Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Episode 48


__ADS_3

Rio memandang ke arah Ana dengan tatapan terkejut, sampai-sampai ia tak sengaja menjatuhkan gadgetnya di atas kasur kemudian Rio merubah posisinya yang awalnya tiduran menjadi duduk dengan tetap menatap Ana dari atas kebawah lalu dari bawah ke atas.


Setelah Ana berhasil membuat Rio menoleh kepadanya, perlahan Ana melangkah ke arah suaminya sambil berlanggak lenggok bak supermodel.


Ana menggunakan lingerie berwana putih transparan sehingga membuat tubuhnya terlihat dengan jelas dan di padukan dengan high heels berwana merah membuat kaki jenjang Ana terlihat sangat sexy.


Ana meliuk liuk mengikuti alunan musik yang ia putar di handphonenya, Rio masih diam mematung di tempatnya tampak takjub dengan penampilan istrinya, ia begitu menikmati pemandangan tarian erotis yang Ana tampilkan di depannya.


Selesai menari Ana melingkarkan tangannya di leher Rio, kemudian Rio berdiri sejajar di hadapan Ana sambil memegang pinggang istrinya, Rio mendaratkan ciuman ke bibir Ana, tak mau kalah Ana pun membalas ciuman suaminya, semakin lama ciuman mereka semakin dalam.


Tangan Rio menelusuri wajah cantik istrinya, kemudian turun ke bawah meremas dada Ana dengan lembut. Puas mengeksplore bibir manis Ana, Rio melepaskan ciumannya kemudian menelusuri leher Ana, ketika hendak memberikan tanda kepemilikan di leher Ana menolaknya dengan halus.


"Sayang gaun resepsiku tidak menutupi leher, untuk sementara di tempat lain aja ya."


Rio membaringkan tubuh Ana di atas kasur, kemudian melepaskan lingerie yang Ana kenakan. Satu tangan Rio memainkan dada Ana yang sebelah kiri sementara bibir Rio memainkan dada Ana yang sebelah kanan dan terus bergantian hingga membuat Ana tidak bisa menahan erangannya.


Puas menelusuri bagian dada, Rio beralih turun ke bagian perut kemudian menatap bagian sensitif Ana. Rio menghentikan gerakannya sesaat ia menatap wajah Ana.


"Yakin sudah siap?" tanya Rio.


"Ia sayang, lakukanlah."


Rio ******* bagian sensitif Ana dengan bibirnya, membuat Ana menggeliat kegelian. Erangan demi erangan keluar dari mulut Ana karena Rio tak hentinya memainkan bagian klitor*s Ana dengan lidahnya hingga membuat Ana melakukan pelepasan.


Rio tersenyum puas melihat istrinya mengeluarkkan pelepasannya, kemudian ia melepaskan seluruh pakaiannya dan menyatukan tubuhnya ke tubuh Ana. Rio memeluk Ana sambil menggerakan bagian sensitifnya secara perlahan. Semakin lama permainan semakin panas, Rio mulai memacunya dengan cepat hingga keduanya mengeluarkan pelepasnya.


Rio memeluk erat tubuh Ana kemudian mencium kening ana "Terima kasih sayang" ucap Rio, Ana pun membalas pelukan Rio sambil mengecup bahu R:io.


Rio mempopong tubuh Ana ke bathtub kamar mandi untuk membersihkan diri.


kemudian Rio duduk di belakang istrinya, menelusuri setiap inci bagian tubuh belakang istrinya.


Ana berbalik menghadap suaminya melakukan hal yang sama, melelusuri setiap inci tubuh suaminya kemudian Ana menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"You're so beautiful, baby" Rio mengangkat wajah Ana kemudian mendaratkan ciuman di bibir istrinya. Ana membalas ciuman tersebut, menyesapi bibir sexy suaminya, hal ini membuat hasrat Rio kembali memuncak.


Rio kembali menyatukan tubuhnya ke tubuh Ana dan adegan panas itu terulang, namun kali ini mereka melakukannya di kamar mandi.


Setelah keduanya bersama-sama mengeluarkan pelepasan, Rio membersihkan tubuh Ana dan tubuh dirinya, kemudian memakaikan Ana handuk pajamas agar istrinya tak merasa kedinginan.


Usai membersihkan diri, Ana membongkar isi kopernya, ia baru menyadari jika ia kelupaan membawa pakaian tidur, yang ia bawa hanya beberapa lingerie dan bajunya untuk keluar.


"Cari apa sayang?" tanya Rio.


"Aku lupa bawa baju tidur" jawab Ana.


"Tidak perlu pakai baju, sini aku peluk biar tidak masuk angin" ucap Rio sambil merentangan tangannya.


"Sayang, aku malu"

__ADS_1


"Hahaha... aku sudah lihat dan menikmati setiap inci tubuhmu tadi" Rio tertawa melihat tingkah menggemaskan istrinya, ia mendekat ke arah Ana kemudian memberikannya kaos miliknya.


"Pakai ini saja" Rio memakaikan kaos miliknya ke tubuh ana.


Keduanya mengobrol di sofa sambil menikmati teh hangat yang Ana buat. Ana menyenderkan kepalanya di dada suaminya, keduanya menonton tayangan ulang prosesi akad nikah yang di selengarakan tadi pagi.


"Kamu mulai masuk kerja hari apa sayang?"


"Rabu."


"Rabu?" Rio sangat terkejut mendengarnya, pasalnya ia masih ingin menghabiskan waktunya bersama Ana, tapi Ana malah masuk kerja.


"Hanya handover saja tiga hari sayangku, habis itu aku sudah tidak lagi bekerja."


"Ya sudah, jadi kamu mau honeymoon dimana?" tanya Rio.


