
Deg....
Devan benar-benar merasa hatinya sakit begitu mendengar jawaban dari Angel yang begitu spontan.
Dia benar-benar masih sangat mencintai mantannya,, batin Devan dengan perasaan sedih yang luar biasa.
"Tapi aku tau dia nggak akan kembali lagi,, kamu nggak usah tanya mengenai itu,," ucap Angel lagi.
Meskipun tadi aku seperti melihat Diki,, batin Angel.
Devan masih diam,, sambil memikirkan Diki yang masih hidup dan Angel yang masih sangat mencintai Diki.
"Kok kamu malah diam sih?" ucap Angel sambil melihat Devan yang hanya diam saja.
"Kamu nggak usah memikirkan itu,," ucap Angel lagi.
"Sebegitu cintanya kamu sama Diki,, sampai-sampai jika dia masih hidup kamu akan kembali sama dia,," ucap Devan lagi.
"Iya aku cinta banget sama dia," ucap Angel.
"Tapi kamu istri aku,, aku mohon lupakan dia,, kita kan mau punya anak," ucap Devan sambil melihat Angel.
__ADS_1
"Aku belum bisa lupakan dia,, aku lagi memulainya pelan-pelan tapi kamu malah menanyakan tentang Diki lagi,, jadi nggak usah tanyakan dia lagi,," ucap Angel yang jadi kesal pada Devan.
"Oke,, maafkan aku,, tapi aku nggak mungkin biarin kamu kembali lagi sama dia," ucap Devan sambil melihat Angel.
Angel mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Devan.
"Kamu kenapa sih? bicara seperti itu seolah-olah Diki masih hidup saja,, dia itu sudah meninggal jadi nggak usah bahas itu,," ucap Angel.
"Kamu lebih baik mandi,, lalu makan malam," ucap Angel.
"Aku udah masak buat kamu," ucap Angel sambil tersenyum pada Devan.
Aku harus mengurus Diki terlebih dahulu,, mereka tidak boleh bertemu,, kalau istriku belum bisa melupakan Diki,, batin Devan.
Sementara Nadia dan Diki sedang duduk berdua di ruang tamu.
"Emm Diki kamu tadi keluar rumah yah?" tanya Nadia walaupun dia sudah tau mengenai Diki yang keluar mencari pekerjaan.
Diki pun menganggukkan kepalanya sambil melihat Nadia.
"Iya,, tadi aku keluar untuk mencari pekerjaan Nadia," ucap Diki.
__ADS_1
"Kamu kok keluar sih,, kamu nggak tau kan orang-orang yang akan kamu temui di luar sana,, aku benar-benar takut kamu bertemu dengan orang jahat yang akan memanfaatkan hilang ingatan kamu Diki,," ucap Nadia.
"Aku nggak akan dimanfaatkan kok Nadia,, aku bisa tau mana yang niat jahat sama aku,, kan aku juga cowok,,," ucap Diki.
"Aku lakukan ini karena benar-benar tidak enak kalau harus membuat mereka susah,, sejak mereka menemukan aku,, aku terus membuat mereka kesusahan,, aku ingin meringankan beban mereka dengan mencari kerja juga,," ucap Diki.
"Yah baiklah,, aku mengerti maksud kamu Diki,, apa kamu dapat pekerjaan tadi?" tanya Nadia.
Diki pun menggelengkan kepalanya langsung begitu mendengar pertanyaan Nadia.
"Sangat susah mencari pekerjaan Nadia dalam kondisi aku yang seperti ini,,, nggak punya apa-apa seperti ini,," ucap Diki.
"Oh iya,, tadi aku bertemu laki-laki yang mengenali aku,, dia tau nama aku Diki," ucap Diki yang membuat Nadia langsung terkejut.
"Laki-laki,, siapa namanya?" tanya Nadia cepat.
"Nggak tau juga,, tapi dia terlihat seperti orang kaya,," ucap Diki sambil mengingat wajah dan penampilan Devan.
Sementara Devan di rumahnya sedang menelepon seseorang...
"Lakukan apa yang aku perintahkan,,, nggak boleh ada yang mencurigakan sedikit pun," ucap Devan pada orang itu.
__ADS_1