
Esoknya Damar kembali ke kantor. Dia benar-benar terlihat lebih baik dan bersemangat dibandingkan beberapa hari terakhir ini. Sebelum ke kantor, Damar mengantar Ayu ke Bank untuk mengambil uang yang ada direkening Ayu. Karena uang yang mereka ambil tidak sedikit, jadi mereka tidak bisa mengambil semuanya sekaligus.
"Tidak apa. Masih ada besok." Kata Damar.
Setelah dari bank, Damar pergi kantor, dan Ayu pulang ke rumah. Ayu menghubungi para bodiguard yang sebelumnya dia berhentikan, meminta mereka kembali bekerja. Ayu merasa saat ini dia membutuhkan mereka untuk menjaga dirinya dari Tristan, fikir Ayu.
Dikantor.
Damar menghubungi Tristan, untuk mengatakan kalau dia akan segera mengembalikan uangnya. Tristan tersenyum, karena dia sudah tahu maksud Damar menghubungi dirinya untuk apa.
"Oh jadi anda sudah bisa mengembalikan uang itu pak Damar?.Saya fikir anda...."
"Tidak perlu memikirkan apapun. Aku akan mengembalikan uangmu. Bisa kita bertemu sekarang?."
"Maaf pak Damar, tapi hari ini saya ada meeting penting, jadi kapan-kapan saja."
"Apa maksudmu kapan-kapan?. Kamu sengaja mengulur waktu agar aku terlihat seperti orang yang tidak bisa membayar tepat waktu, begitu?.Dengar pak Tristan,jangan pernah bermimpi untuk bisa memiliki istriku, karena aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Jadi buang jauh-jauh mimpi itu."
Tuttt......Damar memutuskan sambungan telepon dengan emosi, sedangkan Tristan mengulas senyum tipisnya.
...
Setelah makan siang Ayu pergi ke sekolah Gara, untuk menjemputnya. Disana ia menunggu diluar gerbang, bersama ibu-ibu lain yang juga datang menjemput anak-anak mereka. Sambil menunggu, Ayu berbincang dengan para ibu-ibu itu seperti biasanya.
Sedang asyik berbincang tiba-tiba saja, seseorang menarik rambutnya dari belakang cukup keras, membuat Ayu meringis kesakitan. "Dasar pelakor." Sarkasnya. Semua yang ada disana terkejut lalu berusaha melepaskan tangan itu dari rambut Ayu, hingga mereka berhasil.
Ayu sangat terkejut saat melihat siapa orang yang tiba-tiba menjambak rambutnya. "Bu Ambar." Ucapnya kaget.
__ADS_1
"Iya. Aku. Kenapa? Kamu terkejut?. Aku datang kesini hanya ingin mengingatkan kamu pelakor murahan. Jangan pernah kamu lupa darimana kamu berasal. Dasar kelas rendahan, dasar mental pelakor." Sergah Ambar.
"Apa maksud bu Ambar?." Tanya Ayu.
"Jangan pura-pura lugu deh kamu." Jawab Ambar.
"Hey bu!! Siapa anda?. Sebaiknya segera pergi. Jangan buat keributan disini." Ucap salah satu ibu yang ada disitu.
"Iya nih. Gak tau malu, datang-datang bikin keributan." Timpal ibu lainya.
"Eh ibu-ibu anda semua harus hati-hati dengan perempuan sok lugu ini. Dia suka sekali merebut suami atau pasangan orang."Tukas Ambar.
"Apa yang anda katakan bu Ambar?. Jangan pernah menyebarkan fitnah seperti itu."Sanggah Ayu.
"Fitnah kamu bilang?. Apa kamu lupa suami kamu itu,dulunya adalah suamiku. Kamu sudah merebutnya dariku. Lalu Andreas dan sekarang Tristan. Apa kamu masih belum puas pelakor?. Aku sudah membawamu dari tempat kumuh itu, tapi kamu malah menusukku dari belakang. Kalau bukan karena aku, kamu tidak akan pernah seperti sekarang " Sergah Ambar.
Melihat tuanya dalam masalah, kedua bodiguard Ayu menghampiri.
"Ada apa bu Ayu?. Apa ada masalah?." Tanya salah satu dari mereka.
Ambar, dan ibu-ibu yang ada disana terkejut melihat kedua bodiguard itu. Mereka sama sekali tidak menyangka Ayu ternyata memiliki bodiguard pribadi.