"Pulau Flores dan Labuan Bajo."


"Yakin tidak mau ke luar negeri?" tanya Rio kembali.


"Sejak mengenalmu, aku makin cinta dengan Indonesia. Tadi aku senang sekali mengikuti semua rangkaian acara adat jawa."


Ana membenarkan posisi duduknya menghadap wajah suaminya, keduanya saling berpandangan, Rio merangkum wajah Ana menempelkan jidatnya ke jidat Ana.


"Aku tidak menjanjikan ke depan akan mudah, tapi aku berjanji akan selalu ada bersamamu" ucap Rio.


"Terima kasih sudah bersedia menjadi pendamping hidupku" Rio kembali mengecup bibir Ana dengan lembut sambil membelai wajahnya


"Emang kamu tidak capek?" tanya Rio.


Sambil tersenyum Ana menggelengkan kepalanya, mendapat lampu hijau dari Ana Rio pun langsung membopong tubuh Ana ke atas kasur dan merebahkannya, ia mencium kening kemudian turun ke bibir, saat rio mulai turun kebawah Ana menghentikan suaminya.


"Kali ini giliran aku ya" ucap Ana.


Rio membuka semua pakaiannya dan merubah posisinya di bawah, membiarkan istrinya memimpin permainan. Ana mulai menelusuri seluruh tubuh Rio dengan bibirnya sambil sesekali memberkan gigitan kecil ke tubuh suaminya, Rio begitu menikmati permainan istrinya.


Ana mengulum bagian sensitif suaminya hingga Rio menggeliat kegelian.


"Sayang geli..." Rio hampir bangun dari posisinya, namun semakin lama Rio menikmatinya.


"Akhhh..." Rio mendesah menikmati permainan istronya.


Puas bermain di bagian sensitif suaminya, Ana membuka seluruh pakaiannya dan menyatukan tubuhnya. Dari bawah dengan jelas Rio melihat setiap lekuk tubuh istrinya yang begitu sempurna.


Rio memainkan bagian puncak dada Ana dengan tangannya, hal itu membuat Ana semakin memacu gerakannya dengan ritme yang lebih cepat, lama Ana berada di posis atas membuatnya terlihat lelah. Rio mengambil alih permainan memacu lebih cepat kemudian kembali menyembemburkan lahar hangat di rahim Ana.


"Thank you, baby" Rio membawa Ana kedalam dekapan hangatnya.


Keduanya nampak lelah dan tidur dengan saling berpelukan, hingga ketukan dari luar kamar, membangunkan Rio dari tidurnya.

__ADS_1


Dengan panik Rio mencari-cari pakaiannya yang berhamburan di lantai, dengan secepat kilat ia segera mengenakannya.


Rio membuka pintu secara perlahan agar istrinya tidak terganggu dari istrahatnya, ia menghela nafasnya ketika melihat Lyra lah yang mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa Dek?" tanya Rio.


"Pakai nanya apa lagi? ini sudah jam berapa Mas Rio? Kita sudah dua jam loh nunggu Mas Rio dan Mba Ana buat GR acara resepsi besok" ucap Lyra dengan kesal.


"Memangnya sekarang jam berapa?" tanya Rio tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Setengah sembilan Mas, kita janjiam jam setengah tujuh loh." Omel lyra.


Rio yang tak ingin istrinya bangun, menutup mulut Lyra.


"Kamu duluan aja, nanti mas nyusul. Mas mau cuci muka dulu."


"Ya sudah buruan"


Rio mencuci mukanya dan merapihkan rambutnya, setelah itu Rio mengecup kening istrinya. Rio mengunci istrinya dari luar agar tak ada yang mengganggunya.


Di venue resepsi sudah ada Risti dengan tatapan penuh amarah.


"Kemana saja kamu? Kemaren-kemaren ribut kepingin resepsi internasional party  sekarang suruh GR malah menghilang. Kemana istrimu?"


"Ana tidur Kak."


"Jam berapa ini, tumben jam segini dia udah tidur biasanya jam 12 belum tidur."


"Emmm, mungkin Ana kecapean."


"Emang tadi berapa ronde? keterlaluan kamu itu dek, kakak mengerti kamu sama adikku sudah halal tapi lihat situasi dong. Kamu lihat ini rundown acara yang kamu buat, kamu sendiri yang buat kamu sendiri yang tidak tanggung jawab" Risti memberikan lembaran kertas berisi rundown acara kepada Rio.


Rio menggaruk-garukan kepalanya mencari solusi dengan tidak membangunkan istrinya.


"Aku meetingin dulu sama pihak WOnya."


Rio mengumpulkan semua panitia acara termasuk adik dan kakaknya, ia merubah beberapa rundown acara yang telah ia buat.


Setelah selesai GR, rio hendak bergegas kembali ke kamarnya. namun risti memanggilnya kembali.


"Jangan lupa besok jam 11 Ana sudah harus mulai makeup."


Rio hanya mengangguk dan berlari menuju kamarnya, sesampai di kamar Rio melihat istrinya yang masih terlelap tidur. Ia mengecup kening ana hi gga membuat Ana terbangun dari tidurnya, Ana merasa heran melihat suaminya yang nampak berpakaian rapih.


"Sayang kamu dari mana?" tanya Ana.


"Aku habis dari bawah GR."


"Ya ampun aku ketiduran ya" Ana mengucek matanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok sayang, kan besok ada aku. Kita makan dulu yuuk, tadi aku pesenin makanan kesukaan kamu."


Rio membantu ana mengenakan pakaiannya, kemudian Rio memintanya untuk duduk di pangkuannya dengan telaten Rio menyuapi istrinya.


__ADS_2