Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Mengakhiri Hubungan


__ADS_3

Direstoran


"Kamu bercanda kan sayang?."Tanya Ambar pada Tristan dengan nada terkejut.


"Tidak Ambar. Aku serius!!. Aku ingin mengakhiri hubungan kita."Jawab Tristan.


"Kenapa? Apa salahku?. Kenapa kamu ingin mengakhiri hubungan kita?."Tanya Ambar tak terima.


"Kamu tidak salah apa-apa. Aku yang salah. Aku salah karena memulai hubungan ini, jadi sekarang aku ingin mengakhirinya. Mulai hari ini kamu jangan pernah mencari atau menemuiku lagi Ambar. Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi." Ujar Tristan seraya melangkahkan kakinya meninggalkan restoran.


Ambar tak terima begitu saja Tristan memutuskan hubungan mereka seperti ini. Dia mengejar Tristan untuk meminta penjelasan, tapi Tristan tidak menghiraukanya, dan pergi meninggalkan restoran itu dan dirinya.


Wajah Ambar memerah seketika. Dia sangat kesal mendengar ucapan Tristan yang terasa seenaknya memutuskan hubungan mereka dan pergi begitu saja, tanpa menjelaskan kenapa dia ingin mengakhiri hubungan mereka. Tidak, Ambar tidak akan menerima semua ini. Dia akan meminta penjelasan Tristan.


Ambar menyusul Tristan ke kantor, karena dia yakin Tristan pasti kembali kesana, tapi dia tidak ada. Ambar keluar dari ruangan Tristan dengan wajah kesalnya. Saat akan pergi darisana, Ambar teringat sesuatu. Dia ingat saat berpapasan dengan Ayu tadi. Ada perlu apa Ayu datang ke kantor Tristan?. Karena penasaran Ambar menanyakanya pada sekretaris Tristan.


"Maaf bu Ambar!! Tapi saya benar-benar tidak tahu. Tapi sepertinya pak Tristan dan bu Ayu membicarakan hal yang penting. Karena pak Tristan sendiri, secara langsung meminta saya tidak mengganggunya, saat bu Ayu ada diruangannya." Jelas sekretaris itu.


"Apaaa!! Apa kamu bilang?. Jadi maksud kamu Tristan dan Ayu berduaan didalam ruang kerja Tristan?." Tanya Ambar dengan nada tinggi.


"I...i-i-iya bu." Jawab sekretaris itu takut-takut, melihat raut wajah Ambar yang semakin merah, karena emosi.


"Kamu bener tidak tahu ada urusan apa wanita itu datang kemari?." Tanya Ambar lagi.


"Be-benar bu. Saya benar-benar tidak tahu. Mungkin saja bu Ayu datang kesini, mewakili suaminya pak Damar, klien kami. Karena perusahaan kami dan perusahaan pak Damar memang sudah lama menjalin kerja sama."Ujar sekretaris itu mengira-ngira.


"Apa dia sering datang kesini?." Tanya Ambar.


"Tidak bu. Kalau saya tidak salah, baru dua kali bu Ayu datang kesini." Jawab sekretaris Tristan lagi.

__ADS_1


Ambar berfikir, mungkinkah dugaan sekretaris Tristan itu benar?. Tapi rasanya itu tidak mungkin. Damar tidak mungkin menyuruh istrinya datang ke kantor kliennya. Mana mungkin Damar melibatkan Ayu dalam urusan bisnisnya, rasanya itu sangat mustahil.


Dering telepon di meja kerja sekretaris, menyadarkan Ambar dari lamunanya.


"Hallo!!


__ _____________


"Iya, baik pak Tristan." Percakapan pun berakhir. Tristan menghubungi sekretarisnya, mengabarkan kalau dia tidak akan kembali ke kantor. Tristan meminta sekretarisnya membatalkan semua janjinya hari ini.


Ambar segera pergi dari kantor Tristan, menuju rumah Tristan, tapi ternyata Tristan tidak ada di rumahnya. Kemana dia?. Tanya Ambar dalam hati, lalu merogoh ponsel di dalam tasnya, menghubungi Tristan berkali-kali karena tidak sekalipun panggilan itu dijawab oleh Tristan, membuat Ambar semakin kesal.


Ambar semakin yakin, semua ini ada hubunganya dengan kedatangan Ayu tadi. Ambar sempat melihat air mata Ayu, membuat dia semakin yakin ada sesuatu yang terjadi diantara Ayu dan Tristan, dan dia akan menanyakanya langsung pada Tristan.