"Ooh jadi kamu punya bodiguard?.Hahaa gak heran sih. Aku yakin pasti banyak sekali wanita diluar sana yang ingin bikin perhitungan sama kamu, karena kamu sudah menggoda suami mereka. Makanya kamu sampe bawa-bawa beruk kayak mereka."Sarkas Ambar.
"Jaga ucapan anda nyonya." Kata salah satu bodiguard itu seraya mendekati Ambar, tapi Ayu menghentikanya.
"Cukup bu Ambar!! Anda jangan menguji kesabaran saya. Saya tidak pernah merebut atau menggoda suami siapapun. Apa anda sudah lupa dengan apa yang anda perbuat?. Atau saya harus mengingatkan anda kalau anda sendirilah yang memaksa saya menikah dengan suami anda, demi tujuan busuk anda yang ingin merampas anak-anak saya. Apa anda lupa itu?.
__ADS_1
Apa anda lupa, anda meminta saya dan lelaki yang sudah resmi menjadi suami saya tidak berhubungan selayaknya suami istri, tapi anda sendiri malah enak-enakkan berselingkuh dengan pria lain, dan mengatakan kepada dunia, kalau kami yang berselingkuh. Hemm...sepertinya anda memang lupa, atau pura-pura lupa." Hardik Ayu, membuat wajah Ambar merah seketika karena marah dan juga malu.
"Anda sendiri yang menyerahkan suami anda, tapi malah menuduh saya merebutnya. Padahal jelas-jelas waktu itu saya dan mas Damar sudah menolaknya. Haaa lucu sekali anda bu Ambar. Tapi ya, anda benar. Kalau bukan karena permintaan anda waktu itu, saya tidak mungkin seperti sekarang. Hidup bahagia bersama laki-laki yang begitu baik dan mencintai saya.
Apa anda tahu bu Ambar?. Saya sangat bahagia bersama mas Damar dan anak-anak kami. Untuk itu saya sangat berterima kasih. Oh...Atau... apa mungkin sekarang anda menyesal dan ingin kembali pada mas Damar?." Tanya Ayu dengan nada mengejek.
"Diamm!!. Berani sekali kamu mempermalukanku seperti ini perempuan kampung." Hardik Ambar.
"Ohhh jadi anda ini desainer itu?." Kata seorang ibu tiba-tiba.
"Desainer mana?." Timpal salah satu ibu.
"Itu lho Ambar Widari Kusuma, desainer terkenal yang sempat viral gara-gara kasus percerainnya itu."Jawab ibu itu.
"Ohh iya..iya saya juga sempet lihat beritanya di infotainment. Dia itu kan yang menuduh suaminya selingkuh, padahal dia sendiri yang selingkuh."
"Iya bener. Dan wanita yang dia tuduh sebagai selingkuhan suaminya itu padahal istri sahnya kan. Dan dia sendiri katanya yang meminta suaminya dan wanita itu menikah, dan wanita itu.... mamanya Gara." Sahut ibu lainya.
Wajah Ambar semakin merah menyala mendengar ocehan ibu-ibu itu. Dia semakin malu karena ternyata mereka masih ingat kejadian memalukan itu, padahal sudah beberapa tahun berlalu. Sial. Batin Ambar.
"Eh bu, kejadianya kan sudah lama berlalu, kenapa ibu masih mengungkitnya?. Jangan-jangan yang dikatakan mamanya Gara bener lagi. Ibu pengen balikan lagi ya sama suami mama Gara?. Kalau gitu ibu dong pelakornya." Kata salah satu ibu itu.
Wajah Ambar semakin merah menyala mendengar ucapan ibu tadi, apalagi melihat tatapan dan senyum ejekkan dari Ayu membuat emosinya semakin memuncak. Rasanya Ambar ingin sekali merobek mulut mereka semua, tapi tak mungkin karena dia tidak akan menang. Akal sehatnya juga masih berfungsi dengan baik. Dia tidak akan melakukan hal bodoh yang akan merugikanya jauh lebih banyak. Yang dia lakukan saat ini sudah membuatnya kehilangan image dihadapan ibu-ibu itu dan juga Ayu.
"Dasar ibu-ibu tukang gosip." Kata Ambar lalu pergi dari sana dengan wajahnya yang merah dan perasaan yang kesal. Niatnya mempermalukan Ayu gagal total, dan malah dirinya sendiri yang dipermalukan. Ambar tidak menyangka Ayu akan berani seperti itu padanya.
TBC🌻🌻🌻
__ADS_1