Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Episode 57


__ADS_3

Sebelum kembali ke Jakarta, Rio meminta asisten rumah tangganya kembali bekerja di rumahnya. Ia tidak ingin jika istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, terlebih saat ini Ana tengah mengandung anaknya.


Rio juga menghubungi Adit agar adit menyiapkan ruangan khusus untuk istrinya beristirahat di dalam ruangan kerjanya. Rio tidak mempermasalahkan posisi apa yang akan di tempati istrinya nanti, yang terpenting istrinya merasa betah dan nyaman berada di kantornya.


Pukul 17.00 sore Ana dan Rio sudah tiba di Jakarta, keduanya langsung pulang ke rumah untuk beristirahat.


Saat makan malam Ana sempat mengalami mual kembali karena mencium bau daun bawang pada sup buatan Bik Ima.


"Hoeeekkk...." Ana berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


sebagai sumi siaga Rio langsung mengikuti istrinya dari belakang "Bik, tolong bawakan minyak kayu putih" pinta Rio sambil memijat lembut punggung istrinya.


Tak lama Bik Ima membawakan minyak kayu putih yang di minta Rio, dengan cepat Rio menggosok-gosokannya di punggung Ana, selesai Ana mengeluarkan semua isi perutnya Rio menyeka mulut istrinya dan mebawanya ke ruang keluarga.


"Tunggu sebentar ya, biar aku saja yang masak untukmu" Rio berjalan ke dapur, ia membuatkan nasi goreng seafood untuk istrinya.


Saat Rio tengah sibuk memasak Ana menghampirinya di dapur "Kamu tunggu di meja makan saja ya, sebentar lagi selesai kok" ucap Rio


"Aku sudah tidak apa-apa kok, aku mau coba nasi goreng buatanmu"pinta Ana dengan manja.


Rio pun langsung mengambil sendok, kemudian meniup nasi goreng buatan buatannya agar istrinya tidak kepanasan saat mencicipinya, barulah ia menyuapi Ana.


"Gimana? kurang apa?" tanya Rio.


"Enak banget sayang"


"Ya sudah, aku plating sebentar nanti aku bawa ke meja makan. kamu tunggu di sana ya, tadi aku sudah suruh Bik Ima untuk menyingkirkan supnya."


"Hu'um" Ana menuruti perintah suaminya untuk menunggunya di meja makan, tak lama kemudian Rio datang dengan membawa dua piring nasi goreng buatannya.


Selesai makan, Rio menyuruh Ana untuk duluan ke kamar, sementara dirinya membuatkan susu hangat untuk Ana barulah ia menyusul Ana ke kamar.


"Kamu ngerasa tidak, semakin kita pergi jauh meninggalkan indonesia, justru semakin rindu. Aku kangen nasi padang haha..." ucap Rio.


"Kamu mulai ngidam lagi ya... ya sudah besok kita beli nasi padang yang banyak untukmu" ucap Ana kemudian ia menghabiskan susu yang suaminya bikinkan untuknya.


"Haha... sepertinya, Aku ingin sekali makan rendang dan gulai Padang. Tapi ya sudah besok saja, sekarang kita istirahat saja sudah malam," Rio menaruh gelas susu istrinya di meja kamarnya kemudian menyelimuti istrinya dan memeluknya.

__ADS_1



Keesokan paginya Rio dan Ana pergi ke kantor bersama-sama, sesampainya di kantor Rio menggandeng tangan istrinya yang mulai basah karena keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya.


"Ini kantorku sayang, tidak akan ada orang yang berani menyakitimu. Percayalah padaku" ucap Rio menangkan hati istrinya.


Rio mengantar Ana masuk ke ruang HRD, semua staff HRD secara serentak berdiri begitu mengetahui bosnya masuk ke ruang kerja mereka.


"Sudah baca email saya kemarin?" tanya Rio kepada Raditya.


"Sudah Pak" jawabnya.


"Kalau begitu, silahkan istri saya di tes sebagaimana prosedurnya" ucap Rio.


"Baik Pak"


Rio beralih menghampiri Ana, ia mengecup kening sambil mengelus perutnya.


"Sayang, Aku ke lantai atas ya. Jam 09.00 ada meeting, jika kamu sudah selesai kamu bisa ke ruanganku atau menyusulku di ruang meeting."


"Jika setiap hari melihat keuwuan bos kita, jiwa jombloku meronta-ronta" bisik Lita kepada Raditya, Raditya hanya tersenyum tak menanggapi ucapan temannya.


Rio keluar ruangan staf HRD menuju meeting room internalnya di lantai atas, sudah beberapa minggu ia tidak ke kantor sehingga banyak hal yang harus ia evaluasi.


Sudah dua jam lamanya Rio meeting bersama seluruh manager dari masing-masing divisi, belum juga ada tanda-tanda meeting akan berakhir. Tak lama kemudian tiba-tiba pintu ruangan di ketuk dari luar dan terbuka, Rio yang melihat jika istrinyalah yang datang menyusulnya.


