Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Kesempatan besar,,


__ADS_3

Clara dan Ayah Devan mengernyitkan dahinya begitu melihat ekspresi wajah Marco yang jauh diluar dugaan mereka berdua,, Clara dan ayah Devan sebelumnya berpikiran bahwa Marco pasti akan langsung menghina mereka berdua dan pasti akan bilang kehamilan Clara hanya menambah masalah saja.


"Beneran kan Clara sedang hamil sekarang?" ucap Marco lagi.


Ayah Devan dan Clara pun refleks menganggukkan kepala mereka berdua.


"Bagus,, ini kesempatan besar untuk memisahkan Angel dan Devan melalui kehamilan kamu," ucap Marco sambil tersenyum bahagia melihat Clara dan Ayah Devan secara bergantian.


Clara dan Ayah Devan benar-benar tidak mengerti dengan maksud Marco,, mereka lagi-lagi mengernyitkan dahi mereka.


"Maksud kamu gimana sih Marco, mana mungkin anak yang aku kandung ini bisa memisahkan Angel dan Devan,, kamu ini ada-ada saja," ucap Clara sambil geleng-geleng kepala.


"Hah,, memisahkan Angel dan Devan melalui anak yang dikandung kak Clara?" ucap Clarisa sambil berjalan mendekat kepada Marco membawa minuman untuk Marco.

__ADS_1


"Iya,," ucap Marco lagi.


"Gimana caranya?" tanya Clarisa yang langsung menjadi semangat seketika begitu mendengar ide dari Marco.


"Hmm tadi bukannya kamu kesal begitu aku datang,, kenapa kamu jadi bersemangat seperti itu?" ucap Marco sambil melihat Clarisa.


"Yah itu karena kamu ada ide untuk membuat hidup Angel menderita jadi sudah tentu aku sangat bersemangat," ucap Clarisa lagi.


"Hmm sudahlah pokoknya aku benci dengan Angel mau kamu bilang dia baik atau gimanapun aku tetap benci dia,, jadi ayo beritahu gimana cara membuat Angel dan Devan pisah? supaya Angel kembali hidup menderita,, aku nggak rela dia hidup bahagia seperti seorang ratu sekarang,," ucap Clarisa lagi.


Hmm memang yah,, mau sebaik apapun orang itu akan tetap tidak baik dimata orang yang tidak menyukainya,, batin Marco sambil melihat Clarisa dengan tatapan herannya.


"Ngapain sih kamu diam,, ayo beritahu aku gimana caranya?" ucap Clarisa lagi sambil melihat Marco yang masih diam membisu memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Clarisa sabar dong,, ayo kamu duduk dengan tenang dulu," ucap Clara karena merasa tidak enak pada Marco.


"Iya kak," ucap Clarisa lagi.


Dan mereka pun segera mendengarkan rencana dari Marco.


Sementara di rumah orang tua Angel mereka sedang makan malam bersama dengan perasaan bahagia. Andre pun ikut makan malam bersama di rumah Angel.


Miko terus memperhatikan Devan yang tampak bahagia,, ada rasa tidak menyangka dari Miko kalau Devan pada akhirnya akan seperti ini mengingat dulu Devan memperlakukan Angel dan keluarganya sangat buruk.


Miko juga tersenyum bahagia melihat Angel yang melayani Devan sebaik mungkin sambil tersenyum,, senyum yang biasa Miko lihat ketika Angel memperlakukan Diki.


Sepertinya kak Angel sudah ada perasaan pada kak Devan,, dia sangat manja tapi juga memperlakukan kak Devan dengan baik, semoga kak Angel dan kak Devan selalu bahagia,, aku akan menjaga kak Angel nanti nggak boleh ada yang menyakiti kakak aku termasuk kak Mila juga,, batin Miko.

__ADS_1


__ADS_2