Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Tidak apa-apa sama sekali.,,


__ADS_3

Diki yang baru saja sampai di rumahnya dengan segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya begitu mendengar ponselnya berdering.


Diki pun tersenyum begitu melihat ternyata Nadia yang menelepon dirinya.


Dengan segera Diki mengangkat panggilan telfon dari Nadia.


"Halo Nadia,, ada apa nih?" tanya Diki begitu mengangkat panggilan telfon dari Nadia.


"Emmm kamu lagi dimana Dik?" tanya Nadia terlebih dahulu.


"Di rumah nih,, ada apa Nadia?" tanya Diki lagi.


"Oh baguslah,, aku pikir kamu masih di luar jam segini,, aku takut kamu tiba-tiba sakit kepala,, dan nggak ada yang tau jika tiba-tiba kepala kamu sakit," ucap Nadia lagi.


"Emm nggak kok,, dan kamu nggak usah terlalu khawatir kan ada Ayu,, dia baik kok,, jadi kemungkinan besar dia akan menolong aku jika tiba-tiba kepala aku sakit," ucap Diki lagi sambil tersenyum meskipun Nadia tidak melihat senyumnya.


"Oh iya juga yah,, hehe aku sedikit lupa,," ucap Nadia lagi.


"Iya nggak apa-apa kok,, makasih yah sudah mengkhawatirkan aku,, kamu sangat baik Nadia dan juga perhatian,, sangat beruntung pria yang mendapatkan cinta kamu nantinya," ucap Diki lagi sambil tersenyum.

__ADS_1


Nadia pun tersenyum sedih begitu mendengar ucapan Diki.


Salah nggak sih kalau aku berharap pria itu adalah kamu,, kenapa semakin hari aku jadi semakin menginginkan kamu,, ya ampun perasaan macam apa ini,, batin Nadia yang sebenarnya jika bisa di suruh memilih dia tidak mau memiliki perasaan pada kekasih sahabatnya sendiri.


"Nadia,, kok kamu malah diam?" ucap Diki lagi karena tidak mendengar ucapan apa-apa dari Nadia.


"Kamu kenapa? aku ada salah bicara yah?" tanya Diki lagi.


"Nggak ada kok,, benar-benar nggak ada,, kamu nggak salah apa-apa," ucap Nadia lagi begitu mendengar pertanyaan Diki.


"Oh baguslah,, oh iya ada apa Nadia? apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan padaku?" tanya Diki.


"Oh kamu udah menentukan tempatnya?" ucap Diki.


"Iya,, aku chat saja yah tempatnya,, karena kamu mungkin belum tau,, tapi Ayu sudah pasti tau," ucap Nadia lagi.


"Ok Nad," ucap Diki.


"Besok yah,, malam aku tunggu ditempat itu," ucap Nadia lagi.

__ADS_1


"Oke,, aku datang bareng Ayu kan?" ucap Diki lagi.


"Iya,, kan nambah-nambah teman,, tambah banyak teman tambah bagus," ucap Nadia.


"Oke deh," ucap Diki lagi.


"Aku tutup dulu yah panggilan telfonnya Dik," ucap Nadia lagi.


"Iya Nadia," ucap Diki sambil tersenyum.


Nadia pun dengan segera menutup panggilan telfonnya begitu mendengar ucapan Diki.


Nadia sebenarnya bisa memberitahukan Diki melalui Chat,, namun karena Nadia ingin berbicara dengan Diki makanya dia menelepon Diki.


Sementara di tempat lain ada Ayu yang terus mengingat Diki,, semakin lama Ayu bersama Diki,, semakin membuat Ayu menjadi ada rasa pada Diki,, namun Ayu belum menyadari hal itu, atau lebih tepatnya dia belum mengakui bahwa dirinya sebenarnya telah jatuh cinta pada Diki.


Sementara Devan di rumahnya sedang melihat dokter yang sedang memeriksa kandungan Angel,, Devan benar-benar tidak ingin terjadi sesuatu pada Angel dan calon anaknya makanya dia memanggil dokter untuk memeriksa Angel.


Angel hanya bisa pasrah dan geleng-geleng kepala melihat Devan yang sangat khawatir pada dirinya sementara Angel merasa dirinya tidak apa-apa sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2