"Sayang, sini!" Rio melambaikan tangannya memanggil istrinya agar mendekat ke arahnya.


Ana melangkah mendekati suaminya dan duduk di samping suaminya, Rio langsung menggengam erat tangan istrinya sambil sesekali mengelus punggung telapak tangan Ana.


Tak butuh waktu lama untuk Ana, mengikuti semua alur dalam meeting tersebut, banyak ide-ide baru yang muncul di kepala Ana, hanya saja Ana masih sedikit malu-malu untuk mengungkapkan semua ide-idenya.


Akhirnya ia menuliskannya di selembar kertas HVS kemudian memberikannya kepada suaminya, Rio pun langsung membaca dengan seksama semua point yang di tulis oleh istrinya.


Rio meminta Ana untuk menjelaskannya secara detail kepada dirinya dan juga kepada semua yang hadir dalam meeting tersebut.


"Ayolah sayang!" pinta Rio sambil mengelus lengan istrinya, memberikan support agar istrinya lebih percaya diri.

__ADS_1


Ana menghela nafasnya sesaat sebelum ia memulainya, ana mengutarakan idenya untuk membuat bacterial shoes perfume berbentuk spray uk.60ml-100ml, dengan beberapa varian seperti vanila, lavender, coklat dan lain-lain.


Selain itu Ana juga memberikan masukan agar konsumen di berikan dua pilihan (mencuci sepatu di gerai atau di rumah) jika di rumah maka perlu di buat paketan cleaner, perfume, lap dan sikat dalam satu paket yang akan di jual.


Rio nampak semakin terkagum-kagum pada cara istrinya menyampaikan ide-ide briliannya, tanpa menunggu lama Rio langsung meminta staff nya untuk segera merealisasikan semua ide yang di berikan oleh istrinya.


Setelah meeting selesai, Rio mengajak Ana ke ruang kerjanya. Ana nampak terkejut dengan perubahan suasana ruang kerja suaminya, Rio telah menyediakan meja kerja khusus untuk Ana yang berada tepat di sebelah meja kerja Rio dan juga dalam ruang kerja Rio kini terdapat ruangan khusus untuk Ana beristirahat.


"Ini tempatmu istirahat, aku tidak mau kamu kelelahan sayang" ucap Rio sambil menunjukan ruangan khusus untuk istrinya yang didalamnya terdapat kasur, kulkas, meja, brangkas, lemari kecil tempat Rio menaruh baju-baju resminya dan toilet.


"Sayang, terima kasih kamu sudah bersedia membantu pekerjaanku, maaf jika suamimu ini bukan seorang sultan yang mampu memerikanmu istana mewah" Rio memeluk Ana dari belakang.


"Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu sudah menjadi suami terbaik, aku sangat senang sekali kita membangunnya bersama-sama dan menikmati roller coaster rumah tangga ini bersama-sama" Ana mengelus wajah suaminya yang menempel di bahunya.


Tok... Tok... Tok...


Pintu ruang kerja Rio di ketuk dari luar oleh Radit staff HRD, Rio mempersilahkan staffnya untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Ini pak hasil tesnya tadi pagi" Radit menyerahkan semua berkasnya kepada Rio.


Dengan teliti Rio memeriksa semua berkas-berkas yang di berikan oleh Raditya, ia tak terkejut melihat hasil tes tersebut, pasalnya ia sudah sangat yakin jika istrinya menguasai analisis laporan keuangan dengan baik, memahami logika akuntansi, memiliki pengetahuan proses bisnis, serta keterampilan komunikasi. Ana juga memiliki sertifikat pendukung seperti Certified Management Accountants (CMA)


"Kamu bisa lihat sendiri hasilnya, bagus bukan? kamu hanya kurang percaya diri saja sayang" Rio memberikan berkasnya kepada Ana sambil menatap wajahnya.


"Raditya, kamu boleh keluar. Terima kasih ya."


"Baik Pak Rio."


Selepas kepergian Raditya dari ruangannya Rio memeluk istrinya.


"Kamu pasti bisa, sayang" bisik Rio.


"Oh ia sayang, aku sudah mencarikan birth doula untukmu, selain aku ia juga yang akan mendampingimu selama masa kehamilan, nanti kita sama-sama belajar ya."


"Bagi aku anak kita adalah tugas kita bersama, tidak ada istilah mengganti popok hanya kamu yang bisa atau hanya kamu yang mengerjakan. Satu-satunya hal yang tidak bisa aku lakukan hanyalah menyusuinya, tetapi aku akan menemanimu dan mensuportmu." Rio membelai wajah cantik istrinya.


"Ia sayang, terima kasih sudah menjadi suami yang terbaik." Ana tersenyum kemudian memeluk suaminya dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2