Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
"Wanita Sisa"


__ADS_3

Mobil yang menabrak mobil Ayu memang mobil mewah milik Tristan. Beni terpaksa memundurkan mobil yang dikemudikanya, karena perintah Tristan, yang memintanya berhenti mendadak, saat dia melihat mini market. Tristan meminta Beni untuk membelikan plester yang akan dia gunakan untuk menutupi tanda merah yang ditinggalkan Ambar tadi malam. Karena perintah Tristan, Beni menginjak rem, lalu memundurkan mobil hingga akhirnya mobil itu menabrak mobil Ayu.


Sejak Ayu turun dari mobilnya, pandangan Tristan tidak pernah lepas dari wajah Ayu, yang sangat menarik perhatianya. Tanpa sepengetahuan Ayu, Tristan terus memperhatikannya dari dalam mobil. Semua yang ada pada diri Ayu, membuatnya sangat tertarik. Ayu tidak memakai pakaian terbuka atau seksi, tapi entah mengapa dia terlihat sangat seksi dimata Tristan, membuat dia langsung menyukai Ayu, padahal dia baru pertama kali melihatnya.


"Aku sudah mencatat nomor mobilnya. Kamu segera cari informasi tentang dia, dan secepatnya beri tahu aku."Titah Tristan lagi.


"Baik pak." Sahut Beni.


...


Setelah dari mini market, Ayu berniat akan mampir ke bengkel untuk memperbaiki pintu mobilnya yang lecet dan baret karena kejadian tadi. Ayu fikir akan memberi tahu Damar tentang semua ini, tapi ternyata Damar sudah tahu lebih dulu, dan saat ini mereka berbincang di telfon.


"Kamu dan anak-anak nggak apa-apa kan?."Tanya Damar cemas.


"Alhamdulillaah mas. Aku sama anak-anak baik-baik aja. Kami hanya kaget saja tadi. Dan pintu mobilku agak baret, ini aku dan anak-anak lagi dibengkel sekarang."Jawab Ayu


"Kamu nggak usah fikirin itu. Yang penting kalian gak apa-apa. Kamu dibengkel mana?.Biar pak Edi jemput kalian kesana."


"Nggak usah mas. Aku udah pesen taksi online."


"Ya udah kalau gitu kamu hati-hati." Pesan Damar, sebelum akhirnya mereka berdua mengakhiri percakapan.


Damar tahu apa yang terjadi pada Ayu, dari anak buahnya yang selalu mengikuti dan mengawasi Ayu dari kejauhan. Damar belum sempat menanyakan mobil apa atau mobil siapa yang sudah menabrak mobil Ayu, karena klien yang dia tunggu keburu datang.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


Satu Minggu Kemudian, di rumah Tristan.


"Saya sudah tahu siapa pemilik mobil itu pak Tristan." Ujar Beni.


"Katakan!! Siapa dia?. Siapa wanita cantik itu?."Sahut Tristan.


"Namanya Ayu."


"Ayu!! Hemm......nama yang sesuai dengan wajahnya yang cantik."GumamTristan yang berdiri membelakangi Beni.


"Nama lengkapnya, Widi Ayu Lestari. Seorang ibu dari tiga orang anak. Dan dia adalah istri klien kita sendiri."Jelas Beni, membuat Tristan menolehkan kepalanya ke arah Beni."Klien kita?. Siapa?."Tanya Tristan penasaran.


"Apalagi?."Tanya Tristan. Beni lalu mengatakan semua informasi yang dia dapat dari orang suruhanya, termasuk tentang Andreas yang juga sangat menyukai dan menginginkan Ayu, hingga akhirnya Damar berhasil mengirimnya ke penjara. Tak hanya itu, Beni juga mengatakan kalau Ambar adalah mantan istri Damar, sekaligus mantan istri Andreas.


Tristan terkekeh mendengar cerita Beni."Menarik sekali. Jadi selama ini aku mengencani wanita sisa Damar Bagastama dan laki-laki bernama Andreas itu, Ben?."Ujarnya."Apalagi yang kamu ketahui tentang mereka?."Tanya Tristan.


