
Devan dan Angel benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan Mama Devan.
"Devan kenapa kamu diam aja,, ayo telfon dokter," ucap mama Devan lagi sambil melihat Devan yang masih diam membisu karena terkejut.
"Devan," ucap mama Devan lagi sambil menggoyangkan bahu Devan.
"Ehh iya ma,," ucap Devan sambil melihat Mamanya.
"Dengar nggak yang mama katakan tadi?" ucap mama Devan lagi sambil melihat Devan.
Devan pun menganggukkan kepalanya.
"Terus kenapa masih diam begitu, ayo telfon dokter biar istrimu diperiksa,, mama udah nggak sabar nih," ucap mama Devan sambil tersenyum bahagia.
"Ma beneran istriku hamil ma? beneran nih?" tanya Devan dengan ekspresi wajah yang benar-benar tidak percaya sekaligus terkejut.
"Yah mama nggak tau juga yang jelasnya,, tapi kalau dari ciri-cirinya sepertinya iya istrimu sedang hamil sekarang,, jadi kamu segera telfon dokter kesini biar jelas semuanya,," ucap mama Devan lagi sambil melihat Devan.
__ADS_1
"Mama kan dokter, ayo periksa istriku ma,," ucap Devan lagi dengan perasaan yang benar-benar bahagia.
"Ya ampun Devan,, telfon dokter saja,, mama ini dokter gadungan,," ucap mama Devan lalu tertawa.
Mama Devan benar-benar sangat bahagia karena dia sangat yakin ada kemungkinan besar Angel sedang mengandung sekarang.
Devan dan Angel benar-benar bahagia melihat mama Devan yang tertawa lagi,, karena setelah ayah Devan ketahuan selingkuh dengan Clara,, mama Devan selalu terlihat tidak bersemangat.
"Ayo telfon dokter cepetan,," ucap mama Devan lagi.
"Kalian sudah bekerja keras dalam membuatnya,, mama yakin sebentar lagi punya cucu,," ucap mama Devan sambil tersenyum bahagia.
"Iya ma,, aku telfon dokter dulu kalau gitu," ucap Devan dengan perasaan bahagianya.
Semoga istriku benar-benar hamil,, supaya ada ikatan diantara kita,, aku pasti nggak akan ditinggalkan istriku kalau ada anak diantara kita,, aku juga sudah sangat ingin mempunyai anak,, pasti kalau perempuan akan cantik seperti mamanya dan kalau laki-laki akan ganteng seperti aku,, batin Devan sambil menelepon dokter agar segera ke rumahnya.
Sementara di tempat lain,, Ayu benar-benar mengajar Diki menyetir mobil sambil mengingat-ingat cara mendapatkan cinta pria yang sempat dia baca sebelumnya.
__ADS_1
"Wah kamu hebat Adri,, belum cukup satu jam kamu udah pintar aja,, aku memang nggak salah menawarkan kamu pekerjaan,," ucap Ayu sambil tersenyum pada Diki semanis mungkin.
Ya ampun kaku banget sepertinya yah,, lagian jelaslah cepat kan dia udah tau memang nyetir mobil,, tapi cara yang aku baca dengan memuji pria menjadi salah satu cara bisa membuat pria mencintai aku,, dia udah jatuh cinta belum yah? batin Ayu sambil melihat Diki.
"Kan kamu yang ajar aku Ayu,, jadi kamu yang hebat,, aku juga nggak nyangka mau secepat ini pintarnya,, makasih yah,," ucap Diki sambil tersenyum tulus pada Ayu.
Ayu langsung terdiam begitu melihat Diki tersenyum padanya.
Ya ampun ternyata dia ganteng yah,, terus baik pula,, batin Ayu sambil melihat Diki.
"Ayu," ucap Diki sambil menggoyangkan bahu Ayu yang tampak bengong sambil melihat Diki.
"Ehh iya Adri," ucap Ayu sambil nyengir.
Ya ampun kok aku yang jadi nggak terkontrol sih,, jantung ku kenapa pula ini, jadi nggak beres begitu lihat dia senyum,, batin Ayu.
############
__ADS_1
Rumah Devan....
"Selamat yah,, istri pak Devan sedang hamil sekarang,," ucap dokter itu sambil tersenyum pada Devan.