
Keesokan paginya Rio membangunkan istrinya dengan lembut "Sayang udah pagi, bangun yuk cup.." Rio mengecup kening Ana.
"Hmmmm.." perlahan Ana membuka matanya.
"Aku bersihin ya badannya, sekalian aku gantiin bajunya" ucap Rio, Ana mengagukkan kepalanya.
Rio menggendong Ana ke kamar mandi kemudian membuka pakaian yang di kenakana istrinya, Ana membiarkan suaminya mengelap seluruh bagian tubuhnya dengan waslap, sesekali Rio menggoda Ana dengan memberikan penekanan lembut di bagian sensitif Ana.
"Sayang ini rumah sakit, kalo tiba-tiba ada perawat masuk bagaimana?" protes Ana.
"Sudah aku kunci pintunya sayang." Rio mencium bibir Ana.
"Aku rindu sekali denganmu, kemarin kamu menolak pelukanku rasanya hatiku sangat sakit" Rio kembali melu*at bibir Ana.
Rio mencum*ui tubuh istrinya, mengu*um kedua puncak dada Ana secara bergantian sambil mere*asnya dengan lembut. Puas bermain didada, Rio turun ke bahah ketika sampai di perut Ana, Rio menghentikan aktivitasnya, ia teringat jika saat ini istrinya baru saja mengandung, Rio mengecup perut Ana kemudian membantu Ana mengenakan pakaiannya.
"Kita konsultasikan dulu ke dokter ya, aku tidak mau ada apa-apa dengan anak kita." Rio kembali merebahkan tubuh ana di tempat tidur.
Tak lama setelah itu pintu kamar di ketuk oleh pskiater yang datang untuk memeriksa kondisi Ana, saat ini Ana sudah jauh lebih tenang sehingga Ana sudah tidak memerlukan obat penenang.
Dokter meminta Rio untuk terus menjaga suasana tetap kondusif serta terus mensuport istrinya, dokter memberi saran kepada Rio untuk mengajak Ana berlibur.
Selesai pemeriksaan Rio menyuapi Ana sarapan pagi, kemudian menyiapkan semua vitamin dan obat yang harus yang Ana minum, setelah minum obat Ana merasa matanya sangat berat karena efek obat yang ia minum hingga lama kelamaan ia tertidur.
Rio menyelimuti tubuh Ana kemudian mencium kening dan perut istrinya, melihat istrinya tertidur lelap Rio duduk di kursi yang berada di sebelah tempat tidur istrinya, ia melihat situasi sosial media yang mulai reda pemberitaan tentang istrinya, kemudian ia mulai mengontrol situasi kantornya dengan menelepon Adit. Saat sedang berbincang dengan Adit, pintu ruang rawat inap istrinya kembali di ketuk oleh seseorang dari luar.
Tok... Tok... Tok...
Pak Reino datang bersama Risti dan karyawannya, Pak Reino duduk di sebelah Rio, kemudian menanyakan kondisi Ana.
"Bagaimana kondisi Ana?" tanya Pak Reino.
"Sudah jauh lebih tenang Pah, Ana sudah mau makan dan dia sangat senang dengan kehamilannya."
"Alhamdulillah, terima kasih ya nak." Pak reino menepuk pundak Rio.
"Begini nak, papa ingin menyampaikan perkembangan masalah ini. Papa sudah mengetahui siapa dalang utamanya."
__ADS_1
"Siapa pah?" tanya Rio penasaran pada orang yang telah tega menyakiti istrinya.
"Anggel mantan istri papa" Pak Reino menundukkan kepalanya.
"Kenapa mantan istri papa berbuat seperti itu kepada Ana? Apa salah Ana?" tanya Rio semakin penasaran.
"Dari awal Ana tidak menyetujui papa menikahi Anggel, Ana menganggap Anggel hanya ingin menguasai harta papa. Dulu hampir setiap hari Ana dan Anggel bertengkar hebat, karena hal itu lah akhirnya papa memutuskan untuk pindah dari rumah dan tinggal berdua dengan Anggel."
"Omongan Ana benar, Anggel hanya ingin menguasai harta papa. Di belakang papa, Anggel jalan dengan pria lain, bahkan Anggel memakai uang papah untuk menghidupi selingkuhannya. Begitu papa mengetahui bahwa Anggel berselingkuh, papa langsung menceraikannya dan kebetulan saat itu adikmu Lyra menghubungi papa, ia memberikan informasi jika Ana kecelakaan, sejak saat itu papa memutuskan untuk kembali mengurus Ana menebus kesalahan papa karena telah meninggalkannya."