"Hanya itu informasi yang saya dapat pak Tristan." Bohong Beni. Dia sebenarnya tahu tentang kejadian Damar yang pernah mengusir Ayu, tapi Beni memilih tidak menceritakanya pada Tristan.


"Kamu yakin Ben?."Tanya Tristan memastikan.


"Iya pak." Jawab Beni.

__ADS_1


"Hemmm......baiklah."


"Kalau saya boleh tahu, apa rencana pak Tristan selanjutnya?. Maksud saya, apa yang akan pak Tristan lakukan setelah tahu tentang wanita bernama Ayu itu?."Tanya Beni.


"Hahaha.....memangnya kamu fikir apa yang akan aku lakukan Ben?." Tristan balik bertanya.


"Maafkan saya kalau saya sudah lancang mengatakan ini. Tapi saya harap pak Tristan tidak akan mendekatinya. Saya tidak mau reputasi bapak rusak karena mendekati istri orang, apalagi dia itu istri klien kita sendiri, dan dia adalah klien penting kita pak. Saya juga tidak mau sampai pak Tristan berurusan dengan pak Damar, karena pak Damar bukan orang sembarangan. Dia sangat menjaga ketat istri dan anak-anaknya. Bu Ayu selalu dijaga dan diawasi oleh orang-orang pak Damar yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi."Jelas Beni.


Tristan tergelak mendengar perkataan Beni."Hahaha....kamu fikir aku mau merebut wanita itu dari suaminya Ben?. Gila kamu Ben. Kamu fikir aku pria perebut istri orang?. Sekalipun aku menginginkanya, aku tidak akan pernah merebutnya. Aku tidak suka merebut milik orang lain. Apa yang aku suka akan datang menghampiriku tanpa aku harus susah payah merebutnya. Aku tidak bodoh, seperti laki-laki bernama Andreas itu."Jawaban Tristan, yang masih belum bisa dicerna apa maksudnya oleh Beni.


"Aku hanya mengaguminya saja. Apa aku salah kalau aku bilang dia cantik?. Dia memang cantik kan, Ben?."imbuhnya.


"Iya pak, bu Ayu memang cantik, tapi bu Ambar juga cantik."Sahut Beni.


"Ambar....ahh kenapa aku bisa lupa kalau siang ini aku ada janji makan siang dengan dia." Ujar Tristan. Dia mengambil ponsel dan mengeceknya. Benar saja, Ambar sudah menghubunginya dari tadi. Andreas menelpon balik Ambar, setelah itu bersiap dan pergi menuju restoran dimana Ambar sudah menunggunya. Tristan pergi bersama Beni, hanya saja dia tidak ikut makan siang dan memilih pulang ke apartemenya.


Tristan dan Ambar menikmati makan siang berdua di private room restoran itu. Ambar menanyakan tentang keseriusan Tristan juga kejelasan hubungan mereka, karena selama ini Ambar merasa Tristan seolah menggantung hubungan mereka.


Tristan meyakinkan Ambar kalau dia benar-benar serius dan mencintainya. Dia berjanji akan meresmikan hubungan mereka secepatnya. Tapi untuk menikah, Tristan tidak ingin terburu-buru, dan mengatakan kalau dirinya belum siap terikat dalam hubungan bernama pernikahan, Ambar mengerti. Dia sudah senang mendengar Tristan akan segera meresmikan hubungan mereka. Baginya itu sudah satu bukti, keseriusan Tristan padanya.


Sejak hari itu, sikap Tristan berubah lebih hangat dan romantis pada Ambar, membuat Ambar sangat senang dan tanpa segan mengajak atau menggoda Tristan, hingga akhirnya mereka melakukan hubungan itu, hampir setiap kali bertemu. Walau sebenarnya Tristan tidak pernah berniat melakukan itu, tapi yang namanya kucing tidak akan pernah menolak kalau diberi ikan asin, apalagi ikan mas.


Lagipula Tristan fikir, kalaupun dia melakukanya, Ambar tidak akan pernah hamil, karena selain dia selalu memakai pengaman, Ambar juga adalah wanita mandul yang tidak akan pernah hamil.

__ADS_1


__ADS_2