Ambar menunggu Tristan dirumahnya selama hampir tiga jam, dan akhirnya yang ditunggu pun datang. Tristan sempat terkejut melihat Ambar ada dirumahnya, tapi dia seperti tidak mempedulikanya.


Tidak menunggu lama, Ambar langsung menanyakan apa yang dia ingin tanyakan pada Tristan. "Jelaskan padaku, kenapa kamu ingin mengakhiri hubungan kita?. Apa salahku?." Tanyanya.


"Apa semua ini gara-gara si Ayu?."Tanya Ambar membuat langkah Tristan terhenti. Dia lalu membalikkan badannya. "Apa maksud kamu?. Kenapa kamu bisa berfikir kalau semua ini gara-gara dia?. Dari mana kamu punya fikiran seperti itu?." Tanya balik Tristan.


"Aku juga tidak tahu. Tapi aku merasa semua ini ada hubunganya dengan dia. Tadi aku berpapasan dengan dia dikantor kamu, dan aku tahu dia sepertinya habis menangis. Sekarang katakan padaku, ada urusan apa dia datang ke kantor kamu?. Dan kenapa dia menangis?. Apa kalian berselingkuh, dan dia yang meminta kamu mengakhiri hubungan kita" Tanya Ambar, membuat Tristan sedikit terkejut, tapi tidak menunjukanya.


Tristan tersenyum. "Silahkan saja kamu berfikir sesuka hati kamu Ambar. Yang jelas kami tidak seperti yang kamu katakan. Ayu wanita baik-baik. Dia tidak seperti ...."


"Wanita baik-baik?. Hehh...mana ada wanita baik-baik yang tega merebut suami orang."Tukas Ambar memotong perkataan Tristan.


"Apa maksud kamu?." Tanya Tristan.


"Asal kamu tahu Tristan, Ayu itu tidak sebaik yang kamu fikirkan. Kamu jangan tertipu oleh wajahnya yang lugu. Dia itu perempuan penggoda. Dan aku yakin, dia juga sudah menggoda kamu."Tukas Ambar.

__ADS_1


"Merebut suami orang?. Maksud kamu, Ayu merebut suami orang?."Tanya Tristan.


"Iya. Dia memang suka menggoda dan merebut suami orang." Jawab Ambar.


"Oh ya?. Darimana kamu tahu semua itu?."Tanya Tristan.


"Tentu saja aku tahu, karena dia adalah perempuan yang sudah merebut suamiku, dulu." Jawab Ambar.


Senyum Tristan menyeringai mendengar jawaban Ambar. "Benarkah?. Jadi maksud kamu Ayu merebut Damar dari kamu?." Tanya Tristan dengan senyum dibibirnya.


"Ya...benar." Jawab Ambar.


"Hahaahaahaaa." Damar tergelak mendengar jawaban Ambar, membuat Ambar sedikit heran dan juga kesal.


"Kenapa kamu tertawa?. Apa kamu fikir ini lucu?." Tanya Ambar dengan wajah kesal.


"Hahaha.....tentu saja ini sangat lucu. Kamu ternyata sangat pintar Ambar. Pintar sekali."Ucap Damar dengan senyum mengejek. Ambar semakin heran.


"Apa maksud kamu?." Tanya Ambar mendengar ucapan Tristan yang Ambar tahu bukan sebuah pujian, melainkan sebuah ejekan.


"Kamu pintar sekali memutar balikan fakta."Jawab Tristan. Kening Ambar berkerut mendengar jawaban Tristan, karena masih belum mengerti apa maksudnya.


"Bukankah kamu sendiri yang memaksa mantan suamimu dan Ayu untuk menikah?."Tanya Tristan, membuat Ambar terkejut. Apa?. Kenapa dia bisa tahu?. Darimana dia tahu semua itu?. Batin Ambar.


"Kenapa diam?. Apa aku salah?. Tidak kan?."Imbuh Tristan.


"Tentu saja kamu salah. Mana mungkin aku memaksa suamiku menikahi wanita lain. Kamu fikir aku sudah gila?." Sanggah Ambar, membuat Tristan kembali tertawa.


"Aku tidak tahu kamu gila atau apa. Setahuku, Ayu dan Damar menikah karena istri Damar sendiri yang memaksa mereka menikah, hanya karena ambisi kamu yang ingin merebut anak kembar Ayu. Benarkan?." Tanya Tristan. Membuat Ambar tercengang.

__ADS_1


TBc🌻🌻🌻


__ADS_2