"Coba kamu tebak siapa selingkuhan Anggel?" tanya Pak Reino.
"Hmmm.. siapa Pah?"
"Alex, mantan mitra kerjamu"
"Lalu kenapa mereka berdua justru malah menyerang Ana? kenapa tidak aku saja yang jelas-jelas memutuskan kontrak kerja samanya? dan dari mana mereka tau dengan masa lalu Ana?"
"Aku" jawab Risti.
"Jika kamu mempertanyakan mengapa Ana yang di serang, akan sulit bagi mereka untuk menyerangmu atau papa, kalian memiliki power yang cukup kuat. Cara termudah untuk menjatuhkan keduanya hanya dengan membongkar masa lalu Ana, mereka tinggal bayar Julio kemudian menyebarkan video Ana, maka reputasimu dan papa hancur"
"Sekali lagi papa minta maaf kepadamu, biar masalah ini papa yang selesaikan. Tolong jangan tinggalkan putri papa" Pak Reino berlutut di hadapan Rio, dengan cepat Rio memabangunkan mertuanya.
"Jangan seperti itu Pah, aku juga punya andil dalam kesalahan ini. Tanpa papa minta pun aku tidak akan meninggalkan istriku, terlebih saat ini Ana sedang mengandung anakku." Rio memeluk mertuanya.
Sayup-sayup Ana mendengar suaminya sedang berbicara dengan seseorang, Ana mencoba untuk merubah posisinya, ia ingin duduk agar bisa melihat siapa yang sedang berbicara dengan suaminya.
Rio yang melihat Ana sudah terbangun segera berjalan ke arah Ana, ia mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Sudah bangun sayang?" tanya Rio.
"Gimana badannya? sudah enakan?" tanya Risti sambil duduk di atas tempat tidur adiknya kemudian memeluknya.
Baik Pak Reino, Risti maupun Rio memberikan support sytem yang kuat untuk Ana agar Ana bisa kembali bangkit dari depresinya.
__ADS_1
Seminggu sudah Ana di rawat, ia sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. luka di pergelangan tangannya pun sudah membaik, hanya saja Ana tetap harus ke pskiater sesuai dengan jadwal yang telah di berikan.
Sebelum Ana pulang, Rio mengkonsultasikan kandungan istrinya ke dokter kandungan. Banyak hal yang Rio tanyakan kepada dokter kandungan, khususnya mengenai kondisi janin dan persiapan apa saja yang harus di siapkan jika akan melakukan perjalanan yang cukup jauh, serta keamanan melakukan hubungan suami istri saat istrinya tengah hamil muda.
Setelah mendapatkan jawaban dari dokter secara detail, Rio membawa istrinya kembali ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, tiba-tiba Rio ingin sekali makan udang saus mentega.
"Aku ke dapur sebentar ya" Rio meninggalkan Ana di kamar.
Terdengar suara penggorengan Ana beranjak menuju dapur, di lihatnya suaminya tengah sibuk memasak.
"Kamu bisa masak sayang?" tanya Ana sambil melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya, ia memeluk Rio dari belakang.
"Aku dari kuliah sudah merantau, tentu saja aku bisa masak. Kamu duduklah dulu di meja makan, nanti jika sudah selesai aku bawa makanannya ke sana."
"Mau di sini saja menemanimu" Ana semakin mengencangkan pelukannnya.
"Besok sore kita Jepang, maaf ya aku merubah tempat honeymoon kita" ucap Rio.
"Tidak apa-apa sayang, aku akan ikut kemana pun kamu mengajakku."
"Sudah selesai, yuk kemeja makan" ajak Rio.
Ana melepaskan pelukannya dan mengekori Rio dari belakang menuju meja makan.
"Gimana enak tidak?" tanya Rio sambil menyuapi istrinya dengan udang saus mentega buatannya.
"Masakanmu jauh lebih enak dariku sayang, kalo seperti ini sih layak jual, tidak kalah dengan masakan di restoran bintang 5" puji Ana.
"Hahaha... Aku hanya akan masak untukmu saja sayang."
Ana memandangi wajah suaminya dengan intens, membuat Rio jadi salah tingkah.
"Kamu kenapa sih sayang, kok ngeliatinnya begitu?" tanya Rio dengan wajah yang mulai memerah.
"Have I mentioned today how lucky I am to be in love with you?
__ADS_1