
Devan sebenarnya benar-benar sangat cemburu begitu mendengar ucapan Angel,, namun dia berusaha menahan diri,, dan dia juga berusaha percaya bahwa Angel tidak menyukai Diki lagi.
Diki juga tersenyum pada Angel sekaligus merasa heran begitu mendengar sapaan Angel pada dirinya.
Sedangkan Ayu benar-benar heran begitu mendengar ucapan Angel pada Diki.
Loh ada apa ini? kok istri tuan Devan berbicara seperti itu pada Diki,, apa mereka sudah pernah kenal sebelumnya? mereka terlihat sudah sangat akrab,, karena istri tuan Devan menyapa Diki seperti itu,, batin Ayu penuh tanda tanya.
"Kamu mengenal aku? aku mengalami hilang ingatan,, jadi aku nggak ingat apa-apa sekarang," ucap Diki sambil melihat Angel.
"Tapi,, entah kenapa,, aku rasa kamu nggak asing buat aku," ucap Diki lagi.
Sedangkan Ayu sedikit merasa iri pada Angel,,, karena tatapan Diki pada Angel benar-benar sangat berbeda.
Nggak mungkin Diki jatuh cinta pada pandangan pertama pada istri tuan Devan,, iya nggak mungkin,,, bisa saja Diki hanya kagum pada kecantikan istri tuan Devan kan, batin Ayu yang mencoba tetap berpikiran positif.
Angel pun tersenyum begitu mendengar ucapan Diki.
"Apa aku bisa memelukmu? sebentar saja," ucap Angel yang membuat Ayu langsung melongo sekaligus curi-curi pandang sedikit untuk melihat ekspresi Devan.
__ADS_1
"Apa tak apa-apa? kamu memeluk aku di depan suamimu?" tanya Diki sambil melihat Devan dan Angel secara bergantian.
Angel pun menganggukkan kepalanya.
"Iya tak apa-apa,, suamiku mengerti," ucap Angel lagi.
Ayu langsung melongo begitu mendengar ucapan Angel.
Hah,, bagaimana bisa seperti itu? batin Ayu.
Sedangkan Nadia hanya bisa melihat saja dan berharap Angel tak akan membencinya.
Devan pun menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya.
"Iya nggak apa-apa kalau nggak lama," ucap Devan.
"Baiklah kalau tidak apa-apa," ucap Diki sambil tersenyum karena entah kenapa Diki juga sangat ingin memeluk Angel,, namun dia merasa tidak enak pada Devan suami Angel.
Angel pun langsung memeluk Diki hingga tiba-tiba Angel menangis dan itu membuat Diki bingung,, Ayu pun ikut bingung.
__ADS_1
"Kok kamu menangis?" tanya Diki sambil mengusap air mata Angel.
Devan sangat berusaha menahan kecemburuannya.
"Ini air mata bahagia,, aku sangat senang melihat kamu masih hidup,, benar-benar sangat senang,, dulu aku dan kamu sangat akrab,, makanya aku seperti ini begitu tau kamu masih hidup,, dan sekaligus aku juga mau mengucapkan terima kasih atas apa yang kamu lakukan padaku selama ini,," ucap Angel sambil melihat Diki.
Sejak tadi jantung Diki berdetak begitu cepat semenjak melihat Angel,, namun Diki tidak tau penyebabnya.
"Memang kita seakrab apa dulu?" tanya Diki penasaran dengan masa lalunya.
"Emm aku nggak bisa menjelaskan nya,, tapi jika suatu saat nanti ingatan kamu kembali,, kamu pasti akan mengerti kenapa saat ini aku nggak menjelaskannya padamu," ucap Angel.
Angel sebenarnya sangat ingin Diki kembali mengingat masa lalunya,, namun bukan dengan cara dirinya memberitahukan pada Diki hubungan mereka dulu. Angel benar-benar tak tega pada Diki.
"Sebaiknya kita pesan makanan dulu,, agar ngobrolnya lebih enak," ucap Devan yang ingin segera menjauhkan Angel dan Diki.
Angel pun menuruti ucapan Devan dan dengan segera duduk di dekat Devan. Ada rasa lain di hati Diki begitu melihat Angel mendekati Devan.
Hingga tiba-tiba kepala Diki benar-benar sakit begitu Angel bersikap manja pada Devan dan juga Angel yang memesan makanan kesukaannya.
__ADS_1
Diki seperti mengingat sesuatu dengan kejadian yang sama.