
Diki tampak mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar anak buah Devan akan mengajar dirinya yang tidak tau bawa mobil.
Dia baik banget sampai mau ajar aku bawa mobil,, apa ini nggak apa-apa,,, apa dia benar-benar tulus,, aku takut di manfaatkan orang seperti kata Nadia,, batin Diki yang penuh dengan kebimbangan.
"Kenapa lagi kamu diam aja gitu sambil bingung? aku nggak ada niat jahat sama kamu atau apapun itu yang ada di dalam pikiran kamu,,, aku ikhlas mau bantu kamu,, ikhlas banget,,, aku kasihan lihat kamu yang baik begini susah mencari pekerjaan,, jadi kenapa aku nggak menawarkan ke kamu saja,, mencari sopir pribadi yang baik kan lumayan susah,," ucap anak buah Devan lagi untuk menyakinkan Diki yang terlihat seperti penuh kebimbangan.
"Tapi kenapa harus aku? kamu nggak takut apa kalau aku ini orang jahat bukan orang baik seperti yang kamu pikir,, kita kan baru kenal,, apa tidak terlalu cepat percaya sama aku?" ucap Diki sambil melihat anak buah Devan.
"Dan kamu juga malah mau mengajar aku bawa mobil,,, aku benar-benar nggak enak,," ucap Diki lagi sambil melihat anak buah Devan.
"Wanita itu punya feeling dan feeling aku ini kamu itu orang baik,, aku tuh percaya sama feeling aku,, tapi terserah pada kamu,, kamu mau terima pekerjaan dari aku atau nggak,, aku hanya menawarkan saja sama kamu,, selebihnya kamu yang memutuskan mau atau nggak menerima pekerjaan dari aku yang nggak susah itu," ucap Anak buah Devan lagi sambil berharap Diki mau menerima pekerjaan dari dirinya.
Please mau lah Diki,, jangan kamu tolak,, karena aku mesti memikirkan cara lain lagi supaya kamu kerja sama aku,, sementara otak aku ini lagi nggak bisa mikir,, batin anak buah Devan sambil melihat Diki yang masih tampak berpikir.
"Emm sepertinya kamu nggak mau menerima pekerjaan dari aku,, nggak apa-apa kok,, aku cuma mau menawarkan aja ke kamu, kamu berhak nggak mau,,," ucap anak buah Devan lagi dan Diki masih saja diam.
__ADS_1
Haduhh gawat nih,,, oke pakai cara terakhir,, kalau nggak bisa dengan terpaksa aku bakalan mikirin cara lain lagi nanti,, batin Anak buah Devan lagi.
"Emmm kalau gitu aku pergi dulu yah,, kamu semangat cari kerjanya yah,, semoga cepat dapat kerja,," ucap anak buah Devan sambil berusaha tersenyum pada Diki,,, lalu segera berjalan meninggalkan Diki.
Namun tiba-tiba Diki menahan tangannya.
"Tunggu," ucap Diki yang otomatis membuat anak buah Devan berhenti berjalan.
Wah sepertinya berhasil nih,,, aku yakin banget pasti berhasil nih,, batin anak buah Devan yang sudah sangat bahagia sambil menoleh ke arah Diki.
"Iya ada apa?" tanya anak buah Devan sambil melihat Diki.
Yes berhasil,,, gaji ku pasti double nih, akkhh senangnya, batin Anak buah Devan.
"Nah gitu dong,, oke aku pasti akan ajar kamu mulai besok,, sekarang kamu boleh pulang untuk istirahat nggak usah keliling-keliling lagi,, berikan saja nomor ponsel kamu sama aku,," ucap anak buah Devan.
__ADS_1
"Kita akan bertemu di tempat ini lagi besok,, kalau jam nya nanti aku kabari nanti malam," ucap anak buah Devan lagi sambil mengetik nomor ponsel Diki.
Diki memang telah memiliki ponsel dari pemberian Nadia.
"Nama kamu siapa?" tanya anak buah Devan.
"Adri,, kamu?" tanya Diki juga.
"Aku Ayu,," ucap anak buah Devan sambil tersenyum.
"Udah saling save yah,, aku balik dulu ada banyak urusan,, kamu hati-hati yah baliknya,," ucap Ayu lagi lalu segera berjalan menuju ke mobilnya.
Ayu tidak mengantar Diki karena dia tau tempat itu dari rumah Diki masih dekat.
Ayu segera menelepon Devan dengan perasaan bahagianya karena berhasil.
__ADS_1
"Halo tuan saya berhasil tuan membuat dia kerja kepada saya," ucap Ayu langsung begitu Devan mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
"Bagus,, buat dia jatuh cinta sama kamu,," ucap Devan lagi