Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Dengar nggak sih?


__ADS_3

Devan dengan segera menyusul Angel dengan perasaan yang benar-benar khawatir.


Ada apa dengan istriku,, bikin aku takut saja,, aku nggak mau kehilangan dia,, batin Devan sambil melihat Angel yang masih terus muntah-muntah.


Sementara di dapur....


Mama Devan sedikit mengernyitkan dahinya begitu melihat salah satu pelayan sedang berjalan ke arahnya dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


"Nyonya,, tuan Devan menyuruh Nyonya untuk segera ke kamarnya," ucap pelayan itu begitu berada di dekat mama Devan.


Mama Devan lagi-lagi memasang ekspresi wajah bingungnya begitu mendengar ucapan pelayan itu.


"Kamu nggak salah? kok dia menyuruh aku ke kamarnya,, bukannya mereka yang harus kesini untuk sarapan pagi,," ucap mama Devan lagi.


"Aku juga kurang tau Nyonya,, yang jelasnya tadi Tuan Devan menelepon aku dan menyuruh Nyonya ke kamarnya karena Nyonya muda sedang tidak baik-baik saja,, dan suara tuan Devan tadi benar-benar sangat panik Nyonya," ucap pelayan itu lagi yang langsung membuat Mama Devan ikut khawatir.


"Ya ampun kenapa kamu tidak bilang sejak tadi,, pantas saja mereka aneh belum muncul-muncul sudah jam segini ternyata menantu aku sedang tidak baik-baik saja," ucap Mama Devan lalu dengan segera berjalan cepat menuju ke kamar Devan.

__ADS_1


Ada apa dengan menantu aku,, batin Mama Devan dengan penuh kekhawatiran pada Angel.


###########


Kamar Devan...


"Kamu kenapa sih panik banget,, aku nggak kenapa-kenapa kok,," ucap Angel lagi yang sudah berada di tempat tidur sambil memeluk erat tubuh Devan.


"Ya ampun sayang gimana mau nggak panik kalau kamu sekarang pucat banget dan muntah-muntah,, suami mana yang nggak panik sayang,, lalu kamu hanya bilang nggak kenapa-kenapa,, aku nggak mengerti banget sayang,, kamu jangan sembunyikan sakit kamu,, ayo jujur dimananya sakit hem?" tanya Devan sambil mengelus lembut wajah Angel.


"Disini sakit," ucap Angel sambil menunjuk hatinya.


"Ishh sayang aku nggak mau,, lagian ini tuh bukan sakit hati yang kamu maksud itu,," ucap Angel lagi.


"Maksud aku itu,, hatiku sakit kalau kamu terlalu dekat dengan Ayu,, aku nggak suka lihat kedekatan kalian kemarin,, kemarin hampir saja aku nangis,," ucap Angel sambil cemberut.


Dan nggak tau juga kenapa aku bisa seperti itu,, batin Angel yang merasa aneh pada dirinya sendiri,, dia sangat sensitif dan tidak ingin Devan jauh-jauh darinya apalagi bersama wanita lain.

__ADS_1


Devan lagi-lagi melongo begitu mendengar dan melihat keanehan istrinya,, yang baru dia rasakan semenjak menikahi Angel.


"Dengar nggak sih?" ucap Angel lagi.


"Iya dengar sayang,, kamu jangan mikir macam-macam yah,, aku nggak seperti itu kok dan kemarin juga aku nggak terlalu dekat dengan Ayu kok,, maaf yah," ucap Devan sambil mengelus lembut rambut Angel.


Angel pun hanya menganggukkan kepalanya begitu mendengar ucapan Devan.


Devan langsung memberikan ciuman di bibir Angel.


Tiba-tiba...


"Menantu....,"


Krik-krik...


Ucapan Mama Devan terhenti begitu membuka pintu kamar melihat Devan dan Angel sedang berciuman.

__ADS_1


Devan memang sengaja tidak mengunci pintu kamarnya agar mamanya bisa langsung masuk.


Angel dan Devan langsung menyudahi ciuman panas mereka di pagi hari dan dengan segera melihat ke arah mamanya.


__ADS_2