADS_1
Devan maupun Angel benar-benar memasang ekspresi wajah herannya karena sangat tidak mengerti dengan maksud mamanya.
"Mama ini ada-ada aja,, massa istriku kenyang sembilan bulan sih ma,, meninggal dong dia ma," ucap Devan yang benar-benar sangat serius dan juga takut.
"Aku juga baru tau ada sakit seperti itu dan gara-gara aku,, pokoknya kita harus ke rumah sakit sayang,, dokter harus menyembuhkan kamu berapa pun biayanya akan aku tanggung," ucap Devan lagi yang sudah semakin panik dan malah mendapatkan jitakan dari mamanya sendiri.
"Mama kok jitak aku ma?" ucap Devan sambil meringis kesakitan.
Angel dengan segera mengelus-elus tempat mama Devan menjitak Devan dengan lembut.
"Kamu jangan kelewatan panik dong,, santai aja Devan,," ucap mama Devan lagi yang benar-benar membuat Devan dan Angel bingung.
"Ma,, gimana Devan bisa santai dan nggak kelewatan panik,, kalau mama bilang tadi istriku akan kenyang selama sembilan bulan,, aku baru dengar jenis penyakit seperti itu ma,, jadi istriku harus segera ditangani karena ini penyakit langka," ucap Devan lagi.
"Iya ma,, aku juga baru tau penyakit itu,,, aku nggak mau jauh-jauh dari suamiku," ucap Angel yang langsung memeluk Devan sambil ingin menangis,, dan itu membuat mama Devan semakin yakin.
__ADS_1
"Hmm anak dan menantu sama polosnya,, ehh nggak tau deh polos atau o'on,," ucap mama Devan sambil tertawa.
"Devan telfon dokter,, ada kemungkinan besar istrimu sedang hamil," ucap Mama Devan.