
Mama Devan pun merasa lega begitu melihat Angel sudah berjalan kembali menuju ke mobil.
"Maaf yah ma,, aku langsung lari keluar tadi tanpa memperdulikan pertanyaan mama," ucap Angel begitu masuk ke dalam mobil.
"Iya nggak apa-apa kok sayang," ucap mama Devan sambil tersenyum.
"Tapi kamu sebenarnya ngapain langsung keluar tiba-tiba sayang? kamu lihat siapa tadi? atau ada yang mau kamu beli? kamu kan tinggal bilang saja nanti dia yang pergi membelinya," ucap mama Devan sambil melihat anak buah Devan.
Duhh aku bilang atau nggak yah sama mama,, aku bingung nih,, batin Angel.
"Sayang kok diam?" tanya mama Devan begitu melihat Angel yang hanya diam.
"Emm aku tadi keluar karena melihat seseorang ma,, tapi sudahlah aku hanya salah lihat saja tadi," ucap Angel sambil tersenyum.
"Oh gitu yah,," ucap mama Devan.
"Ya udah ayo jalan pak," ucap mama Devan kepada anak buah Devan.
Anak buah Devan pun segera mengikuti ucapan Mama Devan.
"Mama pikir kamu kenapa loh tadi sayang,,, mama benar-benar khawatir tadi," ucap mama Devan.
"Maaf yah ma,," ucap Angel sambil melihat mama Devan.
Mama Devan pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum pada Angel.
__ADS_1
Dan akhirnya Angel dan mama Devan belanja,, namun pikiran Angel hanya tertuju pada pria yang dilihatnya tadi yang dia sangat yakini bahwa itu adalah Diki.
Angel hanya membeli beberapa baju saja itupun mama Devan yang memilihkan itu semua,,, pikiran Angel benar-benar hanya pada Diki saja.
############
Siang harinya....
Angel yang mengetahui jam istirahat Nadia,,, segera menghubungi Nadia begitu dia merasa Nadia sudah makan siang.
Dan memang benar Angel menelepon Nadia sangat pas ketika Nadia selesai makan siang.
Nadia yang mendengar ponselnya berdering segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya. Nadia sedikit mengernyitkan dahinya sekaligus senang begitu melihat nama kontak Angel.
Ada apa yah? tumben nelfon jam segini,, batin Nadia.
"Halo Angel ku sayang,, ada apa nih? kamu nelfon pas banget yah begitu aku sudah selesai makan siang,, masih ingat aja kamu,," ucap Nadia begitu mengangkat panggilan telfon dari Angel.
Angel pun tersenyum begitu mendengar ucapan Nadia.
"Iya dong aku masih ingat,, kita kan satu tempat kerja waktu itu," ucap Angel.
"Hehe iya juga," ucap Nadia.
"Oh iya ada apa nih,, kamu mau kita ketemu lagi yah?" ucap Nadia.
__ADS_1
"Emmm kalau itu nanti,, aku nelfon mau memberitahukan kamu sesuatu,, tapi mungkin kamu nggak bakalan percaya sama apa yang akan aku katakan ini," ucap Angel serius.
Deg...
Nadia benar-benar sudah merasakan sesuatu mengenai apa yang akan dikatakan Angel.
Nadia langsung kepikiran sama Diki.
"Apa Angel?" tanya Nadia.
"Aku tadi melihat Diki,,, aku yakin banget tadi melihat Diki,, Nadia,," ucap Angel yang terdengar jelas bahwa dia sangat bahagia ketika mengucapkan itu.
Deg....
Apa,,, Angel melihat Diki,, apa mereka sudah bertemu,,, batin Nadia.
"Hanya sayangnya ketika aku samperin pria itu,, aku salah orang,, tapi aku sangat yakin sekali,, aku melihat Diki tadi,, pacar aku,, dia masih hidup,," ucap Angel lagi.
Sementara Devan yang ingin menelepon Angel untuk menanyakan apakah Angel sudah makan siang atau belum,, tiba-tiba mengernyitkan keningnya begitu nomor ponsel Angel sibuk.
"Dia lagi telfonan dengan siapa yah?" ucap Devan pelan sambil melihat ke luar kaca mobil.
Deg...
Devan benar-benar sangat terkejut begitu melihat Diki...
__ADS_1
"Stop pak,," ucap Devan cepat.